Fokus
Literasi
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:11 WIB
CUKAI (18)
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Ogah Bayar, Tevez Gugat Pajak Kekayaan ke Pengadilan

A+
A-
0
A+
A-
0
Ogah Bayar, Tevez Gugat Pajak Kekayaan ke Pengadilan

Mantan pemain sepak bola top Eropa yang saat ini bermain untuk Boca Juniors, Carlos Tevez. Ia menolak membayar pajak kekayaan karena menganggap pajak kekayaan yang dikenakan kepadanya melanggar konstitusi Argentina(Foto: AFP/Getty Images/irishmirror.ie)

BUENOS AIRES, DDTCNews - Mantan pemain sepak bola top Eropa yang saat ini bermain untuk Boca Juniors, Carlos Tevez, tak mau membayar pajak kekayaan yang dikenakan oleh Pemerintah Argentina.

Melalui kuasa hukumnya, Tevez mengajukan gugatan ke pengadilan agar dirinya tak perlu membayar pajak kekayaan yang baru dikenakan oleh Argentina tahun ini tersebut.

"Pajak kekayaan yang dikenakan oleh Argentina ini melanggar konstitusi Argentina," ujar kuasa hukum Carlos Tevez, Juan Carlos Nicolini, seperti dikutip Senin (19/4/2021).

Baca Juga: Data Pajak Dirilis, Wacana Pajak Kekayaan Kembali Mengemuka

Ketika ditanya lebih lanjut, Nicolini tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. Meski demikian, Nicolini mengatakan terdapat lebih dari 100 orang kaya lainnya yang mengajukan gugatan agar mendapatkan pengecualian (court injunction) dari kewajiban membayar pajak kekayaan.

Seperti diketahui, Argentina mengesahkan pengenaan pajak kekayan pada tahun lalu. Pajak tersebut hanya dikenakan 1 kali sebagai upaya pemerintah untuk mengumpulkan dana guna penanganan pandemi Covid-19.

Pajak ini berlaku atas wajib pajak dengan kekayaan sebesar lebih dari ARS200 juta atau kurang lebih sebesar Rp31,2 miliar. Dengan threshold tersebut, diperkirakan ada sekitar 12.000 orang yang harus membayar pajak kekayaan ini.

Baca Juga: Banyak WP Belum Bayar Pajak Kekayaan, Otoritas Ancam Bekukan Rekening

Berdasarkan beleid pajak kekayaan tersebut, orang kaya wajib membayar pajak kekayaan dengan tarif sebesar 2,25% dan 5,25%. Apabila harta yang dimaksud adalah harta yang ditempatkan di Argentina, tarif pajak kekayaan yang dikenakan sebesar 3,5%.

Adapun atas kekayaan yang ditempatkan di luar negeri, tarif pajak kekayaan naik menjadi 5,25%. Ketika disahkan, parlemen memperkirakan pajak kekayaan bakal bisa meningkatkan penerimaan hingga ARS300 miliar.

Meski demikian, seperti dilansir batimes.com.ar, hingga Maret 2021 pajak kekayaan yang berhasil dikumpulkan otoritas pajak Argentina hanya sebesar ARS6,1 miliar, sangat jauh dari target. (Bsi)

Baca Juga: Penerimaan Pajak Kekayaan Sudah 74% dari Target

Topik : carlos tevez, pajak kekayaan, boca juniors
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 06 Januari 2021 | 12:16 WIB
BOLIVIA
Jum'at, 18 Desember 2020 | 10:53 WIB
UNI EROPA
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:30 WIB
SELANDIA BARU
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:16 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:30 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:18 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:55 WIB
KEKAYAAN NEGARA
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:48 WIB
LAYANAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:07 WIB
PMK 56/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA