Berita
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Review
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 22 Juli 2020 | 11:59 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Komunitas
Rabu, 05 Agustus 2020 | 10:05 WIB
DDTC PODTAX
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:01 WIB
MADONNA:
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase

Pewaris Bisnis Walt Disney Minta Dikenai Pajak Lebih Tinggi

A+
A-
0
A+
A-
0
Pewaris Bisnis Walt Disney Minta Dikenai Pajak Lebih Tinggi

Pewaris bisnis Walt Disney, Abigail Disney. Abigail bersama 82 miliuner lainnya meminta pemerintah memungut pajak lebih besar bagi orang-orang kaya. (Foto: Frederick M.Brown/Getty Images

CALIFORNIA, DDTCNews—Sejumlah orang-orang kaya di dunia yang tergabung dalam kelompok 83 mendesak pemerintah untuk meningkatkan pungutan pajak bagi kelompok paling sejahtera dalam struktur masyarakat.

Desakan itu dituangkan melalui sepucuk surat terbuka yang berisikan seruan perubahan kebijakan pajak permanen bagi orang kaya. Menurut mereka, pungutan pajak kekayaan merupakan kebijakan strategis untuk membantu pemerintah mengatasi dampak pandemi Covid-19.

"Ketika Covid-19 menyerang dunia, kita memiliki peran yang sangat penting dalam memulihkan dunia," tulis surat terbuka para miliuner dikutip Selasa (14/7/2020).

Baca Juga: Orientasi Pajak Digital Perlu Diubah, Ini Alasan Negosiator Top AS

Pewaris bisnis Walt Disney, Abigail Disney dan Jerry Greenfield selaku pendiri manufaktur makanan asal AS menjadi salah satu miliuner yang menandatangani surat terbuka untuk mendukung kenaikan pajak untuk orang kaya tersebut.

Surat tersebut juga diteken oleh orang-orang kaya di belahan negara lainnya, seperti sutradara film asal Inggris Richard Curtis, dan pendiri ritel raksasa Warehouse Group asal Selandia Baru, Sir Stephen Tindall.

Kelompok orang 'tajir' menyatakan mereka tidak mampu untuk merawat orang sakit atau mengendarai mobil Ambulance untuk membawa orang ke rumah sakit. Namun, pundi-pundi uang yang dimiliki akan berguna untuk pemulihan sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Kasus Pajak Selesai, Model Israel Ini Bayar Denda Pajak Rp21 Miliar

Mereka mengingatkan dampak pandemi terhadap ekonomi akan terasa setidaknya hingga satu dekade ke depan. Hal ini dapat mendorong lebih dari 500 juta penduduk di seluruh dunia kembali terjerembab ke dalam kemiskinan.

"Kenaikan pajak kepada orang kaya dan transparansi pajak internasional merupakan hal penting sebagai solusi jangka panjang. Pemerintah bertanggung jawab dalam mengumpulkan dana tersebut dan membelanjakannya secara adil," terang surat para miliuner.

Dilansir dari BBC News, surat para jutawan dikoordinasikan oleh banyak lembaga seperti Oxfam, Patriotic Millionaires, Human Act, Tax Justice UK, Club of Rome, Resource Justice, dan Bridging Ventures.

Baca Juga: Opsi Kenaikan Tarif Pajak Orang Kaya Belum Dilirik

Rilis surat terbuka ini juga dimaksudkan sebagai pesan kepada para pemimpin dunia, yakni menjelang pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara G20 pada akhir pekan ini. (rig)

Topik : amerika serikat, walt disney, pajak orang kaya, abigail disney, selebriti
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 03 Juni 2020 | 10:29 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 28 Mei 2020 | 13:28 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 13:46 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:40 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:35 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:30 WIB
KABUPATEN BANDUNG
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:10 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:02 WIB
STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:34 WIB
KINERJA EKONOMI KUARTAL II/2020
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:15 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 05 Agustus 2020 | 16:24 WIB
PMK 89/2020