Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Wah, Kini Indonesia Lebih Banyak Lunasi Utang Daripada Tarik yang Baru

A+
A-
3
A+
A-
3
Wah, Kini Indonesia Lebih Banyak Lunasi Utang Daripada Tarik yang Baru

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan utang surat berharga negara pada Januari 2022 senilai negatif Rp15,85 triliun.

Realisasi tersebut menunjukkan pada Januari 2022 pemerintah lebih banyak melunasi utang yang jatuh tempo ketimbang menarik utang baru.

Baca Juga: BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

"Pemerintah lebih banyak membayarkan cicilan pokok pinjaman luar negeri dan pelunasan jatuh tempo SBN lebih besar dibandingkan pengadaan utang baru," tulis Kementerian Keuangan pada APBN KiTa edisi Februari 2022, dikutip Kamis (24/2/2022).

Meski realisasi SBN berada pada teritori negatif, realisasi pinjaman tercatat mencapai Rp12,81 triliun. Seluruh pinjaman pada Januari 2022 merupakan pinjaman luar negeri.

Secara lebih terperinci, nilai penarikan pinjaman luar negeri pada Januari 2021 mencapai Rp17,26 triliun. Adapun nilai pembayaran cicilan pinjaman luar negeri pada bulan lalu senilai Rp4,45 triliun.

Baca Juga: Warning DJP Soal Penipuan, Ketentuan Upload Faktur Pajak, & PTKP UMKM

Dengan demikian, total realisasi pembiayaan utang adalah senilai negatif Rp3,04 triliun. Nominal ini setara dengan negatif 0,34% dari PDB.

Sejalan dengan tren tersebut, APBN 2022 tercatat mengalami surplus. Surplus anggaran per Januari tercatat mencapai Rp28,9 triliun atau 0,16% dari PDB.

"Ini adalah suatu situasi di mana APBN kita mengalami pembalikan yang sangat baik," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Selasa (22/2/2022). (sap)

Baca Juga: Turun Lagi, Utang Luar Negeri Indonesia Rp6.037 Triliun Per April 2022

Topik : utang pemerintah, utang luar negeri, utang Indonesia, ULN, Bank Indonesia, rasio utang, debt to GDP ratio, pembiayaan utang

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 02 April 2022 | 06:30 WIB
KINERJA FISKAL

Wow! Pembiayaan Utang Turun Lebih dari Rp200 T Hingga Februari 2022

Rabu, 30 Maret 2022 | 10:30 WIB
KINERJA FISKAL

Hingga Akhir Februari 2022, Posisi Utang Pemerintah Tembus Rp7.000 T

Kamis, 17 Maret 2022 | 15:21 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Waspadai Perang Rusia-Ukraina, BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Selasa, 15 Maret 2022 | 15:50 WIB
KONSULTASI UU HPP

Bagaimana Ketentuan Rasio Utang dan Modal yang Diatur dalam UU HPP?

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD