Review
Rabu, 21 April 2021 | 15:36 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 09:49 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 11:54 WIB
ANALISIS PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 09:24 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 April 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 21 APRIL - 27 APRIL 2021
Kamis, 15 April 2021 | 15:25 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 14 April 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 14 APRIL - 20 APRIL 2021
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pengenaan Pajak Kekayaan Diusulkan Masuk dalam RUU Baru

A+
A-
0
A+
A-
0
Pengenaan Pajak Kekayaan Diusulkan Masuk dalam RUU Baru

Ilustrasi. (DDTCNews)

WASHINGTON D.C., DDTCNews – Anggota Partai Demokrat di Kongres AS dan Senat AS mengusulkan pengenaan pajak kekayaan atas orang kaya dalam rancangan undang-undang pajak orang super kaya (Ultra Millionaire Tax Act).

Senator AS Elizabeth Warren mengusulkan pengenaan pajak sebesar 2% atas kekayaan bersih senilai US$50 juta hingga US$1 miliar. Bila kekayaan bersih lebih dari US$1 miliar, lanjutnya, akan ada pajak tambahan dengan tarif 1%.

"Pajak kekayaan harus menjadi prioritas mengingat kebijakan stimulus ekonomi yang diusung pemerintah memerlukan dana yang amat besar," katanya dalam keterangan resmi, seperti dilansir cnn.com, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Dukung Seruan Amerika Serikat Soal Pajak Minimum Global

Menurut Warren, dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi belanja perluasan cakupan jaminan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan belanja-belanja lain yang diprioritaskan oleh Presiden AS Joe Biden dan anggota Kongres AS dari Partai Demokrat.

Dengan skema tarif yang diusung oleh Warren, diperkirakan akan 100.000 rumah tangga yang harus menanggung pajak tersebut. Potensi penerimaan dari pajak kekayaan versi Warren diprediksi senilai US$3 triliun atau setara dengan Rp42.972 triliun.

Perlu dicatat, Warren sesungguhnya sudah sejak lama mengusulkan pengenaan pajak kekayaan. Dua tahun lalu, Warren memperkirakan pengenaan pajak kekayaan hanya akan menghasilkan tambahan penerimaan sejumlah US$2,75 triliun dan berdampak atas 75.000 rumah tangga.

Baca Juga: Ganggu Investasi, Negara Ini Tolak Proposal Pajak Minimum Global

Warren mengatakan estimasi penerimaan dari pajak kekayaan yang disampaikannya pada 2021 lebih tinggi dari yang sempat disampaikan pada 2 tahun lalu karena meningkatnya kekayaan orang-orang kaya selama 2 tahun terakhir.

Meski pandemi Covid-19 menekan perekonomian, ia menilai orang kaya tetap mampu menjaga penghasilannya sepanjang tahun dan justru mengakumulasi kekayaannya berkat pasar saham yang valuasinya terus meningkat di tengah pandemi.

Hal tersebut pun mempertegas ketimpangan kekayaan dan akses di AS. Banyak masyarakat kelas menengah dan miskin yang justru terkena PHK di tengah pandemi Covid-19 dan kesulitan mencari pekerjaan baru. (rig)

Baca Juga: Banjir Protes, Uni Eropa Pastikan Tetap Terapkan Pajak Karbon

Topik : amerika serikat, pajak kekayaan, kebijakan pajak, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 19 April 2021 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Minggu, 18 April 2021 | 15:01 WIB
ARGENTINA
Minggu, 18 April 2021 | 13:01 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 17 April 2021 | 10:01 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Kamis, 22 April 2021 | 17:57 WIB
TUNJANGAN HARI RAYA
Kamis, 22 April 2021 | 17:37 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Kamis, 22 April 2021 | 17:15 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 17:00 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 16:47 WIB
KINERJA APBD
Kamis, 22 April 2021 | 16:45 WIB
KABUPATEN BEKASI
Kamis, 22 April 2021 | 16:25 WIB
INSENTIF PPnBM
Kamis, 22 April 2021 | 16:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 22 April 2021 | 16:05 WIB
KINERJA FISKAL