Fokus
Literasi
Rabu, 12 Mei 2021 | 15:01 WIB
KAMUS PABEAN
Rabu, 12 Mei 2021 | 14:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 13:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 10 Mei 2021 | 16:45 WIB
KAMUS KEBIJAKAN
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Reportase
Perpajakan.id

Kata Sri Mulyani, UU Cipta Kerja Untungkan Semua Rakyat Indonesia

A+
A-
4
A+
A-
4
Kata Sri Mulyani, UU Cipta Kerja Untungkan Semua Rakyat Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai UU 11/2020 tentang Cipta Kerja akan menguntungkan semua rakyat Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan perbaikan iklim usaha di Indonesia akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, UU Cipta Kerja tidak hanya mengatur kemudahan berusaha bagi pengusaha besar, tetapi juga pada masyarakat pelaku usaha kecil.

"Yang diuntungkan rakyat semuanya karena rakyat bisa mendapatkan lingkungan usaha yang mudah sehingga semuanya bisa inovatif produktif tanpa diberatkan oleh birokrasi dan regulasi," katanya dalam Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN), Rabu (4/11/2020).

Baca Juga: Dampak UU Cipta Kerja Terhadap Setoran PAD, Ini Kata Ketua Apeksi

Sri Mulyani mengatakan prosedur dan regulasi yang berbelit selama ini menjadi penyebab kesempatan usaha di Indonesia sangat terbatas. Dengan UU Cipta Kerja, dia meyakini semua hambatan akan berkurang sehingga peringkat kemudahan berusaha Indonesia semakin baik.

Menurutnya, UU Cipta Kerja mendorong inovasi dalam kegiatan usaha bermunculan, termasuk pada usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Perbaikan iklim usaha itulah yang memperbesar peluang pemulihan ekonomi nasional pada masa mendatang.

Sri Mulyani meminta masyarakat tidak khawatir mengenai aspek lingkungan pada UU Cipta Kerja. Dia menjamin tidak akan ada kerusakan lingkungan yang ditimbulkan karena fondasi struktural yang paling penting adalah sumber daya manusianya.

Baca Juga: Sri Mulyani: 2022 Jadi Penentu Konsolidasi Fiskal

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan UU Cipta Kerja akan menjadi bagian dari upaya reformasi struktural untuk memulihkan ekonomi nasional setelah pandemi Covid-19.

"Reformasi struktural ini termasuk UU Cipta Kerja, yang menjadi bagian dari berbagai tools kebijakan, sama seperti APBN dan [kebijakan] moneter. Ini adalah tools yang semuanya harus lakukan," ujarnya. (kaw)

Baca Juga: Insentif Pajak untuk Dukung Tugas Bank Tanah Diberikan, Apa Saja?
Topik : UU Cipta Kerja, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 29 April 2021 | 13:18 WIB
RANCANGAN APBN 2022
Senin, 26 April 2021 | 16:32 WIB
KINERJA FISKAL
Sabtu, 24 April 2021 | 13:01 WIB
KINERJA EKONOMI
berita pilihan
Rabu, 12 Mei 2021 | 15:01 WIB
KAMUS PABEAN
Rabu, 12 Mei 2021 | 14:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 13:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 12 Mei 2021 | 12:01 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 12 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 10:00 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 12 Mei 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH