Fokus
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Komunitas
Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 17:30 WIB
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Senin, 10 Mei 2021 | 10:18 WIB
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Reportase
Perpajakan.id

Wamenkeu Imbau Pengusaha untuk Segera Manfaatkan Insentif Pajak

A+
A-
5
A+
A-
5
Wamenkeu Imbau Pengusaha untuk Segera Manfaatkan Insentif Pajak

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. 

JAKARTA, DDTCNews – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara kembali mengimbau pelaku usaha untuk segera memanfaatkan berbagai insentif pajak.

Suahasil mengatakan pemerintah memberikan insentif pajak untuk mendorong pemulihan dunia usaha dari tekanan pandemi Covid-19. Menurutnya, pemberian insentif juga merata dari kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga korporasi besar.

"Seluruh segmen dunia usaha, baik yang mikro, kecil, menengah maupun yang besar itu dipersilakan memakai relaksasi pajak," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/4/2021).

Baca Juga: Kasus Covid Melonjak Lagi, Pengusaha Restoran Minta Insentif

Suahasil mengatakan pemerintah memfokuskan belanja negara untuk menangani pandemi Covid-19 sekaligus mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Salah satu bentuknya dengan memberikan insentif pajak kepada dunia usaha agar arus kasnya lebih longgar.

Beberapa insentif tersebut misalnya pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 impor, potongan angsuran PPh Pasal 25, penurunan tarif PPh badan, PPh final UMKM DTP, serta restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) dipercepat.

Pemberlakuan berbagai insentif tersebut akan berakhir pada Juni 2021. Oleh karena itu, Suahasil berharap pelaku usaha bisa segera memanfaatkannya. Setelah memperoleh insentif, dunia usaha akan terdorong untuk tetap berproduksi dan terus merekrut tenaga kerja.

Baca Juga: Genjot Ekspor Sarang Walet, Begini Program Ditjen Peternakan

"Selama [pandemi] Covid, perusahaan itu berusaha untuk tetap survive. Pemerintah membantu melalui [relaksasi] dengan tidak perlu bayar pajak dulu untuk membantu cash flow-nya," ujar Suahasil.

Tahun ini, pemerintah juga memberi insentif pajak tambahan untuk mendorong konsumsi masyarakat, yang pada akhirnya akan berdampak pada pemulihan sektor usaha. Insentif itu yakni pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk rumah dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor.

Dengan kedua insentif tersebut, menurut Suahasil, penjualan mobil dan rumah tidak akan dikenakan pajak dengan persentase tertentu. Dengan demikian, harga jual mobil dan rumah akan menjadi lebih murah.

Baca Juga: Sisa Tunggakan Insentif Nakes Tahun Lalu Rp382 Miliar

Berbagai insentif pajak tersebut masuk dalam pagu stimulus usaha senilai total Rp58,46 triliun. Pagu tersebut menjadi bagian dari program pemulihan ekonomi nasional yang nilainya mencapai Rp699,43 triliun pada tahun ini atau naik 22% dari realisasi pada 2020.

"Ini bukan masalah perusahaan satu per satu, tapi ini untuk seluruh perekonomian kita," imbuhnya.

Bersamaan dengan pemberian insentif usaha, Suahasil menambahkan pemerintah tetap berupaya menangani pandemi Covid-19. Pasalnya, penanganan pandemi Covid-19 termasuk program vaksinasi nasional menjadi game changer untuk memulihkan perekonomian nasional. (kaw)

Baca Juga: Wah, Alat Rumah Tangga Ramah Lingkungan Dapat Insentif

Topik : insentif, insentif pajak, wamenkeu, kemenkeu, Suahasil Nazara, Ditjen Pajak, DJP
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

widyadisty tiara

Kamis, 29 April 2021 | 10:39 WIB
semoga pengusaha segera mengerti dan memanfaatkan insentif pajak ini yang dilakukan untuk penanganan pandemi

Adlan Ghiffari

Kamis, 22 April 2021 | 08:43 WIB
Diharapkan bagi para Wajib Pajak segera untuk memanfaatkan insentif pajak dalam rangka penanganan pandemi covid-19, sehingga optimalisasi pemberian insentif tersebut segera terwujud. Dengan adanya insentif pajak, diharapkan mampu mendorong produktivas dan stabilitas para Wajib Pajak dan membantu mem ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Selasa, 11 Mei 2021 | 14:43 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 11 Mei 2021 | 14:08 WIB
EDUKASI
Selasa, 11 Mei 2021 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 11 Mei 2021 | 09:25 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Minggu, 16 Mei 2021 | 15:01 WIB
THAILAND
Minggu, 16 Mei 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SRAGEN
Minggu, 16 Mei 2021 | 13:01 WIB
PAJAK KENDARAAN
Minggu, 16 Mei 2021 | 12:01 WIB
PENINDAKAN HUKUM
Minggu, 16 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK DAERAH
Minggu, 16 Mei 2021 | 09:01 WIB
KOTA DEPOK
Minggu, 16 Mei 2021 | 08:01 WIB
EDUKASI PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 07:01 WIB
HASIL AUDIT BPKP
Minggu, 16 Mei 2021 | 06:01 WIB
ROKOK ILEGAL