DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR

Pakai Pendanaan Intragrup Perusahaan? Pahami Aspek Transfer Pricingnya

DDTC Academy
Rabu, 06 Mei 2026 | 12.05 WIB
Pakai Pendanaan Intragrup Perusahaan? Pahami Aspek Transfer Pricingnya

DALAM Global Financial Stability Report edisi April 2026 yang dirilis International Monetary Fund (IMF) tergambar bahwa konflik geopolitik memicu kenaikan inflasi, mendorong ekspektasi suku bunga, dan pada akhirnya meningkatkan imbal hasil obligasi serta volatilitas pasar keuangan.

Konflik telah menghentikan reli pasar saham global yang selama setengah tahun terakhir didukung oleh peningkatan profitabilitas perusahaan di berbagai sektor, lonjakan belanja modal perusahaan teknologi global besar dalam bidang artificial intelligence (AI), dan sentimen investor yang bagus.

IMF, masih dalam laporan tersebut, menyatakan volatilitas di pasar saham dan obligasi meningkat. Dengan adanya penguatan dolar AS, aset dan mata uang negara berkembang juga terdampak cukup besar, terutama di negara-negara pengimpor komoditas.

Kenaikan harga energi telah mendorong peningkatan ekspektasi inflasi rata-rata dalam dua tahun ke depan. Selain itu, investor memperkirakan bank sentral akan memperketat kebijakan (tightening policies) sehingga ada ekspektasi kenaikan suku bunga.

Seiring dengan kenaikan suku bunga jangka pendek, imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang juga meningkat. Situasi ini didorong oleh tekanan inflasi serta premi risiko jangka panjang yang lebih tinggi akibat kekhawatiran fiskal.

Penurunan simultan pada pasar saham dan obligasi jangka panjang di negara-negara G-4 (Jepang, Kawasan Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat) menunjukkan melemahnya peran obligasi tersebut sebagai safe haven pascapandemi.

Setelah koreksi yang terjadi di berbagai kelas aset akibat konflik, IMF melihat kondisi keuangan global menjadi lebih ketat. Namun, IMF melihat kondisinya tidak seketat pada guncangan global sebelumnya dan masih relatif akomodatif dibandingkan standar historis.

IMF memproyeksi makin lama konflik berlangsung, makin besar kemungkinan pengetatan keuangan global sehingga meningkatkan risiko. Meskipun likuiditas cukup, risiko stabilitas keuangan pada akhirnya dapat mengerek biaya pinjaman eksternal (bank, pasar obligasi, atau instrumen lainnya).

Berpijak dari laporan IMF tersebut, di tengah lanskap keuangan global yang masih diliputi ketidakpastian dan risiko, pemanfaatan sumber pendanaan internal sering menjadi alternatif yang dilirik, bahkan sebagai prioritas utama. Terlebih, biaya dari pendanaan eksternal cenderung makin mahal, langka, dan tidak stabil.

Dengan skema intragroup financing, perusahaan multinasional mempunyai alternatif pendanaan dari entitas afiliasi yang memiliki kelebihan likuiditas atau berfungsi sebagai investment atau treasury center dalam grup. Karakteristik dari tiap jenis transaksi keuangan harus dipahami.

Beberapa skema intragroup financing antara lain pinjaman internal (intercompany loan), penjaminan pinjaman (credit guarantee), dan cash pooling. Ada juga beberapa skema transaksi keuangan lease financing, captive insurance, hedging, dan lainnya.

Namun demikian, pemanfaatan intragroup financing harus tetap memperhatikan implikasi pajaknya, terutama menyangkut penentuan harga transfer (transfer pricing). Perusahaan harus menerapkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha (PKKU).

Dengan demikian, perusahaan dapat membuktikan tidak ada manipulasi transfer pricing dalam transaksi. Apalagi, salah satu indikasi risiko transfer pricing yang digunakan untuk pemeriksaan pajak adalah adanya transaksi intragrup.

Dengan demikian, dibutuhkan pemahaman yang tepat tentang aspek transfer pricing transaksi keuangan intragrup. Tanpa itu, maraknya transaksi keuangan intragrup masih menyisakan risiko koreksi, sanksi, bahkan sengketa.

Ingin mendapatkan pemahaman yang tepat? Ikuti exclusive seminar DDTC Academy bertajuk Aspek Transfer Pricing Transaksi Keuangan Intragrup: Membangun Ketepatan Penerapan Prinsip Kewajaran dan Mitigasi Risiko Pajak dalam Transaksi Keuangan Intragrup.

Program ini akan digelar pada Rabu, 13 Mei 2026, Pukul 09.30-15.30 WIB di Menara DDTC. Pemateri dalam exclusive seminar kali ini adalah profesional DDTC yang berpengalaman pada bidang transfer pricing, terutama terkait dengan transaksi keuangan intragrup.Mereka adalah Senior Manager of DDTC Consulting Muhammad Putrawal Utama, S.E., ADIT., BKP. dan Senior Specialist of DDTC Consulting Andini Soraya, S.I.A., BKP..

Dapatkan pengalaman belajar langsung dari kedua pembicara yang telah mengantongi sertifikasi transfer pricing dari Chartered Institute of Taxation (CIOT), Inggris. Salah satu pembicara bahkan sudah mengantongi gelar Advanced Diploma in International Taxation (ADIT) dari CIOT, Inggris.

Dalam seminar ini, peserta akan memperoleh pemahaman komprehensif, mulai dari gambaran umum transaksi keuangan intragrup, penerapan PKKU, hingga analisis mendalam atas transaksi pinjaman dan skema lainnya seperti cash pooling, financial guarantee, captive insurance, dan hedging.

Selain itu, peserta juga akan mempelajari aspek lainnya, seperti identifikasi karakterisasi pinjaman, analisis kelayakan kredit, pencarian data pembanding, serta dampak transisi JIBOR ke IndONIA dalam penentuan suku bunga yang wajar.

Sebagai informasi, perubahan suku bunga acuan dari sebelumnya Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) menjadi Indonesia Overnight Index Average (IndONIA) merupakan perkembangan terbaru yang perlu untuk diperhatikan. Pemateri akan mengulasnya dalam exclusive seminar ini.

Berikut ini fasilitas yang akan diberikan untuk peserta.

  • Modul hardcopy
  • Modul b/w softcopy pada dashboard peserta di situs web DDTC Academy tanpa batas waktu (lifetime) dan versi PDF yang bisa diunduh (hingga 30 Mei 2026)
  • E-certificate of attendance
  • Sesi tanya-jawab interaktif
  • Voucer diskon 20% pembelian buku yang diterbitkan DDTC
  • Akun premium Perpajakan DDTC selama 1 bulan
  • Training kit
  • Snack, makan siang, dan kopi/teh
  • Akses ke DDTC Library

Daftar melalui situs web DDTC Academy sebelum kursi penuh. Ada kesulitan dalam pendaftaran? Hubungi WhatsApp Hotline DDTC Academy 0812-8393-5151 (Minda), email [email protected], atau melalui akun Instagram DDTC Academy (@ddtcacademy).

Anda juga dapat melihat berbagai program yang akan diselenggarakan oleh DDTC Academy pada 2026 melalui booklet bertajuk Rooted, Growing & Trusted.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.