Fokus
Literasi
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Resmi! Sri Mulyani Lakukan Penyesuaian Tarif Bea Keluar CPO

A+
A-
3
A+
A-
3
Resmi! Sri Mulyani Lakukan Penyesuaian Tarif Bea Keluar CPO

Tampilan awal salinan Peraturan Menteri Keuangan No. 98/2022.

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi menaikkan tarif bea keluar minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya pada hari ini, Jumat (10/6/2022).

Melalui PMK 98/2022, Sri Mulyani merevisi PMK 39/2022 yang mengatur penetapan barang ekspor yang dikenakan bea keluar dan tarif bea keluarnya. Kenaikan tarif bea keluar dilakukan demi menjaga pasokan serta stabilisasi harga CPO dan produk turunannya di dalam negeri.

"[Penyesuaian tarif] untuk mendukung stabilitas harga di dalam negeri dan ketersediaan produk kelapa sawit, crude palm oil (CPO), dan produk turunannya, serta menguatkan kapasitas fiskal dalam mengantisipasi harga di pasar internasional," bunyi pertimbangan PMK 98/2022.

Baca Juga: Ada Pajak Minimum, Beban Pajak Korporasi AS Bakal Tembus US$223 Miliar

Perubahan pertama dalam PMK 98/2022 ialah penambahan kelompok tarif bea keluar berdasarkan harga referensi CPO dan produk turunannya. Semula, hanya ditetapkan 12 kelompok tarif bea keluar, tetapi kini bertambah menjadi 17.

Awalnya, kelompok tarif bea keluar diatur berdasarkan harga referensi US$750 per ton hingga US$1.250 per ton. Namun kini, kelompok tarif bea keluar diatur hingga harga referensi mencapai US$1.500 per ton.

Misal pada CPO, sebelumnya diatur tarif bea keluar yang dikenakan berkisar US$0 hingga US$200 per ton. Tarif US$0 akan berlaku ketika harga referensi CPO kurang dari atau sama dengan US$750 per ton, sedangkan tarif US$200 per ton berlaku jika harga referensinya lebih dari US$1.250 per ton.

Baca Juga: APBN Cetak Surplus Lagi, Pembiayaan Utang Turun 49,5 Persen

Melalui PMK 98/2022, tarif bea keluar CPO kini mencapai US$288 per ton jika harga referensinya lebih dari US$1.500 per ton.

Dari 24 pos tarif produk kelapa sawit yang dikenakan bea keluar, kenaikan tarif terjadi pada 19 pos tarif. Selain CPO, kenaikan tarif bea keluar juga berlaku pada produk crude palm olein, crude palm stearin, crude palm kernel olein, crude palm kernel stearin, dan palm fatty acid.

"Peraturan menteri ini mulai berlaku setelah 1 hari terhitung sejak tanggal diundangkan [pada 9 Juni 2022]," bunyi PMK tersebut.

Baca Juga: Muncul Kasus e-Meterai Palsu, Peruri Ungkap Modusnya

Di sisi lain, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengusulkan penurunan tarif batas atas pungutan ekspor CPO yang saat ini diatur dalam PMK 23/2022 senilai US$375 per ton menjadi US$200 per ton.

Dengan perubahan tarif pungutan dan bea keluar tersebut, ia menilai biaya-biaya yang harus dibayar eksportir CPO secara keseluruhan bakal lebih rendah ketimbang saat ini. (rig)

Baca Juga: Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B
Topik : PMK 98/2022, tarif bea keluar, minyak kelapa sawit, CPO, menkeu sri mulyani, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

NIK Sebagai NPWP, Pemerintah Siapkan Mitigasi Kebocoran Data WP

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

NIK Sebagai NPWP Permudah DJP Awasi Wajib Pajak

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:30 WIB
PMK 123/2022

Pemerintah Revisi Aturan Soal Bea Keluar CPO, Simak Perinciannya

berita pilihan

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Anda Cuan Banyak Tahun Ini? Ingat, Angsuran PPh 25 Bisa Dinaikkan DJP

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PMK 112/2022

NIK Jadi NPWP, Bayi Lahir Sudah Menanggung Pajak? Simak Penjelasan DJP

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:45 WIB
PER-11/PJ/2022

Aturan Baru Faktur Pajak di PER-11/PJ/2022, Ini Poin-Poin Perubahannya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PER-11/PJ/2022

Ada PER-11/PJ/2022, Simak Contoh Pencantuman Alamat PKP Pembeli

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:00 WIB
KINERJA FISKAL

Posisi Utang Pemerintah Hingga Juli 2022 Capai Rp7.163,12 Triliun

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KOTA SALATIGA

Tekan Kecurangan, Daerah Ini Pasang Tapping Box di 50 Tempat Usaha

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Mengenal Dwelling Time

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Hingga Juli, Pajak Daerah Berbasis Konsumsi Catatkan Kinerja Positif

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:01 WIB
PER-11/PJ/2022

Aturan Soal Faktur Pajak Direvisi, Ketentuan Alamat PKP Pembeli Diubah

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Kasus Pencucian Uang, Ditjen Pajak Sita 6 Aset Milik Tersangka