Fokus
Reportase
Perpajakan.id

Pajak Tinggi Tak Mampu Seret Elon Musk dari Posisi Orang Terkaya Dunia

A+
A-
0
A+
A-
0
Pajak Tinggi Tak Mampu Seret Elon Musk dari Posisi Orang Terkaya Dunia

Foto: bbc.com

NEW YORK, DDTCNews – Kabar baru datang dari orang terkaya di dunia, Elon Musk. Tahun 2022 ini, Musk disebut-sebut akan semakin bertambah kaya.

Nominal pajak jumbo yang dibayarkan Musk pada tahun lalu tidak ampuh menyeret Elon dari puncak klasemen orang terkaya dunia. Menurut daftar Forbes' Real-Time Billionaires, Elon masih menduduki posisi wahid dengan total kekayaan US$ 277 miliar, setara Rp 3.954 triliun.

Salah seorang analis menyampaikan jika laporan tahunan Tesla tahun ini akan menunjukkan angka yang kuat. Imbasnya tentu saja Musk akan ikut kebanjiran miliaran dolar dari sahamnya di Tesla.

Baca Juga: Di Negara Ini, Unggah Bukti Transaksi Kena Pajak Bisa Dapat Mobil Baru

"Musk tidak lagi mendapat gaji atau bonus dari Tesla. Sebaliknya, ia menerima opsi saham berdasarkan keuntungan perusahaan dan keadaan pasar," tulis CNN Business, dikutip Jumat (28/1/2022).

Diperkirakan Tesla akan mencapai lima target keuangan pada tahun ini. Hasilnya tak hanya dirasakan Tesla, namun Musk juga akan dapat opsi saham sesuai paket 2018. Jika hasil analisis itu benar, Musk akan memenuhi syarat untuk dapat 4 bagian saham tahun ini.

Dari masing-masing bagian saham tersebut, Musk akan mendapat hak untuk membeli 8,4 juta saham dengan harga murah senilai US$70,01 per saham. Harga saham tersebut sesuai ketika opsi saham pertama kali diberikan pada 2018.

Baca Juga: Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Pada Senin lalu, harga saham ditutup senilai US$930. Itu berarti setiap bagian opsi saham akan bernilai US$7,3 miliar dan semua bagian saham yang didapat Musk akan berjumlah US$36,3 miliar.

Namun, dari banyaknya opsi saham yang diterima, nampaknya Musk tak akan membayar pajak hingga 5 tahun mendatang. Hal ini dikarenakan pajak hanya dikenakan pada saat Musk menggunakan opsinya dan membeli saham tambahan. Jika demikian, Musk mungkin baru akan melakukan hal tersebut ketika masa opsi akan berakhir.

Pada 2021 lalu, Musk disematkan sebagai pembayar pajak dengan nominal pajak terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat. Jumlah pajak yang harus dibayar Musk mencapai US$12 miliar atau setara Rp172 triliun. Simak ‘Elon Musk Didapuk Jadi Pembayar Pajak dengan Nominal Terbesar di AS’. (sap)

Baca Juga: Oleh-oleh Jokowi dari Space X, Elon Musk Bakal ke Indonesia Akhir 2022

Topik : pajak internasional, pajak kekayaan, Elon Musk, capital gains tax, pajak atas saham, Tesla

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

berita pilihan

Senin, 16 Mei 2022 | 16:00 WIB
PER-19/PJ/2021

Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 15:30 WIB
PER-19/PJ/2021

Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 14:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Pengecualian Ketentuan Faktur Pajak yang Dibuat PKP Pedagang Eceran

Senin, 16 Mei 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Evaluasi Aturan Pajak dari Luar Daerah Pabean

Senin, 16 Mei 2022 | 13:00 WIB
CHINA

Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Senin, 16 Mei 2022 | 12:55 WIB
DATA PPS HARI INI

4,5 Bulan PPS Berjalan, Harta WP yang Diungkap Tembus Rp86,7 Triliun

Senin, 16 Mei 2022 | 12:30 WIB
KAMUS CUKAI

Apa Itu Pagu Penundaan dalam Pembayaran Cukai?

Senin, 16 Mei 2022 | 12:00 WIB
CALL FOR PAPER DJP 2022

DJP Adakan Lomba Penulisan Makalah dengan Total Hadiah Rp52,5 Juta

Senin, 16 Mei 2022 | 11:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Menginput Nomor Seri Faktur Pajak di e-Faktur Versi 3.2