Berita
Kamis, 24 September 2020 | 18:31 WIB
RUU CIPTA KERJA
Kamis, 24 September 2020 | 17:21 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Kamis, 24 September 2020 | 17:11 WIB
INPRES 8/2020
Kamis, 24 September 2020 | 17:06 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Review
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 24 September 2020 | 16:12 WIB
PENELITIAN PERPAJAKAN
Kamis, 24 September 2020 | 14:22 WIB
PAJAK DAERAH (17)
Rabu, 23 September 2020 | 18:42 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 17:04 WIB
TIPS FAKTUR PAJAK
Data & alat
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Kepala BKPM Klaim Investasi di Jawa dan Luar Jawa Kini Makin Merata

A+
A-
0
A+
A-
0
Kepala BKPM Klaim Investasi di Jawa dan Luar Jawa Kini Makin Merata

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz)

JAKARTA, DDTCNews—Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan sebaran realisasi investasi pada semester I/2020 antara di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa kini lebih merata.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan investasi yang merata akan mendorong perbaikan ekonomi di luar Pulau Jawa. Realisasi investasi pada semester I/2020 tercatat Rp402,6 triliun atau 49,3% dari target Rp817,6 triliun.

“(Investasi) di Jawa dan luar Jawa sudah mulai berimbang. Luar Jawa sebesar Rp193,7 triliun atau 48,1%, sementara di Jawa Rp208,9 triliun atau 51,9%,” katanya dalam webinar HSBC Economic Forum, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga: Kabar Gembira! Jokowi Naikkan Tunjangan Jabatan Penilai Pajak

Bahlil menilai realisasi investasi yang merata tersebut menunjukkan investor mulai melirik luar Jawa sebagai tujuan investasi. Hal ini juga tidak terlepas dari masifnya pembangunan infrastruktur di luar Jawa dalam mendukung kegiatan berusaha.

Pembangunan infrastruktur, lanjutnya, menjadi instrumen awal untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di daerah. Dia meyakini realisasi investasi akan semakin merata dari Aceh hingga Papua, tidak lagi berfokus di Pulau Jawa.

"Sudah barang tentu dengan hal ini mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi, termasuk ekonomi kawasan," tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Bidik Biaya Logistik RI Bisa Hemat Rp1,5 Triliun/Tahun

Kendati demikian, Bahlil mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) saat ini tengah menurun. Pada semester I/2020, realisasi PMA tercatat Rp195,6 triliun atau turun 8,1% dari periode yang sama tahun lalu.

Sebaliknya, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp207,020 triliun atau tumbuh 13,2%. Menurut Bahlil, penurunan realisasi PMA tersebut merupakan dampak dari pandemi virus Corona.

Pandemi Corona, sambungnya, telah menjadi tantangan semua negara di dunia. Meski begitu, realisasi PMA Indonesia masih lebih baik ketimbang beberapa negara lainnya yang mengalami penurunan PMA hingga 30%—40%.

Baca Juga: Tekan Emisi Karbon, DPR Sepakati Penerapan Pajak Baru

"Itu artinya kepercayaan investor dari hampir semua negara, khususnya 5 negara besar seperti Singapura, Tiongkok, Jepang, Korea, menganggap Indonesia sebagai tujuan investasi yang positif," ujar Bahlil. (rig)

Topik : kepala bpkm bahlil lahadalia, investasi, pembangunan daerah, tujuan investasi, investasi asing, nasi
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 22 September 2020 | 17:15 WIB
PP 50/2020
Selasa, 22 September 2020 | 16:22 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:39 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Kamis, 24 September 2020 | 18:31 WIB
RUU CIPTA KERJA
Kamis, 24 September 2020 | 17:21 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA
Kamis, 24 September 2020 | 17:11 WIB
INPRES 8/2020
Kamis, 24 September 2020 | 17:06 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 24 September 2020 | 16:49 WIB
PERPRES 94/2020
Kamis, 24 September 2020 | 16:15 WIB
EKOSISTEM LOGISTIK NASIONAL
Kamis, 24 September 2020 | 16:12 WIB
PENELITIAN PERPAJAKAN
Kamis, 24 September 2020 | 15:56 WIB
KERJA SAMA PERPAJAKAN
Kamis, 24 September 2020 | 15:54 WIB
SWISS
Kamis, 24 September 2020 | 15:25 WIB
ADMINISTRASI PAJAK