Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Permintaan Audit Tidak Direspons, Philadelphia Gugat Uber

1
1

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Philadelphia menuntut Uber untuk membuka pembukuannya. Raksasa teknologi ini dituduh berhutang pajak.

Gugatan sudah diajukan ke Pengadilan Umum pada Selasa (7/5/2019). Gugatan itu berupaya untuk mengaudit Uber Technologies Inc. sehingga dapat menjadi penentu apakah perusahaan yang berbasis di San Francisco ini berutang atas pendapatan bisnis kota dan pajak upah dari 2015 hingga 2017.

The City Charter memberi wewenang kepada Departemen Pendapatan untuk melakukan audit terhadap setiap bisnis yang beroperasi di kota,” demikian bunyi penggalan gugatan tersebut, seperti dikutip pada Rabu (8/5/2019).

Baca Juga: Soal Rencana Pemangkasan Pajak Capital Gain, Ini Sikap Terbaru Trump

Gugatan itu muncul setelah Uber mengabaikan permintaan data keuangan dari Departemen Pendapatan. Uber beroperasi di Philadelphia tanpa izin selama beberapa waktu itu. Perusahaan ride-sharing ini tidak disahkan di kota hingga November 2016.

Pemerintah kota juga berupaya untuk mendapatkan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak federal, negara bagian, dan lokal dari Uber. Selain itu, mereka juga berusaha mendapatkan formulir pajak pendapatan karyawan dan informasi pribadi pihak-pihak yang menerima kompensasi nonkaryawan.

“Uber tidak pernah menanggapi dan perusahaan mengabaikan dua permintaan lagi untuk informasi yang dikirim pada bulan September dan Oktober,” imbuh mereka dalam gugatan tersebut.

Baca Juga: Trump Mulai Obral Janji Pemangkasan Tarif Pajak 2.0

Juru Bicara perusahaan Harry Hartfield mengaku tidak pernah menerima permintaan informasi untuk audit sehingga tidak memberi tanggapan. Menurutnya, permintaan yang disebut-sebut dikirim ke San Francisco hilang di ruang surat.

Setelah mengetahui adanya pengajuan gugatan tersebut, pihak perusahaan menghubungi Departemen Pendapatan untuk mematuhi permintaan. Perusahaan berekspektasi gugatan itu akan ditarik segera setelah perusahaan memberikan dokumen.

“Kami senang mendengar bahwa Uber akan mematuhi permintaan audit,” kata Mike Dunn, Juru Bicara Kota, seperti dilansirphilly.com.

Baca Juga: Kandidat Presiden AS Ini Berencana Pungut Pajak Robot

Gugatan itu melampirkan salinan dari tiga surat permintaan informasi untuk audit yang dikirim ke alamat Uber di San Francisco. Salinan slip yang mengonfirmasi penerimaan surat-surat Uber itu juga dilampirkan. Uber tidak mengomentari tuduhan terkait utang pajak.

Pada 2017, menurut catatan Parking Authority, Uber menghasilkan lebih dari U$320 juta di Philadelphia. Gugatan tersebut meminta hakim untuk memerintahkan Uber memberi data keuangan dalam waktu 30 hari dan mengenakan perusahaan US$900 karena gagal mematuhi permintaan informasi kota. (kaw)

Baca Juga: Ini Hasil Kompromi Trump & Macron Soal Pajak Digital

The City Charter memberi wewenang kepada Departemen Pendapatan untuk melakukan audit terhadap setiap bisnis yang beroperasi di kota,” demikian bunyi penggalan gugatan tersebut, seperti dikutip pada Rabu (8/5/2019).

Baca Juga: Soal Rencana Pemangkasan Pajak Capital Gain, Ini Sikap Terbaru Trump

Gugatan itu muncul setelah Uber mengabaikan permintaan data keuangan dari Departemen Pendapatan. Uber beroperasi di Philadelphia tanpa izin selama beberapa waktu itu. Perusahaan ride-sharing ini tidak disahkan di kota hingga November 2016.

Pemerintah kota juga berupaya untuk mendapatkan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak federal, negara bagian, dan lokal dari Uber. Selain itu, mereka juga berusaha mendapatkan formulir pajak pendapatan karyawan dan informasi pribadi pihak-pihak yang menerima kompensasi nonkaryawan.

“Uber tidak pernah menanggapi dan perusahaan mengabaikan dua permintaan lagi untuk informasi yang dikirim pada bulan September dan Oktober,” imbuh mereka dalam gugatan tersebut.

Baca Juga: Trump Mulai Obral Janji Pemangkasan Tarif Pajak 2.0

Juru Bicara perusahaan Harry Hartfield mengaku tidak pernah menerima permintaan informasi untuk audit sehingga tidak memberi tanggapan. Menurutnya, permintaan yang disebut-sebut dikirim ke San Francisco hilang di ruang surat.

Setelah mengetahui adanya pengajuan gugatan tersebut, pihak perusahaan menghubungi Departemen Pendapatan untuk mematuhi permintaan. Perusahaan berekspektasi gugatan itu akan ditarik segera setelah perusahaan memberikan dokumen.

“Kami senang mendengar bahwa Uber akan mematuhi permintaan audit,” kata Mike Dunn, Juru Bicara Kota, seperti dilansirphilly.com.

Baca Juga: Kandidat Presiden AS Ini Berencana Pungut Pajak Robot

Gugatan itu melampirkan salinan dari tiga surat permintaan informasi untuk audit yang dikirim ke alamat Uber di San Francisco. Salinan slip yang mengonfirmasi penerimaan surat-surat Uber itu juga dilampirkan. Uber tidak mengomentari tuduhan terkait utang pajak.

Pada 2017, menurut catatan Parking Authority, Uber menghasilkan lebih dari U$320 juta di Philadelphia. Gugatan tersebut meminta hakim untuk memerintahkan Uber memberi data keuangan dalam waktu 30 hari dan mengenakan perusahaan US$900 karena gagal mematuhi permintaan informasi kota. (kaw)

Baca Juga: Ini Hasil Kompromi Trump & Macron Soal Pajak Digital
Topik : Amerika Serikat, Philadelphia, Uber
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG