Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Kasus Covid Omicron Melonjak, Luhut: Tolong Jangan Dulu ke Luar Negeri

A+
A-
1
A+
A-
1
Kasus Covid Omicron Melonjak, Luhut: Tolong Jangan Dulu ke Luar Negeri

Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mengimbau masyarakat tidak ke luar negeri seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron dalam beberapa hari terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan saat ini terjadi tren peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron yang kebanyakan 'dibawa' oleh pelaku perjalanan luar negeri. Menurutnya, imbauan tidak bepergian ke luar negeri berlaku setidaknya 2 hingga 3 pekan mendatang.

"Tolong, kalau bisa jangan dulu ke luar negeri dalam 2 atau 3 minggu ke depan ini, supaya mereda dulu di sana sehingga tidak perlu datang kemari bawa penyakit," katanya melalui konferensi video, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Wah! 10 Kanwil DJP Catatkan Penerimaan Pajak di Atas Capaian Nasional

Luhut mengatakan kebanyakan kasus Covid-19 dialami para pelaku perjalanan luar negeri yang telah kembali ke Indonesia. Hal itu juga menyebabkan kenaikan kasus aktif dan perawatan pasien di Jawa-Bali.

Hingga 9 Januari 2021, di Jakarta saja tercatat 300 kasus dari 393 kasus yang terjadi disebabkan pelaku perjalanan luar negeri. Sementara itu, data Kementerian Kesehatan mencatat penyebaran Covid-19 varian Omicron di Indonesia telah mencapai 414 kasus.

Penularan Covid-19 varian Omicron tersebut paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi.

Baca Juga: Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Luhut menjelaskan kepatuhan masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri sangat penting untuk mencegah terjadinya gelombang baru penularan kasus Covid-19. Selain itu, pemerintah juga memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk untuk mencegah penambahan kasus Omicron.

Pada masyarakat yang terpaksa ke luar negeri, dia mengingatkan agar patuh menjalani karantina dan tidak meminta dispensasi.

"Walaupun tidak terlalu berbahaya, tapi kalau yang terkena ramai-ramai, berbahaya juga," ujarnya.

Baca Juga: DJP Incar WP Pakai Data Rekening dan Poin Ketentuan Baru Faktur Pajak

Saat ini, pemerintah mendorong pemda kembali memperkuat kegiatan testing, tracing, dan treatment untuk menekan penambahan kasus Omicron. Secara bersamaan, vaksinasi Covid-19 juga terus ditingkatkan.

Luhut menyebut masih ada 13,6 juta warga di Jawa-Bali yang belum memperoleh vaksin Covid-19. Menurutnya, percepatan vaksinasi akan dilakukan terutama di kabupaten/kota yang cakupan dosis pertama masih di bawah 50%. (sap)

Baca Juga: Cerita Gisel Dapat Surat Cinta dari Ditjen Pajak dan Rencana Ikut PPS
Topik : pandemi Covid-19, Omicron, lonjakan kasus, PEN, Turki, Delta

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 27 Mei 2022 | 08:32 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Update Daftar Wajib Pajak Prioritas Pengawasan Tiap Kuartal

Kamis, 26 Mei 2022 | 15:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP: Ikut PPS, Wajib Pajak Terbebas Sanksi dan Dapat Perlindungan Data

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:00 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II

Dengan PPS, Ada Peluang Bayar Pajak Lebih Murah

berita pilihan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 10:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! 10 Kanwil DJP Catatkan Penerimaan Pajak di Atas Capaian Nasional

Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

DJP Incar WP Pakai Data Rekening dan Poin Ketentuan Baru Faktur Pajak

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:30 WIB
PORTUGAL

IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Cerita Gisel Dapat Surat Cinta dari Ditjen Pajak dan Rencana Ikut PPS

Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN BEA CUKAI

Ekspor Sempat Dilarang, Penerimaan Bea Keluar CPO Tetap Bisa Tumbuh 3%

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian