Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

WHO Desak Seluruh Negara Terapkan Sugar Tax

0
0

JENEWA, DDTCNews – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara di dunia agar segera menaikkan pajak atas minuman yang mengandung gula (sugar tax). Hal ini sebagai upaya untuk memerangi obesitas yang mewabah di dunia.

Menurut WHO, 1 dari 3 orang dewasa mengalami obesitas dan jumlahnya telah naik empat kali lipat sejak tahun 1980. Oleh karena itu, WHO memberikan rekomendasi dengan mengenakan atau menaikkan pajak atas minuman kemasan yang mengandung gula.

“Sudah ada bukti dengan menaikkan pajak dapat menurunkan konsumsi masyarakat terhadap minuman kemasan yang mengandung gula. Faktor harga berbanding terbalik dengan konsumsi,” ungkap laporan WHO, Selasa (11/12).

Baca Juga: Pemerintah Didesak Perluas Basis Pajak Gula

Berdasarkan hitungan WHO, apabila harga dinaikkan sebesar 20%, maka konsumsi akan turun 20%. Sementara jika harga naik 50%, maka memotong konsumsi separuhnya.

Douglas Bettcher dari WHO bersikeras agar pemerintah di seluruh negara segera mengenakan sugar tax, maka risiko berbagai macam penyakit akan berkurang dan lebih menjamin keselamatan hidup warga negara.

Menurut catatan WHO, pada tahun 2012 penyakit obesitas telah mengakibatkan kematian hingga 1,5 juta orang. Lalu pada tahun 2014, sebanyak 39% orang dewasa dan lebih dari 500 juta orang berusia 18 tahun di dunia menderita obesitas. Kemudian, sekitar 42 juta anak di bawah umur 5 tahun pun menderita obesitas pada tahun 2015. 

Baca Juga: Pajak Soda Sebabkan Penjualan Minuman Berpemanis Turun 51%

Seperti dilansir dari freemalaysiatoday.com, Mexico yang telah menerapkan sugar tax sebesar 10% pada tahun 2014 telah berhasil menurunkan jumlah konsumsi minuman yang mengandung gula hingga sampai 6%.

“Kebijakan fiskal seharusnya ditujukan kepada makanan dan minuman tertentu beredar di masyarakat dan memiliki dampak eksternalitas negatif, terutama pada kesehatan kesehatan masyarakat. Sugar tax adalah salah satu jalan keluarnya,” ungkap laporan WHO tersebut. (Gfa)

Baca Juga: Realisasi 2 Pos Perpajakan Ini Tidak Capai Target

“Sudah ada bukti dengan menaikkan pajak dapat menurunkan konsumsi masyarakat terhadap minuman kemasan yang mengandung gula. Faktor harga berbanding terbalik dengan konsumsi,” ungkap laporan WHO, Selasa (11/12).

Baca Juga: Pemerintah Didesak Perluas Basis Pajak Gula

Berdasarkan hitungan WHO, apabila harga dinaikkan sebesar 20%, maka konsumsi akan turun 20%. Sementara jika harga naik 50%, maka memotong konsumsi separuhnya.

Douglas Bettcher dari WHO bersikeras agar pemerintah di seluruh negara segera mengenakan sugar tax, maka risiko berbagai macam penyakit akan berkurang dan lebih menjamin keselamatan hidup warga negara.

Menurut catatan WHO, pada tahun 2012 penyakit obesitas telah mengakibatkan kematian hingga 1,5 juta orang. Lalu pada tahun 2014, sebanyak 39% orang dewasa dan lebih dari 500 juta orang berusia 18 tahun di dunia menderita obesitas. Kemudian, sekitar 42 juta anak di bawah umur 5 tahun pun menderita obesitas pada tahun 2015. 

Baca Juga: Pajak Soda Sebabkan Penjualan Minuman Berpemanis Turun 51%

Seperti dilansir dari freemalaysiatoday.com, Mexico yang telah menerapkan sugar tax sebesar 10% pada tahun 2014 telah berhasil menurunkan jumlah konsumsi minuman yang mengandung gula hingga sampai 6%.

“Kebijakan fiskal seharusnya ditujukan kepada makanan dan minuman tertentu beredar di masyarakat dan memiliki dampak eksternalitas negatif, terutama pada kesehatan kesehatan masyarakat. Sugar tax adalah salah satu jalan keluarnya,” ungkap laporan WHO tersebut. (Gfa)

Baca Juga: Realisasi 2 Pos Perpajakan Ini Tidak Capai Target
Topik : berita pajak internasional, who, sugar tax, pajak gula
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA