Fokus
Literasi
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Reformasi Pajak Jilid III, Taxpayer Account Diluncurkan Sebelum 2024

A+
A-
10
A+
A-
10
Reformasi Pajak Jilid III, Taxpayer Account Diluncurkan Sebelum 2024

Staf Ahli Menkeu Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal memaparkan materi dalam webinar internasional bertajuk “Indonesia Tax Administration Reform: Lessons Learnt and Future Direction”, Rabu (26/8/2020).

JAKARTA, DDTCNews – Reformasi pajak jilid III sedang dilakukan Ditjen Pajak (DJP). Salah satu fokus dari reformasi pajak kali ini adalah kemudahan pelayanan wajib pajak dengan basis sistem elektronik.

Staf Ahli Menkeu Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan aplikasi taxpayer account akan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pembaruan sistem inti administrasi pajak atau core tax. Selain kemudahan pelayanan, otoritas berupaya memastikan terpenuhi hak-hak wajib pajak.

Taxpayer account akan menjadi sarana wajib pajak untuk memonitoring haknya sebagai wajib pajak,” katanya dalam webinar internasional bertajuk “Indonesia Tax Administration Reform: Lessons Learnt and Future Direction”, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: Urutin Dokumen, Bukan Urutin yang Lain!

Dengan aplikasi taxpayer account, sambung Yon, setiap wajib pajak dapat melihat seluruh hak dan kewajiban pajaknya mulai dari pemantauan jika ada jadwal pelayanan sampai dengan pemeriksaan atau banding. Wajib pajak juga dapat melihat rekam jejak pelaporan pajak yang sudah dilakukan beserta nilai pajak yang disetor ke kas negara.

Selain itu, taxpayer account juga berfungsi sebagai sarana bagi wajib pajak untuk melakukan pengaduan atau whistleblower jika terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan akun oleh pihak lain. Yon menggambarkan aplikasi taxpayer account menjadi sarana interaksi wajib pajak dengan DJP yang sepenuhnya dilakukan secara digital.

Aplikasi ini akan mulai diuji coba secara penuh pada tahun depan dan prosesnya akan memakan waktu satu sampai dengan dua tahun. Target realistis implementasi taxpayer account setidaknya akan bisa dimanfaatkan wajib pajak pada 2022.

Baca Juga: Kisah Wajib Pajak dan Petugas Pajak Ini Bikin Iri Romeo-Juliet!

"Setidaknya taxpayer account ini bisa diakses sebelum 2024. Kami sedang melakukan proses ini satu hingga dua tahun ke depan,” terang Yon.

Aplikasi taxpayer account, sambungnya, merupakan salah satu hasil dari reformasi pajak jilid III yang ditargetkan rampung pada 2024. Mesin utama dari reformasi ini adalah keandalan sistem informasi DJP berupa core tax system.

Selain memudahkan interaksi antara wajib pajak dengan DJP secara digital, core tax system juga menawarkan sejumlah kemampuan lain yang dapat mendukung kerja otoritas pajak dalam pengumpulan penerimaan penerimaan pajak.

Baca Juga: Webinar Perpajakan.id bagi WP dalam Menghadapi Tahun 2022, Gratis!

Kapabilitas core tax system lainnya antara lain kemampuan proses analisis secara otomatis. Taxpayer account akan terintegrasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk semua proses bisnis yang ada di DJP. Selain itu, core tax system juga menjadi instrumen untuk melakukan kolaborasi dengan kementerian/lembaga lainnya dan pihak ketiga dalam urusan pelayanan dan edukasi.

Sebagai informasi, webinar internasional ini diselenggarakan oleh TERC LPEM FEB UI yang berkolaborasi dengan DDTC Fiscal Research. Simak pula artikel 'Soal Reformasi Administrasi Pajak, Ini Pesan Akademisi dan Praktisi' dan 'Dirjen Pajak: Reformasi Bukan Program Satu Waktu'. (kaw)

Baca Juga: Masih Ragu Ikut PPS? Gabung Diskusi Ini Bersama Pakarnya
Topik : webinar internasional, reformasi perpajakan, taxpayer account , TERC LPEM FEB UI, DDTC

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 13 Desember 2021 | 13:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Tax Center di Kampus Perlu Disinergikan dengan Program Merdeka Belajar

Senin, 13 Desember 2021 | 12:09 WIB
EDUKASI PAJAK

Wujudkan Sistem Pajak Ideal, Peran Riset Tax Center Perlu Ditingkatkan

Senin, 13 Desember 2021 | 11:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Masifkan Edukasi Pajak, Peran Tax Center Perlu Ditingkatkan

Senin, 13 Desember 2021 | 10:30 WIB
EDUKASI PAJAK

Sudah Ada 336 Tax Center, Dirjen Pajak: Jumlahnya Masih Bisa Bertambah

berita pilihan

Senin, 17 Januari 2022 | 18:07 WIB
PMK 227/2021

PMK Baru! Sri Mulyani Atur Lagi Pengendalian Gratifikasi di Kemenkeu

Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI

Apa Itu SPT Masa Bea Meterai?

Senin, 17 Januari 2022 | 17:21 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Tak Lunasi Tunggakan, Tanah Milik Wajib Pajak di Jateng Disita DJP

Senin, 17 Januari 2022 | 17:17 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Beban Ditjen Pajak Bertambah Terus, Coretax System Mutlak Diperlukan

Senin, 17 Januari 2022 | 17:00 WIB
INGGRIS

Perusahaan Leasing Peringatkan Pemilik Kendaraan Soal Tarif Cukai

Senin, 17 Januari 2022 | 16:30 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Negara Uni Eropa Punya 3 Skema Adopsi Pajak Minimum Global, Apa Saja?

Senin, 17 Januari 2022 | 16:25 WIB
CERITA DAN HUMOR PAJAK

Urutin Dokumen, Bukan Urutin yang Lain!

Senin, 17 Januari 2022 | 16:00 WIB
ANGKA KEMISKINAN

BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang