Berita
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:53 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:45 WIB
KABUPATEN MALANG
Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:00 WIB
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Reportase
Glosarium

WHO Desak Seluruh Negara Terapkan Sugar Tax

A+
A-
0
A+
A-
0
WHO Desak Seluruh Negara Terapkan Sugar Tax

JENEWA, DDTCNews – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara di dunia agar segera menaikkan pajak atas minuman yang mengandung gula (sugar tax). Hal ini sebagai upaya untuk memerangi obesitas yang mewabah di dunia.

Menurut WHO, 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas dan jumlahnya telah naik empat kali lipat sejak tahun 1980. Oleh karena itu, WHO memberikan rekomendasi dengan mengenakan atau menaikkan pajak atas minuman kemasan yang mengandung gula.

“Sudah ada bukti dengan menaikkan pajak dapat menurunkan konsumsi masyarakat terhadap minuman kemasan yang mengandung gula. Faktor harga berbanding terbalik dengan konsumsi,” ungkap laporan WHO, Selasa (11/12).

Baca Juga: Cukai Rokok, WHO: Lanjutkan Simplifikasi & Naikkan Tarif di Atas 25%

Berdasarkan hitungan WHO, apabila harga dinaikkan sebesar 20%, maka konsumsi akan turun 20%. Sementara jika harga naik 50%, maka memotong konsumsi separuhnya.

Douglas Bettcher dari WHO bersikeras agar pemerintah di seluruh negara segera mengenakan sugar tax, maka risiko berbagai macam penyakit akan berkurang dan lebih menjamin keselamatan hidup warga negara.

Menurut catatan WHO, pada tahun 2012 penyakit obesitas telah mengakibatkan kematian hingga 1,5 juta orang. Lalu pada tahun 2014, sebanyak 39% orang dewasa dan lebih dari 500 juta orang berusia 18 tahun di dunia menderita obesitas. Kemudian, sekitar 42 juta anak di bawah umur 5 tahun pun menderita obesitas pada tahun 2015.

Baca Juga: Tekan Konsumsi Alkohol, Begini Saran WHO

Seperti dilansir dari freemalaysiatoday.com, Mexico yang telah menerapkan sugar tax sebesar 10% pada tahun 2014 telah berhasil menurunkan jumlah konsumsi minuman yang mengandung gula hingga sampai 6%.

“Kebijakan fiskal seharusnya ditujukan kepada makanan dan minuman tertentu beredar di masyarakat dan memiliki dampak eksternalitas negatif, terutama pada kesehatan kesehatan masyarakat. Sugar tax adalah salah satu jalan keluarnya,” ungkap laporan WHO tersebut. (Gfa)

Baca Juga: WHO Deklarasikan Corona Sebagai Pandemik, Apa Artinya?
Topik : berita pajak internasional, who, sugar tax, pajak gula
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 19 Maret 2019 | 19:15 WIB
MALAYSIA
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:35 WIB
TIONGKOK
Jum'at, 22 Februari 2019 | 15:31 WIB
MEKSIKO
berita pilihan
Kamis, 03 Desember 2020 | 18:15 WIB
KINERJA DJBC
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:53 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:49 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:45 WIB
KABUPATEN MALANG
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:19 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Kamis, 03 Desember 2020 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:44 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 03 Desember 2020 | 16:16 WIB
PMK 189/2020