Berita
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROFIL PAJAK KOTA BOGOR
Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:47 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Sri Mulyani Alokasikan Sepertiga Dana Hibah Pariwisata untuk Bali

A+
A-
1
A+
A-
1
Sri Mulyani Alokasikan Sepertiga Dana Hibah Pariwisata untuk Bali

Ilustrasi. Pekerja pariwisata melayani wisatawan yang mengunjungi kawasan Tanjung Benoa, Badung, Bali, Sabtu (7/11/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Provinsi Bali akan memperoleh dana hibah pariwisata senilai total Rp1,1 triliun.

Sri Mulyani mengatakan dana hibah tersebut untuk pemerintah daerah serta pelaku usaha hotel dan restoran yang pendapatannya menurun akibat pandemi Covid-19. Alokasi dana hibah untuk Bali tersebut setara 33,9% atau sepertiga dari total anggaran hibah pariwisata senilai Rp3,3 triliun.

"Alokasi hibah pariwisata total Rp1,1 triliun untuk Bali," katanya, dikutip pada Jumat (13/11/2020).

Baca Juga: Puluhan Pengusaha Batal Cairkan Dana Hibah Pariwisata, Ada Apa?

Dana hibah pariwisata untuk Kabupaten Badung menjadi yang terbesar, yakni senilai Rp948 miliar. Kemudian, Kabupaten Gianyar memperoleh dana hibah Rp135 miliar, Kabupaten Karangasem Rp13,6 miliar, Kabupaten Buleleng Rp13,4 miliar, Kabupaten Klungkung Rp9,7 miliar, Kabupaten Tabanan Rp7,4 miliar, Kabupaten Jembrana Rp 1,7 miliar, dan Kabupaten Bangli Rp991 juta.

Meski demikian, Sri Mulyani tidak memerinci alokasi dana hibah pariwisata untuk daerah lainnya. Program hibah pariwisata merupakan bantuan untuk membantu pemerintah serta industri hotel dan restoran agar pulih dari tekanan pandemi.

Pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah yang mengandalkan sektor usaha pariwisata seperti Bali saat ini sedang seret. Pada saat yang bersamaan, pendapatan pelaku usaha di wilayah tersebut juga menurun.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kita Tetap Beri Berbagai Insentif Fiskal

Pemerintah pun menyusun kriteria pemerintah daerah dan pengusaha penerima hibah pariwisata, antara lain beroperasi di wilayah yang tercakup dalam 10 destinasi superprioritas (DSP), 5 destinasi pariwisata prioritas (DPP), ibu kota provinsi, destinasi branding, daerah dengan realisasi pajak hotel dan restoran minimal 15% dari PAD 2019, serta daerah yang termasuk 100 calender of event (COE).

Dari dana hibah pariwisata yang senilai total Rp3,3 triliun, 70% untuk memberi bantuan langsung kepada industri hotel dan restoran sedangkan 30% untuk penanganan dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif oleh pemerintah daerah.

kelompok usaha yang berhak menerima dana hibah pariwisata yakni hotel dan restoran yang masuk dalam data wajib pajak 2019 pada daerah penerima hibah. Kemudian, hotel dan restoran yang masih berdiri dan masih beroperasi hingga pelaksanaan dana hibah pariwisata.

Baca Juga: Ini Harapan Sri Mulyani Seusai Joe Biden Dilantik

Kemudian, hotel dan restoran juga wajib memiliki izin berusaha – yaitu Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) – yang masih berlaku serta membayar dan memiliki bukti pembayaran pajak hotel dan pajak restoran pada 2019.

Sri Mulyani mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio jika ada stimulus lain yang dibutuhkan pelaku usaha pariwisata untuk pulih. Saat ini, pemerintah juga telah memberikan beberapa stimulus bagi pengusaha hotel dan restoran, seperti pembebasan abonemen listrik.

"Mungkin sekarang mereka akan minta pinjaman [dengan bunga] murah. Katanya mereka ingin dapat akses khusus. Kami sedang koordinasikan dengan menteri pariwisata," ujar Sri Mulyani. (kaw)

Baca Juga: Pengusaha Minta Vaksinasi Mandiri, Jokowi: Kenapa Tidak?

Topik : Bali, pariwisata, dana hibah pariwisata, Sri Mulyani, virus Corona
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 13 Januari 2021 | 14:56 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 12 Januari 2021 | 17:56 WIB
VAKSIN COVID-19
Selasa, 12 Januari 2021 | 15:14 WIB
PMK 226/2020
Selasa, 12 Januari 2021 | 10:20 WIB
KONSULTASI
berita pilihan
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:52 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT II
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:33 WIB
SPANYOL
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:30 WIB
AUDIT KEUANGAN NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:22 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:46 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:45 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:32 WIB
BARANG MILIK NEGARA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:23 WIB
KEUANGAN NEGARA