Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Soal Tax Amnesty Jilid II, Ini Respons Menko Darmin

A+
A-
2
A+
A-
2

Menko Perekonomian Darmin Nasution. 

JAKARTA, DDTCNews – Wacana untuk kembali menggelar pengampunan pajak (tax amnesty) jilid II ramai disuarakan oleh pelaku usaha. Kemenko Perekonomian mempunyai tanggapan berbeda terkait wacana tersebut.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan usulan untuk menggelar program tax amnesty jilid II bukan perkara sepele. Urusan tidak sekedar bisa atau tidaknya membuka kembali kegiatan pengampunan pajak.

“Masalahnya bukan pada dimungkinkan atau tidak [untuk menggelar tax amnesty jilid II),” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga: Respons Lesunya Ekonomi Global, Ini 4 Strategi Pemerintah

Mantan Dirjen Pajak itu menyatakan program tax amnesty tidak berdiri sendiri sebagai kebijakan pajak. Program tersebut menyangkut banyak dimensi dalam perekonomian nasional, bukan hanya urusan fiskal.

Oleh karena itu, dia tidak mau banyak berkomentar terkait usulan dari pelaku usaha agar pemerintah menggulirkan kembali tax amnesty. Menurutnya, perlu kajian mendalam apabila pemerintah hendak menggulirkan program pengampunan pajak dalam waktu dekat.

“[Soal tax amnesty jilid II] itu apakah layak atau tidak, kemudian feasible atau tidak untuk dilakukan saat ini,” terangnya.

Baca Juga: Soal Dana Repatriasi, Dirjen Pajak: Tidak Ada yang Mengkhawatirkan

Seperti diketahui, Ketua Kadin Rosan Roeslani mengusulkan rencana pelaksanaan tax amnesty jilid II dilakukan kurang dari 9 bulan atau lebih pendek dari program sebelumnya. Menurutnya, masyarakat sudah lebih paham dengan skema dan manfaat dari tax amnesty.

Dia meyakini penerimaan dan jumlah wajib pajak yang ikut akan jauh lebih banyak dari sebelumnya. Menurutnya, WP yang sebelumnya tidak ikut program pengampunan pajak jilid I bisa memiliki kesempatan lagi.

“Kami terus terang ingin dapatkan masukan dari unsur asosiasi, himpunan, dan para pengusaha. Ini masih awal juga. Ini bukan satu hal yang tabu dibicarakan,” katanya dalam diskusi 'Kadin Talks' dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jumat (2/8/2019). (kaw)

Baca Juga: Otoritas Fiskal Desak Pencabutan Kerahasiaan Bank

“Masalahnya bukan pada dimungkinkan atau tidak [untuk menggelar tax amnesty jilid II),” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (13/8/2019).

Baca Juga: Respons Lesunya Ekonomi Global, Ini 4 Strategi Pemerintah

Mantan Dirjen Pajak itu menyatakan program tax amnesty tidak berdiri sendiri sebagai kebijakan pajak. Program tersebut menyangkut banyak dimensi dalam perekonomian nasional, bukan hanya urusan fiskal.

Oleh karena itu, dia tidak mau banyak berkomentar terkait usulan dari pelaku usaha agar pemerintah menggulirkan kembali tax amnesty. Menurutnya, perlu kajian mendalam apabila pemerintah hendak menggulirkan program pengampunan pajak dalam waktu dekat.

“[Soal tax amnesty jilid II] itu apakah layak atau tidak, kemudian feasible atau tidak untuk dilakukan saat ini,” terangnya.

Baca Juga: Soal Dana Repatriasi, Dirjen Pajak: Tidak Ada yang Mengkhawatirkan

Seperti diketahui, Ketua Kadin Rosan Roeslani mengusulkan rencana pelaksanaan tax amnesty jilid II dilakukan kurang dari 9 bulan atau lebih pendek dari program sebelumnya. Menurutnya, masyarakat sudah lebih paham dengan skema dan manfaat dari tax amnesty.

Dia meyakini penerimaan dan jumlah wajib pajak yang ikut akan jauh lebih banyak dari sebelumnya. Menurutnya, WP yang sebelumnya tidak ikut program pengampunan pajak jilid I bisa memiliki kesempatan lagi.

“Kami terus terang ingin dapatkan masukan dari unsur asosiasi, himpunan, dan para pengusaha. Ini masih awal juga. Ini bukan satu hal yang tabu dibicarakan,” katanya dalam diskusi 'Kadin Talks' dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jumat (2/8/2019). (kaw)

Baca Juga: Otoritas Fiskal Desak Pencabutan Kerahasiaan Bank
Topik : tax amnesty jilid II, tax amnesty, pengampunan pajak, Darmin Nasution
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Rabu, 21 September 2016 | 08:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 20 September 2016 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN INVESTASI
berita pilihan
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 02 Agustus 2016 | 20:02 WIB
WIEF KE-12
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Kamis, 12 September 2019 | 19:08 WIB
WAFATNYA BJ HABIBIE
Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:45 WIB
WACANA PEMBENTUKAN BADAN PENERIMAAN PAJAK
Senin, 05 Juni 2017 | 13:52 WIB
VIETNAM