Fokus
Reportase
Perpajakan.id

Lawan Diabetes, Cukai Minuman Berpemanis Jadi Jurus Pemerintah

A+
A-
0
A+
A-
0
Lawan Diabetes, Cukai Minuman Berpemanis Jadi Jurus Pemerintah

Ilustrasi.

ABUJA, DDTCNews – Pemerintah Nigeria bersama sejumlah koalisi kesehatan menandatangani kesepakatan pemanfaatan penerimaan cukai atas minuman berpemanis untuk pencegahan penyakit kanker dan diabetes. Pungutan cukai atas minuman berkarbonasi dan berpemanis menjadi kompensasi atas bahaya kesehatan yang ditimbulkan.

Ketua Masyarakat Kanker Nigeria, Alhassan Umar, menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang mengalokasikan penerimaan dari cukai untuk pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular.

"Sebagai advokat, kami akan terus mengadvokasi penggunaan dana yang tepat untuk langkah-langkah pencegahan utama penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, kanker, dan penyakit lainnya," ujar Umar dikutip punching.com, Sabtu (15/1/2022).

Baca Juga: Di Negara Ini, Unggah Bukti Transaksi Kena Pajak Bisa Dapat Mobil Baru

Kebijakan cukai atas minuman berpemanis diterapkan setelah koalisi kesehatan mengajukan petisi kepada Menteri Keuangan. Isinya berupa desakan kepada pemerintah untuk melanjutkan pengenaan pajak atau cukai terhadap minuman berkarbonasi dan berpemanis.

Desakan tersebut ternyata membuahkan hasil. Pada awal 2022 ini, Menteri Keuangan Nigeria Zainab Ahmed mengumumkan pengenaan cukai atas minuman nonalkohol, berkarbonasi, dan berpemanis. Cukai dikenakan terhadap ketiga jenis minuman tersebut dengan tarif NGN10 atau Rp349,03 per liter.

Ahmed menambahkan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk mendanai pengeluaran penting termasuk bidang kesehatan. Asosiasi kesehatan pun mendukung keputusan pemerintah yang dinilai melindungi warganya dari bahaya minuman berpemanis.

Baca Juga: Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Pemerintah mencatat, penyakit tidak menular seperti kanker dan diabetes menyebabkan 1 dari 3 kematian di Nigeria. Penyakit tidak menular juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kematian di usia muda dan hilangnya produktivitas ekonomi. (vallencia/sap)

Topik : pajak internasional, cukai, cukai minuman berpemanis, Nigeria, bea cukai

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

berita pilihan

Senin, 16 Mei 2022 | 16:00 WIB
PER-19/PJ/2021

Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 15:30 WIB
PER-19/PJ/2021

Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 14:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Pengecualian Ketentuan Faktur Pajak yang Dibuat PKP Pedagang Eceran

Senin, 16 Mei 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Evaluasi Aturan Pajak dari Luar Daerah Pabean

Senin, 16 Mei 2022 | 13:00 WIB
CHINA

Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Senin, 16 Mei 2022 | 12:55 WIB
DATA PPS HARI INI

4,5 Bulan PPS Berjalan, Harta WP yang Diungkap Tembus Rp86,7 Triliun

Senin, 16 Mei 2022 | 12:30 WIB
KAMUS CUKAI

Apa Itu Pagu Penundaan dalam Pembayaran Cukai?

Senin, 16 Mei 2022 | 12:00 WIB
CALL FOR PAPER DJP 2022

DJP Adakan Lomba Penulisan Makalah dengan Total Hadiah Rp52,5 Juta

Senin, 16 Mei 2022 | 11:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Menginput Nomor Seri Faktur Pajak di e-Faktur Versi 3.2