Review
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 20 September 2020 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL BEA CUKAI SULBAGSEL PARJIYA:
Rabu, 16 September 2020 | 14:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 15 September 2020 | 11:02 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:02 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 16:18 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Rabu, 16 September 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 16 SEPTEMBER-22 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 11 September 2020 | 16:37 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Komunitas
Sabtu, 19 September 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 17 September 2020 | 09:53 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana
Rabu, 16 September 2020 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Rabu, 16 September 2020 | 13:35 WIB
DDTC PODTAX
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Suahasil Sebut Kinerja Penerimaan Negara 2021 Masih Bakal Tertekan

A+
A-
0
A+
A-
0
Suahasil Sebut Kinerja Penerimaan Negara 2021 Masih Bakal Tertekan

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (foto: hasil tangkapan dari medsos)

JAKARTA, DDTCNews—Kinerja pendapatan negara baik dari pajak maupun nonpajak diproyeksikan masih belum akan mampu kembali ke level yang setara dengan realisasi pendapatan negara pada 2019 lalu.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan tekanan terhadap penerimaan negara masih akan mengintai pada 2021 mendatang. Meski diprediksi lebih baik ketimbang 2020, realisasi penerimaan negara tampaknya belum akan kembali seperti pada 2019.

"Penerimaan negara masih akan dalam tekanan karena kegiatan ekonomi belum sepenuhnya pulih. Namun pengeluaran negara tetap diperlukan dan terutama untuk yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat yakni vaksin," ujar Suahasil, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Negara Bagian AS Mulai Tumbuh

Implikasinya, lanjut Suahasil, defisit anggaran pada RAPBN 2021 dipatok ke level 5,2% dari PDB, lebih tinggi dari Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang mematok defisit anggaran di level 3,21% hingga 4,17% dari PDB.

Tahun depan, pemerintah akan menggenjot belanja negara guna menyokong perekonomian yang diprediksi belum pulih dari pandemi. Hal ini juga yang membuat pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 4,5%-5,5%.

Lebih lanjut, belanja dalam APBN 2021 didesain akan tetap fleksibel dan harus cepat segera direalisasikan. Suahasil mengklaim pihaknya sudah memberikan ruang agar penggeseran anggaran bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Wacana PPnBM Mobil Baru 0% Mencuat, Sri Mulyani: Kami Kaji Dahulu

Setiap program yang awalnya dilaksanakan oleh satu unit eselon I, kini bisa dilaksanakan oleh dua unit eselon I atau lebih. Hal ini akan memberikan fleksibilitas dalam penggeseran anggaran yang tak terserap.

Namun, perlu diingat bahwa kinerja belanja pemerintah pada kuartal II/2020 ini masih belum memuaskan. Konsumsi pemerintah pada kuartal II/2020 tercatat mengalami kontraksi hingga -6,9% (yoy).

Selain itu, Suahasil menambahkan setiap program saat ini juga harus memiliki daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) sesegera mungkin, tidak lagi ditumpuk pada bulan Oktober sebagaimana tren tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Merelaksasi Ketentuan Soal Dokumen Perpajakan

"Pemda dalam realisasi APBD juga kita dorong untuk cepat. Untuk di pusat kami optimis Agustus September akan naik dibandingkan Juni kemarin," ujar Suahasil. (rig)

Topik : penerimaan negara 2021, penerimaan pajak, wakil menteri keuangan suahasil, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 21 September 2020 | 10:53 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Senin, 21 September 2020 | 08:49 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 19 September 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
berita pilihan
Selasa, 22 September 2020 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 22 September 2020 | 17:15 WIB
PP 50/2020
Selasa, 22 September 2020 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 16:22 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 15:39 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 22 September 2020 | 15:11 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:08 WIB
RENSTRA DJP 2020-2024
Selasa, 22 September 2020 | 14:58 WIB
KEBIJAKAN FISKAL