Berita
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEUANGAN DAERAH
Minggu, 17 Januari 2021 | 07:01 WIB
KOTA BOGOR
Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Reportase
Perpajakan.id

Bank Dunia: Ekonomi Global Resesi Terdalam, Indonesia Hanya Tumbuh 0%

A+
A-
6
A+
A-
6
Bank Dunia: Ekonomi Global Resesi Terdalam, Indonesia Hanya Tumbuh 0%

Kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera melewati jembatan penghubung masuk ke kapal ferry di Dermaga I Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (28/5/2020). Menurut data PT ASDP dalam dua hari terakhir tercatat hanya ada 298 orang dan 679 kendaraan yang menyeberang atau turun 97% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww)
 

JAKARTA, DDTCNews - Bank Dunia memproyeksikan ekonomi dunia tahun ini akan mengalami resesi yang parah, bahkan yang terdalam sejak Perang Dunia II berakhir tahun 1945.

Dalam laporannya bertajuk Global Economic Prospects, Bank Dunia menyebut ekonomi global bakal kontraksi hingga 5,2% tahun ini. Hal itu disebabkan guncangan ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi virus Corona.

"Ini akan menjadi resesi global terdalam sejak Perang Dunia II, dan hampir tiga kali lebih curam dari resesi global 2009," bunyi laporan tersebut, seperti dikutip Selasa (9/6/2020).

Baca Juga: World Bank Rilis Pernyataan Resmi Soal UU Cipta Kerja, Apa Isinya?

Laporan itu juga menyebut aktivitas ekonomi di berbagai negara maju bakal terkontraksi hingga 7% tahun ini lantaran anjloknya permintaan, gangguan pada rantai pasok perdagangan, serta tekanan pada pasar keuangan di dalam negeri.

Amerika Serikat, misalnya, yang pertumbuhan ekonominya diperkirakan terkontraksi 6,1%, sedangkan China hanya tumbuh 1%.

Menurut laporan tersebut, aktivitas ekonomi di seluruh negara Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, diperkirakan akan terkontraksi 1,2% tahun ini sebelum rebound hingga 5,4% pada 2021.

Baca Juga: Fitch Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini Minus 2%

Kontraksi terdalam misalnya, terjadi di Malaysia yang terkontraksi 3,1%, Filipina minus 1,9%, dan Thailand minus 5%.

Untuk Indonesia, laporan itu memproyeksikan ekonomi tahun ini akan tumbuh 0%. Kondisi akan mulai membaik pada 2021, karena pertumbuhan ekonomi diramal sebesar 4,8%.

Pasar dan ekonomi negara berkembang (EMDEs) juga diproyeksi terkontraksi 2,5% pada 2020. Menurut Bank Dunia, kontraksi itu menjadi yang pertama pada EMDEs sebagai sebuah kelompok, setidaknya dalam 60 tahun terakhir.

Baca Juga: World Bank Usulkan Indonesia Revisi Skema Tarif PPh Orang Pribadi

"Dengan lebih dari 90% EMDEs diperkirakan mengalami kontraksi dalam pendapatan per kapita tahun ini, jutaan orang kemungkinan besar akan jatuh kembali ke dalam jurang kemiskinan," bunyi laporan tersebut.

Bank Dunia menilai EMDEs sebagai kelompok negara yang rentan sehingga perlu memberi lebih banyak perhatian pada kebijakan ekonomi untuk mengurangi dampak pandemi dan melindungi kelompok rentan.

Kemudian juga untuk meningkatkan kapasitas negara guna mencegah dan mengatasinya hal serupa di masa depan.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi, World Bank Sebut Reformasi Perpajakan Jadi Kunci

Sejalan dengan itu, sambung laporan tersebut, negara berkembang juga harus memperkuat sistem kesehatan publik sekaligus jaring keamanan sosial. (Bsi)

Topik : bank dunia, pertumbuhan ekonomi global, resesi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 08 April 2019 | 14:11 WIB
PEREKONOMIAN GLOBAL
Kamis, 04 April 2019 | 18:49 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 22 Januari 2019 | 18:01 WIB
PEREKONOMIAN GLOBAL
Jum'at, 11 Januari 2019 | 18:25 WIB
EKONOMI GLOBAL
berita pilihan
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEUANGAN DAERAH
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Minggu, 17 Januari 2021 | 07:01 WIB
KOTA BOGOR
Minggu, 17 Januari 2021 | 06:01 WIB
DISTRIBUSI VAKSIN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:01 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:01 WIB
PORTUGAL
Sabtu, 16 Januari 2021 | 14:01 WIB
KOTA BALIKPAPAN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 13:01 WIB
PEMULIHAN EKONOMI