BANGKOK, DDTCNews - Departemen Cukai Thailand meluncurkan sistem digital yang berfungsi sebagai jalur cepat (fast track) bagi masyarakat yang ingin membawa pulang anggur (wine) dari luar negeri sebagai oleh-oleh.
Melalui sistem online ini, penumpang pesawat bisa menjalankan kewajiban perpajakannya secara lebih cepat dan praktis. Kepala Departemen Bea dan Cukai Thailand Pornchai Thiraveja mengatakan sistem tersebut dikembangkan bersama Departemen Kepabeanan sehingga data penumpang pesawat internasional dapat diakses secara realtime.
"Integrasi ini memastikan proses perpajakan tidak hanya cepat, tetapi juga lebih transparan dan akurat," ujarnya, dikutip pada Sabtu (21/2/2026).
Pornchai menjelaskan masyarakat dapat mendeklarasikan dan membayar cukai atas impor hingga 10 liter wine melalui sistem fast track. Masyarakat bisa mengakses sistem digital itu melalui platform online bahkan sebelum tiba di Thailand.
Dengan begitu, masyarakat tidak perlu antre di konter kepabeanan dan cukai di bandara.
Sistem ini memungkinkan masyarakat selaku importir memasukkan detail wine sehingga sistem secara otomatis akan menghitung cukai, pajak daerah, serta jaminan kesehatan dan sosial yang relevan.
Dilansir nationalthailand.com, setelah pembayaran cukai diterima negara, para wisatawan cukup menunjukkan bukti pembayaran yang tertera di Red Channel (jalur kepabeanan untuk penumpang pesawat) dalam rangka memverifikasi tanda terima digital mereka oleh petugas. Kemudian, penumpang dapat mengambil stempel resmi Departemen Cukai untuk dibubuhkan pada botol wine mereka.
Layanan fast track ini akan diluncurkan pertama kali di Bandara Suvarnabhumi, lalu diikuti dengan bandara-bandara besar lainnya seperti Bandara Don Mueang, Chiang Mai, dan Phuket. (dik)
