Review
Minggu, 24 Januari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA BAPENDA DKI JAKARTA M. TSANI ANNAFARI:
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 25 Januari 2021 | 18:22 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 18:08 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (4)
Senin, 25 Januari 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Senin, 25 Januari 2021 | 17:51 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Komunitas
Senin, 25 Januari 2021 | 16:41 WIB
SEKOLAH TINGGI PERPAJAKAN INDONESIA
Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:35 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 20 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Anies Instruksikan Sistem Pembayaran Pajak Daerah Lewat QRIS

A+
A-
0
A+
A-
0
Anies Instruksikan Sistem Pembayaran Pajak Daerah Lewat QRIS

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) didampingi Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria (kanan) merapikan pakaian anggota Bamus Betawi saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-493 Kota Jakarta di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/6/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap untuk menambah layanan pembayaran pendapatan daerah nontunai yang tersedia, kali ini melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp)

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap untuk menambah layanan pembayaran pendapatan daerah nontunai yang tersedia, kali ini melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta No. 40/2020 tentang Pelaksanaan Penerimaan Pembayaran Pendapatan Daerah Melalui QRIS yang ditandatangani Anies Baswedan pada 18 Juni 2020.

"Menginstruksikan Kepala BPKD dan Kepala Bapenda DKI Jakarta melakukan persiapan penerimaan pembayaran pendapatan daerah melalui QRIS bersama Bank DKI selaku penyedia jasa sistem pembayaran yang terhubung dengan switching QRIS," tulis Anies, seperti dikutip Jumat (3/7/2020).

Baca Juga: ‘Jangan Lagi Berharap Ada Pemutihan di DKI Jakarta’

Dalam mempersiapkan integrasi penerimaan pembayaran pendapatan daerah itu, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta mengemban tugas selaku koordinator persiapan penerimaan pembayaran pendapatan daerah melalui QRIS bersama dengan Bank DKI.

Sementara itu, BPKD DKI Jakarta dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta diinstruksikan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta.

BPKD DKI Jakarta mendapatkan instruksi mengintegrasikan sistem informasi manajemen pendapatan daerah melalui QRIS sebagai standar pembayaran digital menggunakan metode QR Code kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemungut.

Baca Juga: DKI Jakarta Targetkan Pertumbuhan Pajak Tahun Ini 35,8%

Akan halnya Bapenda DKI Jakarta mengemban tugas untuk mengintegrasikan sistem pemungutan pajak daerah dengan Bank DKI selaku penyedia QRIS.

Dalam pelaksanaan persiapan ini, BPKD DKI Jakarta selaku koordinator diwajibkan untuk melaporkan pelaksanaan instruksi ini setiap 3 bulan sekali kepada Anies melalui Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

Berdasarkan catatan BI Perwakilan DKI Jakarta, elektronifikasi pendapatan daerah Pemprov DKI Jakarta sudah diterapkan atas 13 jenis pajak daerah dan 3 jenis retribusi daerah. Namun, masih terdapat beberapa penerimaan yang diterima secara tunai melalui teller.

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Pajak DKI 2020 Minus Rp560 Miliar dari Target

"Seluruh sistem transaksi Pemprov DKI Jakarta telah terkoneksi dengan Bank DKI sebagai bank rekening kas umum daerah (RKUD)," tulis BI DKI Jakarta dalam laporannya, dikutip Jumat (3/7/2020).

Indeks capaian elektronifikasi (ICE) DKI Jakarta tercatat mencapai 4,44 dari skala -0-5. Capaian ini merupakan yang tertinggi bila dibandingkan dengan capaian elektronifikasi dari daerah-daerah lain. (Bsi)

Baca Juga: Tinggal Besok! Masa Berlaku Diskon & Pemutihan Pajak Kendaraan di DKI
Topik : QRIS, sistem pembayaran pajak, DKI Jakarta, Anies Baswedan
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:05 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Senin, 19 Oktober 2020 | 14:15 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:15 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Senin, 12 Oktober 2020 | 17:16 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
berita pilihan
Senin, 25 Januari 2021 | 18:22 WIB
LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI
Senin, 25 Januari 2021 | 18:22 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 18:08 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (4)
Senin, 25 Januari 2021 | 17:51 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 17:36 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 17:30 WIB
KOTA MALANG
Senin, 25 Januari 2021 | 17:16 WIB
PELAYANAN PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 17:00 WIB
KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Senin, 25 Januari 2021 | 16:41 WIB
SEKOLAH TINGGI PERPAJAKAN INDONESIA