JAKARTA, DDTCNews - Seluruh peserta magang yang tergabung dalam DDTC Executive Internship Program kembali diajak untuk mengikuti Collaborative Discussion, Jumat (30/1/2026). Tema yang diusung dalam sesi diskusi kolaboratif kali ini cukup menarik, yakni Time Management: The Foundation of Productivity and Well-Being.
Sesi Collaborative Discussion kali ini diikuti oleh 11 peserta magang dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai pengelolaan waktu sebagai fondasi produktivitas dan keseimbangan kerja.
"Kita perlu memahami pentingnya time management dalam dunia kerja, termasuk bagaimana optimalisasi waktu tidak hanya berarti bekerja lebih keras, tetapi juga bekerja lebih cerdas dengan memiliki tujuan yang jelas serta fokus pada hasil," kata Head of Human Capital DDTC Adinda Nur Larasati saat memaparkan materi di hadapan peserta magang.
Kepada intern, Adinda juga mengenalkan berbagai teknik pengelolaan waktu yang dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja dan pengambilan prioritas.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya dan berbagi pandangan selama sesi berlangsung. Setelah pemaparan materi, peserta melakukan refleksi diri secara individual dengan menjawab beberapa pertanyaan terkait kebiasaan pengelolaan waktu yang selama ini mereka terapkan.
Hasil refleksi tersebut kemudian dibagikan dalam sesi sharing untuk saling bertukar pengalaman dan pembelajaran.
"Kegiatan ini diharapkan dapat membekali peserta magang membangun kebiasaan mengelola waktu secara lebih terstruktur dan bijak sehingga dapat menjalani aktivitas kerja dengan lebih tertata, efektif, dan bertanggung jawab," kata Adinda.
Peserta magang pun merespons positif kegiatan Collaborative Discussion ini.
Salah satu peserta magang, Yana Yosiyana yang berasal dari Prodi Akuntansi Perpajakan Universitas Padjadjaran mengaku memperoleh pandangan baru mengenai pentingnya time management dalam bekerja. Bahkan, dia merasa ilmu yang diperolehnya dari sesi ini bisa diterapkan di pekerjaannya sehari-hari.
"Saya mendapat berbagai ‘hacks’ dalam mengatur prioritas seperti priority matrix, kanban, dan time blocking, hingga metode lain yang disesuaikan dengan preferensi individu. Sesi ini terasa sangat seru dan insightful!" kata Yana yang saat ini bekerja di bawah tim DDTC Fiscal Research & Advisory.
Intern lainnya, Alvin Benedict Ezekiel Ginting yang berasal dari Prodi Perpajakan Universitas Brawijaya juga sepakat dengan Yana. Menurutnya, sesi Collaborative Discussion hari ini memberikan dorongan baginya agar bisa lebih bijak dalam membagi waktu, terutama di lingkungan pekerjaan.
"Hal ini makin diperkuat dengan sesi sharing mengenai pengalaman dalam permasalahan manajemen waktu dan apa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sesi sharing yang telah dilaksanakan memberikan insight untuk diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari khususnya pekerjaan," kata Alvin yang kini bertugas di DDTC Consulting 2.
Sebagai informasi, Collaborative Discussion merupakan agenda rutin yang khusus digelar untuk seluruh peserta magang di DDTC. Program pemagangan di DDTC memberikan beberapa keuntungan bagi para pesertanya, seperti remunerasi di atas rata-rata, fasilitas serupa dengan karyawan tetap, pekerjaan yang menantang dan analitis, peluang belajar langsung dari para ahli, dan akses pada perpustakaan pajak terlengkap.
Peserta DDTC Executive Internship Program juga mendapat golden ticket untuk menjadi profesional DDTC. Selama masa magang, peserta juga berpeluang berpartisipasi mengikuti berbagai kursus di DDTC Academy dan mendapat sertifikat. Peserta juga mendapat akses ke Perpajakan DDTC. (sap)
