Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Ada Insentif Bulanan untuk Tenaga Medis Corona, Begini Perinciannya

A+
A-
14
A+
A-
14
Ada Insentif Bulanan untuk Tenaga Medis Corona, Begini Perinciannya

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews--Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menyiapkan insentif untuk semua tenaga medis yang menangani pasien virus Corona (Covid-19) di wilayah yang ditetapkan berstatus tanggap darurat bencana non-alam.

Jokowi mengatakan rencana pemberian insentif tersebut telah dibicarakan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya insentif tersebut akan diberikan mulai kepada perawat hingga dokter spesialis.

“Kemarin kami telah rapat dan telah diputuskan bahwa akan diberikan insentif bulanan kepada tenaga medis," katanya usai meninjau rumah sakit darurat di wisma atlet, Senin (23/3/2020).

Baca Juga: Bebas Risiko! Wamenkeu Ajak Peserta PPS Tempatkan Harta di SBN

Jokowi merinci, dokter spesialis yang merawat pasien virus Corona akan mendapat insentif Rp15 juta per bulan. Sementara itu, dokter umum dan dokter gigi akan mendapatkan Rp10 juta per bulan.

Bidan dan perawat akan mendapatkan insentif Rp7,5 juta per bulan. Adapun tenaga medis lainnya akan mendapatkan Rp5 juta per bulan.

Jokowi juga menyampaikan duka citanya untuk beberapa dokter yang meninggal karena terinfeksi Corona saat merawat pasien. Kepada keluarga dokter, pemerintah memberikan santunan kematian sebesar Rp300 juta.

Baca Juga: Masuk Program Prioritas, Digitalisasi Pajak 100% Mulai Berjalan 2022

Namun demikian, santunan itu hanya berlaku untuk daerah yang sudah menyatakan tanggap darurat.

"Beliau-beliau telah berdedikasi, berjuang sekuat tenaga dalam rangka menangani virus Corona ini. Atas nama pemerintah, negara, dan rakyat saya ingin ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," ujarnya.

Sementara pada tenaga medis yang saat ini tengah berusaha merawat para pasien virus Corona, Presiden juga memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD).

Baca Juga: DJBC Rilis Aturan Soal Bentuk, Spesifikasi, dan Desain Pita Cukai 2022

Meski mengalami kelangkaan, pemerintah telah menyiapkan tambahan 105.000 APD dan akan didistribusikan di seluruh wilayah Indonesia hari ini.

Sebanyak 45.000 APD akan didistribusikan di DKI Jakarta, Provinsi Banten, dan Kota Bogor; 40.000 APD akan didistribusikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali; 10.000 APD akan didistribusikan ke seluruh provinsi yang ada di luar Jawa; serta 10.000 APD lainnya sebagai cadangan. (rig)

Baca Juga: Ini Sebab Insentif Pajak Rumah Dilanjutkan Meski Kurang Dimanfaatkan
Topik : efek virus corona, insentif uang tunai, insentif bulanan, tenaga medis, presiden jokowi,

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 20 Januari 2022 | 17:30 WIB
MOLDOVA

Masih Status Darurat Covid-19, Keringanan PPN Diperpanjang

Kamis, 20 Januari 2022 | 17:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Dirjen Pajak Senang Peserta PPS Makin Ramai, Setoran Pajak Terus Naik

Kamis, 20 Januari 2022 | 17:00 WIB
UNI EMIRAT ARAB

UEA Kumpulkan Rp372 Triliun Sejak Pertama Kali Pungut PPN di 2018

Kamis, 20 Januari 2022 | 16:45 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Ajak WP Ikut PPS, Dirjen Pajak: Daripada Saya Surati Lagi

berita pilihan

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:45 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Bebas Risiko! Wamenkeu Ajak Peserta PPS Tempatkan Harta di SBN

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:23 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

DJBC Rilis Aturan Soal Bentuk, Spesifikasi, dan Desain Pita Cukai 2022

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:12 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ini Sebab Insentif Pajak Rumah Dilanjutkan Meski Kurang Dimanfaatkan

Jum'at, 21 Januari 2022 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Sederet Dokumen yang Dipersamakan dengan Bukti Pot/Put Unifikasi

Jum'at, 21 Januari 2022 | 13:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

Ramai Tagar 'LupaEFIN' di Twitter, DJP Bantu Wajib Pajak Lapor SPT

Jum'at, 21 Januari 2022 | 13:00 WIB
BELGIA

Kurangi Polusi, Jasa Penerbangan Bakal Kena Pajak

Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Penerbitan 10 Juta Sertifikat Halal UMKM Terganjal Verifikasi Data

Jum'at, 21 Januari 2022 | 12:00 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Ada Omicron, Kemenkeu Pindahkan 2 Pertemuan G-20 dari Bali ke Jakarta

Jum'at, 21 Januari 2022 | 11:34 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

UU HPP Jadi Jembatan Menuju Sistem Pajak yang Lebih Modern