KURS PAJAK 17 APRIL 2024 - 23 APRIL 2024

Kurs Pajak Terkini: Rupiah Berlanjut Melemah, Dolar AS Makin Perkasa

Nora Galuh Candra Asmarani | Rabu, 17 April 2024 | 10:41 WIB
Kurs Pajak Terkini: Rupiah Berlanjut Melemah, Dolar AS Makin Perkasa

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Rupiah kembali tertekan untuk patokan pelunasan pajak (kurs beli) terhadap mata uang negara mitra yang berlaku sepekan ke depan.

Mata uang Garuda terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai kurs pajak untuk setiap US$1 ditetapkan senilai Rp15.910 atau naik dari posisi pekan lalu yang berada di angka Rp15.830 per dolar AS.

Rupiah juga masih melemah terhadap dolar Australia. Nilai kurs pajak ditetapkan senilai Rp10.420,53 per dolar Australia atau naik dibandingkan posisi minggu lalu yang berada pada angka Rp10.335,08 per dolar Australia.

Baca Juga:
Termasuk Pajak, 6 Kebijakan UU HKPD Ini Mulai Implementasi pada 2025

Selanjutnya, nilai kurs pajak terhadap mata uang Negeri Jiran ditetapkan senilai Rp3.341,37 per ringgit Malaysia. Kurs pajak tersebut tercatat turun dibandingkan posisi minggu lalu yang bertengger pada angka Rp3.349,69 per ringgit Malaysia.

Sementara itu, rupiah masih tertekan terhadap dolar Singapura. Nilai kurs pajak ditetapkan senilai Rp11.766,12 per dolar Singapura atau naik dari posisi minggu lalu yang berada pada angka Rp11.744,87 per dolar Singapura.

Adapun nilai kurs pajak untuk setiap €1 ditetapkan senilai Rp17.127,21. Kurs pajak terhadap mata uang zona Eropa tersebut terpantau naik dibandingkan posisi pekan lalu yang berada pada angka Rp17.119,60 per euro.

Baca Juga:
Apa Itu Formulir 1721-B1?

Kurs pajak ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 15/KM.10/KF.4/2024. Kurs ini digunakan untuk pelunasan pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan bea masuk.

Berikut kurs pajak periode 17 April 2024 - 23 April 2024 selengkapnya:

No Mata Uang Nilai Perubahan
1 Dolar Amerika Serikat (USD) 15.910,00 80,00
2 Dolar Australia (AUD) 10.420,53 85,45
3 Dolar Kanada (CAD) 11.648,44 -22,13
4 Kroner Denmark (DKK) 2.295,89 0,37
5 Dolar Hongkong (HKD) 2.030,60 7,42
6 Ringgit Malaysia (MYR) 3.341,37 -8,32
7 Dolar Selandia Baru (NZD) 9.547,75 61,45
8 Kroner Norwegia (NOK) 1.474,85 7,41
9 Poundsterling Inggris (GBP) 20.006,77 13,79
10 Dolar Singapura (SGD) 11.766,12 21,25
11 Kroner Swedia (SEK) 1.488,27 -1,22
12 Franc Swiss (CHF) 17.500,33 -47,84
13 Yen Jepang (JPY) 10.422,15 -32,71
14 Kyat Myanmar (MMK) 7,57 0,04
15 Rupee India (INR) 190,97 1,07
16 Dinar Kuwait (KWD) 51.515,94 53,59
17 Rupee Pakistan (PKR) 58,20 1,27
18 Peso Philipina (PHP) 281,52 0,22
19 Riyal Saudi Arabia (SAR) 4.241,13 20,54
20 Rupee Sri Lanka (LKR) 53,32 0,75
21 Baht Thailand (THB) 436,51 1,59
22 Dolar Brunei Darussalam (BND) 11.737,00 -3,93
23 Euro Euro (EUR) 17.127,21 7,61
24 Yuan Renminbi Tiongkok (CNY) 2.193,40 11,54
25 Won Korea (KRW) 11,64 -0,13

Note: untuk JPY adalah Nilai Rupiah per 100 (sap)


Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB KAMUS PPH

Apa Itu Formulir 1721-B1?

BERITA PILIHAN
Rabu, 29 Mei 2024 | 19:30 WIB KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Sebut Pencairan Dana JETP Berpotensi Terkendala, Ini Sebabnya

Rabu, 29 Mei 2024 | 18:01 WIB KAMUS PPH

Apa Itu Formulir 1721-B1?

Rabu, 29 Mei 2024 | 17:45 WIB PERDAGANGAN KARBON

BKF Catat Nilai Transaksi Bursa Karbon Masih Minim, Apa Tantangannya?

Rabu, 29 Mei 2024 | 17:00 WIB KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Relaksasi Lartas, Pengusaha Tekstil Khawatir Gempuran Produk Impor

Rabu, 29 Mei 2024 | 16:32 WIB ADMINISTRASI PAJAK

Coretax DJP, Potensi Pajak dari Tiap WP Bisa Diprediksi Lebih Akurat

Rabu, 29 Mei 2024 | 16:15 WIB PERTUMBUHAN EKONOMI

Kadin Siapkan Whitepaper untuk Dukung Pelaksanaan Visi Misi Prabowo

Rabu, 29 Mei 2024 | 15:00 WIB IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

DJP Sebut UMKM Lebih Untung Buka Usaha di IKN, Ternyata Ini Alasannya