Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Transaksi dengan Agen Travel Kena Pajak Tidak?

9
9

Pertanyaan:

PERUSAHAAN kami melakukan transaksi dengan sebuah agen travel/ perjalanan (tour travel agent). Mengingat jasa tersebut dapat digolongkan sebagai jasa perantara atau keagenan, apakah jasa tersebut harus dipotong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23? Terima kasih.

Monica, Jakarta

Jawaban:

TERIMA kasih atas pertanyaannya, Ibu Monica. Pasal 1 ayat (2) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 244/PMK.03/2008 telah menguraikan secara terperinci mengenai jenis jasa lain yang atas imbalan sehubungan dengan jasa tersebut merupakan objek PPh Pasal 23.

Dalam ketentuan Pasal 1 ayat (6) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2015 terdapat beberapa tambahan jenis jasa lain yang atas imbalan sehubungan dengan jasa tersebut merupakan objek PPh Pasal 23.

Meskipun terdapat tambahan jenis jasa lain yang menjadi objek PPh Pasal 23 dalam PMK-141, jasa tour travel agent tetap tidak termasuk dalam jenis jasa lain yang atas imbalan sehubungan dengan pemberian jasa tersebut wajib dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c angka (2).

Jasa tour travel agent bukan merupakan jasa perantara atau jasa keagenan sebagaimana tercantum dalam PMK-141. Hal ini juga dipertegas dalam definisi ‘jasa perantara’ seperti tertera pada butir 1 huruf b Surat Direktur Jenderal Pajak Nomor S-09/PJ.032/2008 (S-09) tentang Permohonan Penegasan Terhadap Pelaksanaan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-70/PJ/2007.

Dalam butir 3 huruf b angka (2) S-09, dinyatakan bahwa  jasa internet, jasa freight  forwarding, tour travel agency, agen pelayaran dan agen advertensi tidak tercantum sebagai jasa yang atas penghasilannya dipotong PPh Pasal 23. Oleh karena itu, atas pembayaran yang dilakukan tidak dipotong PPh Pasal 23 sepanjang tidak terdapat unsur sewa atau penggunaan harta sebagaimana dimaksud dalam butir 2 huruf b angka (3) atau jasa sebagaimana dimaksud dalam butir 2 huruf  b angka (4) S-09.

Berdasarkan S-09 tersebut,  maka dapat ditegaskan bahwa atas jasa tour travel agency bukan merupakan jasa yang dimaksud sebagai jasa perantara atau jasa keagenan, serta tidak tercantum sebagai jasa yang atas penghasilannya dipotong PPh 23 sebagaimana diatur dalam PER-70.

Dengan demikian, atas penghasilan yang diperoleh tour travel agent dari perusahaan Ibu Monica sehubungan dengan jasa tour travel agent bukan merupakan objek PPh Pasal 23, sehingga tidak ada pemotongan PPh Pasal 23 atas transaksi antara perusahaan Ibu Monica dengan tour travel agent.

Demikian jawaban kami. Salam.* (Disclaimer)

Topik : pajak travel, agen travel, PPh Pasal 23
artikel terkait
Selasa, 16 Juli 2019 | 15:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 14 Mei 2019 | 16:42 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 30 April 2019 | 11:31 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 April 2019 | 13:13 WIB
KONSULTASI PAJAK
berita pilihan
Rabu, 17 Oktober 2018 | 06:41 WIB
KONSULTASI
Kamis, 25 Oktober 2018 | 06:31 WIB
KONSULTASI
Rabu, 31 Oktober 2018 | 06:05 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
Senin, 05 November 2018 | 06:58 WIB
KONSULTASI TRANSFER PRICING
Selasa, 06 November 2018 | 07:08 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 15 Oktober 2018 | 09:00 WIB
KONSULTASI PAJAK
Kamis, 08 November 2018 | 07:47 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 13 November 2018 | 07:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 November 2018 | 06:46 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 03 April 2018 | 11:50 WIB
KONSULTASI PAJAK