JAKARTA, DDTCNews - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (pemda) mengejar target realisasi APBD menjelang akhir tahun anggaran.
Tito mengatakan realisasi belanja pemerintah merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dia mengharapkan realisasi pendapatan daerah bisa mencapai target yang ditetapkan.
"Target pendapatan tentunya diharapkan bisa 100% atau mendekati itu, kalau ada misalnya [pendapatannya] lebih, itu pasti prestasi. Dan kemudian belanja juga diharapkan bisa didorong tinggi," katanya dalam rapat evaluasi realisasi APBD 2025 bersama seluruh kepala daerah, dikutip pada Jumat (26/12/2025).
Tito menjelaskan belanja pemerintah yang tinggi akan membuat peredaran uang di masyarakat meningkat sehingga daya beli dan konsumsi rumah tangga pun menguat. Konsumsi rumah tangga tersebut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, belanja pemerintah juga menjadi stimulus bagi sektor swasta agar dapat terus bergerak.
Dia kemudian meminta pemda memperhatikan sektor swasta karena merupakan salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi selain belanja pemerintah. Terlebih, ada korelasi positif antara aktivitas sektor swasta dan kinerja pendapatan asli daerah (PAD).
"Daerah yang swastanya hidup itu pasti pertumbuhan ekonominya akan tinggi, dan kemudian PAD-nya juga akan bisa bertambah," ujarnya.
Berdasarkan data hingga 30 November 2025, Tito mengungkapkan total realisasi pendapatan provinsi, kabupaten, dan kota baru senilai Rp1.200 triliun atau 88,35% dari target. Sementara itu, total realisasi belanja provinsi, kabupaten, dan kota senilai Rp1.082 triliun atau 75,43% dari pagu.
Dia berharap angka tersebut terus meningkat mengingat capaian total realisasi pendapatan seluruh daerah per 31 Desember 2024 mencapai Rp1.367 triliun atau 97,29%. Begitu pula dengan capaian total realisasi belanja seluruh daerah pada periode yang sama sebanyak Rp1.365 triliun atau 91,72 %.
"Mudah-mudahan saja di akhir Desember nanti angkanya lebih baik lagi, lebih tinggi," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut Tito turut membeberkan daerah dengan realisasi APBD tertinggi hingga terendah. Dia mengapresiasi daerah yang realisasi APBD-nya terbilang memuaskan serta mengingatkan daerah yang realisasinya masih rendah agar melakukan upaya peningkatan. (dik)
