Berita
Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:01 WIB
APEC 2021
Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:01 WIB
KOTA MATARAM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF KEPABEANAN
Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Komunitas
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 15:16 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 13:49 WIB
INSTITUT STIAMI
Reportase
Perpajakan.id

Soal Vaksinasi Mandiri, Begini Permintaan Apindo

A+
A-
5
A+
A-
5
Soal Vaksinasi Mandiri, Begini Permintaan Apindo

Tenaga kesehatan menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 seusai disuntik CoronaVac, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/1/2021). Asosiasi Pengusaha Indonesia mendukung usulan Kadin agar swasta diberikan akses mandiri terhadap vaksin Covid-19 untuk mempercepat kerja pemerintah melakukan distribusi vaksin Covid-19. (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp)

JAKARTA, DDTCNews - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung usulan Kadin agar swasta diberikan akses mandiri terhadap vaksin Covid-19 untuk mempercepat kerja pemerintah melakukan distribusi vaksin Covid-19.

Ketua Komite Perpajakan Apindo Siddhi Widyaprathama mengatakan sektor swasta bisa berperan untuk mencegah makin memburuknya situasi kesehatan nasional akibat pandemi.

"Tinggal disepakati saja tata cara dan aturan yg berlaku sehingga tercipta keamanan dan kesejahteraan bersama," katanya di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Soal Pekerja Penyandang Disabilitas, Pengusaha Tagih Insentif

Siddhi menjelaskan jika swasta diberikan akses mendapatkan vaksin secara mandiri, maka akan memiliki implikasi pada ranah perpajakan. Menurutnya, biaya vaksinasi yang dikeluarkan swasta bisa menjadi faktor pengurang beban PPh badan.

Menurutnya, secara prinsip regulasi sudah dimungkinkan vaksinasi oleh swasta sebagai salah satu biaya yang diakui sebagai pengurang penghasilan bruto. Pasalnya, pandemi Covid-19 merupakan bencana nasional non-alam.

Selain itu, vaksinasi juga dibutuhkan untuk menjamin karyawan tetap sehat dan prima dalam menjalankan tugas memperoleh, menagih dan memelihara penghasilan atau dengan kata lain biaya yang berkaitan langsung dengan kegiatan usaha.

Baca Juga: Dear DJP.. Ini Lho Keluhan Pelaku Usaha Soal Perpanjangan Insentif

Kini, tinggal penegasan aturan saja dari pemerintah bila ingin membuka keran swasta dalam vaksinasi mandiri dan berkaitan dengan konsekuensi perpajakannya. Hal tersebut akan menjadi jaminan kepastian hukum bagi swasta, jika usulan vaksinasi jalur mandiri diterima otoritas.

"Mengenai bisa menjadi faktor pengurang PPh badan, itu kami juga mendukung karena itu digunakan untuk seluruh kepentingan pegawai/diperlukan untuk keselamatan bersama, kecuali yang secara medis tidak disarankan karena memiliki risiko bawaan. Karena bila karyawannya kurang sehat tentu performance perusahaan terkait 3M [memperoleh, menagih, memelihara] penghasilan terganggu," imbuhnya.

Seperti diketahui, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengusulkan pemerintah memberikan akses vaksin mandiri bagi swasta untuk mempercepat proses distribusi dan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Pengusaha Minta Penerima Insentif Pajak 2021 Diperluas, Ini Alasannya

Dia menuturkan akses vaksinasi mandiri tidak hanya memberikan manfaat untuk mempercepat proses distribusi. Menurutnya, beban anggaran negara juga akan berkurang saat swasta ambil bagian dalam proses vaksinasi nasional. (Bsi)

Topik : vaksinasi mandiri, akses swasta, Apindo
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 17 Maret 2020 | 09:38 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 12 Maret 2020 | 17:35 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 20 Februari 2020 | 15:50 WIB
SERTIFIKASI PROFESIONAL PAJAK
Senin, 03 Februari 2020 | 13:54 WIB
RUU OMNIBUS LAW
berita pilihan
Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:01 WIB
APEC 2021
Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:01 WIB
KOTA MATARAM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF KEPABEANAN
Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 27 Februari 2021 | 09:01 WIB
KOTA PADANG
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:01 WIB
SIDANG WTO
Sabtu, 27 Februari 2021 | 06:01 WIB
PMK 20/2021