Fokus
Literasi
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Jadi 3,7%

A+
A-
1
A+
A-
1
World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Jadi 3,7%

Ilustrasi. Kantor Pusat Bank Dunia. 

JAKARTA, DDTCNews - World Bank menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 3,7%, dari 4,4% yang dirilis April lalu.

Wakil Presiden World Bank untuk Asia Timur dan Pasifik Manuela Ferro mengatakan pemulihan ekonomi wilayah Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia, mengalami kendala karena penyebaran Covid-19 varian Delta. Laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update yang berjudul 'Long Covid' pun menyebut kebijakan negara harus diarahkan untuk membantu para pelaku ekonomi untuk beradaptasi di tengah pandemi.

"Dalam jangka panjang, hanya reformasi yang lebih mendalam dapat mencegah melambatnya pertumbuhan dan meningkatnya kesenjangan," katanya, dikutip Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Bakal Masuk Daftar Program PEN 2022

Ferro mengatakan Covid-19 akan menimbulkan gangguan perekonomian dalam jangka waktu lama dan mungkin akan terus ada. Dalam jangka pendek, pandemi akan memperpanjang kesulitan manusia dan ekonomi jika adaptasi tidak bisa dilakukan.

Sementara dalam jangka panjang, Covid-19 bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pelebaran kesenjangan pendapatan masyarakat.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik belum merata. China diproyeksikan mampu tumbuh 8,5% pada tahun ini, sedangkan negara-negara lain masih akan tumbuh lebih lambat sebesar rata-rata 2,5%.

Baca Juga: BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

World Bank menyebut Indonesia bersama China dan Vietnam mulai pulih seperti sebelum pandemi. Namun, Kamboja, Malaysia, dan Mongolia baru akan mencapai situasi seperti sebelum pandemi pada 2022. Sementara Myanmar, Filipina, Thailand, serta banyak negara Pasifik baru pada 2023.

Kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat untuk mengendalikan Covid-19 dinilai menjadi menghambat pertumbuhan. Oleh karena itu, pendekatan testing, tracing, dan treatment (3T) harus diperkuat seiring dengan perluasan vaksinasi.

"Percepatan vaksinasi dan pengujian untuk mengendalikan infeksi Covid-19 dapat membangkitkan kegiatan ekonomi di negara-negara yang sedang berjuang pada awal pertengahan pertama 2022," ujar Ferro.

Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan Sepanjang 2021 Surplus US$35,34 Miliar

Dengan upaya-upaya tersebut, World Bank menilai pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Timur dan Pasifik akan membaik. Misalnya Indonesia, World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,2% pada 2022 dan 5,1% pada 2023. (sap)

Topik : pertumbuhan ekonomi, kinerja ekonomi, PDB, fiskal, APBN, defisit, Bank Dunia, World Bank

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:55 WIB
PMK 226/2021

Sri Mulyani Perpanjang Masa Insentif Pajak untuk Tenaga Kesehatan

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:19 WIB
PMK 226/2021

Sri Mulyani Resmi Perpanjang Insentif Pajak Barang Penanganan Covid-19

Selasa, 11 Januari 2022 | 14:43 WIB
PMK 222/2021

Sri Mulyani Rilis Aturan Manajemen Risiko Pengelolaan Keuangan Negara

Senin, 10 Januari 2022 | 11:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Hadapi Tantangan 2022, DJBC Bakal Lakukan 3 Hal Ini

berita pilihan

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pengumuman! Tahun Ini Tak Ada Rekrutmen CPNS, Kecuali untuk Kedinasan

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30 WIB
POLANDIA

Redam Inflasi, Program Keringanan Pajak Berlaku Mulai 1 Februari

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:24 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Tanpa Harus ke Kantor Pajak, Ini Solusi Lupa EFIN dari DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:07 WIB
INSENTIF PAJAK

Soal Insentif PPN Sewa Toko Ditanggung Pemerintah, Ini Kata DJP

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:49 WIB
KP2KP BANAWA

Petugas Pajak Datangi Kantor Kecamatan, Ingatkan ASN Lapor SPT

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Masuk 2022, Jutaan SPT Tahun Pajak 2020 Masih Belum Diproses

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:00 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

WP Jangan Lupa! Dividen Bebas Pajak Perlu Dilaporkan di SPT Tahunan

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:33 WIB
PENANGANAN COVID-19

Omicron Naik, Jokowi Minta Warga 'Rem' Bepergian & Bekerja dari Rumah

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:30 WIB
THAILAND

Mantan Kepala SEC Beberkan Kelemahan Kebijakan Pajak Cryptocurreny