Berita
Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:45 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL
Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Kamis, 05 Agustus 2021 | 10:30 WIB
KOTA PALEMBANG
Fokus
Literasi
Kamis, 05 Agustus 2021 | 09:00 WIB
RESENSI JURNAL
Rabu, 04 Agustus 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 04 Agustus 2021 | 17:15 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 04 Agustus 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 04 Agustus 2021 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 4 - 10 AGUSTUS 2021
Senin, 02 Agustus 2021 | 17:00 WIB
KMK 43/2021
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Kepala BKF: Resesi Bukan Seperti Hantu yang Tiba-Tiba Datang

A+
A-
3
A+
A-
3
Kepala BKF: Resesi Bukan Seperti Hantu yang Tiba-Tiba Datang

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (tangkapan layar Youtube BKF Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut tanda-tanda resesi ekonomi sudah terlihat sejak awal tahun.

Febrio mengatakan tanda-tanda resesi bahkan sudah terlihat sejak kuartal I/2020. Saat itu pertumbuhan ekonomi melambat 2,97%. Kemudian, pada kuartal II/2020, pertumbuhan ekonomi -5,32%. Pada kuartal III/2020, pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi -2,9% hingga -1%.

“Kalau resesi, ya sudah resesi. Resesi ini bukan sesuatu yang seperti hantu, tiba-tiba datang lalu kita kaget. Resesi ini perlambatan kegiatan ekonomi keseluruhan,” katanya melalui konferensi video, Jumat (25/9/2020).

Baca Juga: Keluar dari Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2021 Capai 7,07%

Febrio menjelaskan resesi secara teknis adalah ketika pertumbuhan ekonomi minus selama dua kuartal berturut-turut. Oleh karena itu, pemerintah tetap harus menunggu pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Meski demikian, gejala perlambatan ekonomi bisa langsung terlihat sejak awal tahun ini. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama satu dekade yang selalu di atas 5%. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2020 akan lebih baik. Dia juga optimistis ekonomi semakin baik pada 2021.

Untuk tahun depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi antara 4,5% hingga 5,5%. Berbagai strategi pemulihan ekonomi juga tetap berlanjut, seperti program jaring pengaman sosial hingga dukungan dunia usaha.

Baca Juga: Pajak Transaksi Elektronik Tidak Akan Diterapkan? Ini Kata BKF

"Memang bukan tanpa kerja keras. Kami harus melakukan berbagai policy untuk membuat perekonomian semakin kuat dan pulih," ujarnya.

Febrio menilai ekonomi Indonesia masih lebih baik ketimbang negara-negara lain. Dia merujuk proyeksi Bank Dunia yang menyebut sekitar lebih dari 92% negara di dunia akan mengalami krisis ekonomi.

Menurutnya, Indonesia masuk di antara 8% negara yang selamat dari krisis karena kontraksi ekonominya cenderung ringan. (kaw)

Baca Juga: Keluar dari Middle Income Trap, Perlu Peningkatan Penerimaan Pajak

Topik : resesi, perekonomian Indonesia, PDB, virus Corona, BKF, Kemenkeu

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 13 Juli 2021 | 12:03 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Insentif Pajak Diperpanjang, Tren Pemulihan Ekonomi Diyakini Berlanjut

Jum'at, 09 Juli 2021 | 16:35 WIB
KINERJA FISKAL

Pajak Positif, APBN Dinilai Aman Meski Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Jum'at, 09 Juli 2021 | 15:37 WIB
INSENTIF PAJAK

Kriteria Sektor yang Dapat Perpanjangan Diskon Angsuran PPh Pasal 25

berita pilihan

Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:45 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

Keluar dari Resesi, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2021 Capai 7,07%

Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Transaksi Elektronik Tidak Akan Diterapkan? Ini Kata BKF

Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Contoh Penghitungan Pajak Penghasilan Musisi

Kamis, 05 Agustus 2021 | 10:30 WIB
KOTA PALEMBANG

Genjot Penerimaan Pajak, e-Tax Bakal Dipasang di 4.000 Tempat Usaha

Kamis, 05 Agustus 2021 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Terlibat Pengelakan Pajak, Bank Ini Akhirnya Bayar Denda Rp80 Miliar

Kamis, 05 Agustus 2021 | 09:00 WIB
RESENSI JURNAL

Menyikapi Kasus Pinjaman Intragrup Saat Krisis Ekonomi

Kamis, 05 Agustus 2021 | 08:30 WIB
UNI EROPA

Tahun Depan, Warga Negara Asing yang Berkunjung Harus Bayar Pajak

Kamis, 05 Agustus 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

DJP Pakai ATP dalam Pengawasan, Pemeriksaan, dan Penagihan Pajak

Kamis, 05 Agustus 2021 | 07:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Keluar dari Middle Income Trap, Perlu Peningkatan Penerimaan Pajak