A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/PHPSESSID0o0pa1a7uocnv7t3u6sn54qn89): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /var/www/html/application/controllers/News.php
Line: 12
Function: __construct

File: /var/www/html/index.php
Line: 292
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /var/www/html/application/controllers/News.php
Line: 12
Function: __construct

File: /var/www/html/index.php
Line: 292
Function: require_once

Jokowi Setujui Perpanjangan Pemberian Insentif Pajak Mobil dan Rumah
Fokus
Reportase
Perpajakan.id

Jokowi Setujui Perpanjangan Pemberian Insentif Pajak Mobil dan Rumah

A+
A-
7
A+
A-
7
Jokowi Setujui Perpanjangan Pemberian Insentif Pajak Mobil dan Rumah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Joko Widodo menyetujui pemberian kembali insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) atas penyerahan mobil dan rumah pada tahun ini.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif PPnBM DTP tersebut diberikan sepanjang Januari hingga September 2022. Namun, terdapat perubahan skema pemberian insentif dibandingkan dengan tahun lalu.

"Pak Presiden menyetujui diberikan juga PPnBM yang DTP, khusus untuk sektor otomotif," katanya, Minggu (16/1/2022).

Baca Juga: Di Negara Ini, Unggah Bukti Transaksi Kena Pajak Bisa Dapat Mobil Baru

Airlangga menuturkan skema pemberian insentif PPnBM DTP pada tahun ini diberikan untuk mobil seharga Rp200 juta ke bawah dan Rp200-Rp250 juta.

Untuk mobil Rp200 juta ke bawah atau tipe low cost green car (LCGC) yang menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 74/2021 dikenakan PPnBM 3%, lanjutnya, diberikan insentif PPnBM DTP dengan besaran yang berbeda setiap kuartal.

Pada kuartal I/2021, insentif PPnBM DTP diberikan 3% sehingga masyarakat membayar PPnBM 0%. Kemudian, besaran insentif PPnBM DTP akan turun menjadi 2% pada kuartal II/2022 dan hanya 1% pada kuartal III/2022.

Baca Juga: Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

"Pada kuartal IV, [PPnBM] dibayar penuh yaitu sesuai dengan tarifnya 3%," ujar Airlangga.

Pemerintah juga membuat skema PPnBM DTP yang berbeda untuk mobil seharga Rp200 juta-Rp250 juta karena pajaknya sebesar 15%. Pada kelompok mobil ini, insentif PPnBM 50% hanya diberikan pada kuartal I/2022, sehingga masyarakat cukup membayar PPnBM 7,5%.

Namun, memasuki kuartal II/2022, tidak ada insentif yang diberikan sehingga PPnBM atas mobil seharga Rp200 juta-Rp250 juta harus dibayar penuh.

Baca Juga: Susun Belanja 2023, Kementerian dan Lembaga Perlu Perhatikan Tarif PPN

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya mengusulkan pembebasan PPnBM pada mobil dengan harga di bawah Rp250 juta dan memiliki local purchase minimal 80% mulai tahun ini.

Menurutnya, insentif pajak akan menjadi pendorong pemulihan sektor otomotif dari pandemi Covid-19, sekaligus mempermudah masyarakat mengakses mobil dengan harga murah.

Selain PPnBM mobil DTP, Jokowi juga menyetujui perpanjangan insentif pajak pertambahan (PPN) rumah DTP. Insentif pajak tersebut akan diperpanjang pada Januari sampai dengan Juni 2022.

Baca Juga: Pembaruan Kode Cap Fasilitas PPN di Aplikasi e-Faktur, Ini Kata DJP

Namun, besaran insentif tersebut akan dikurangi separuhnya. Untuk rumah tapak atau rumah susun baru dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar, insentif PPN DTP bakal diberikan 50%. Untuk harga jual di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, diskon PPN hanya 25%. (rig)

Topik : presiden jokowi, PPN, PPnBM, kendaraan bermotor, rumah, subsidi, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 13 Mei 2022 | 16:00 WIB
TINGKAT INFLASI

Inflasi Indonesia Relatif Rendah Ketimbang Negara Lain, Ini Kata BKF

Jum'at, 13 Mei 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Serapan Insentif Pajak Rendah, BKF Sebut Pertanda Baik

berita pilihan

Senin, 16 Mei 2022 | 16:00 WIB
PER-19/PJ/2021

Ketidaksesuaian Penyetoran Pajak Belanja Daerah, KPP Bisa Minta Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 15:30 WIB
PER-19/PJ/2021

Uji dan Awasi Setoran Pajak atas Belanja Daerah, DJP Gunakan Ini

Senin, 16 Mei 2022 | 14:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Pengecualian Ketentuan Faktur Pajak yang Dibuat PKP Pedagang Eceran

Senin, 16 Mei 2022 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Evaluasi Aturan Pajak dari Luar Daerah Pabean

Senin, 16 Mei 2022 | 13:00 WIB
CHINA

Bantu UMKM dan Manufaktur, China Percepat Restitusi PPN

Senin, 16 Mei 2022 | 12:55 WIB
DATA PPS HARI INI

4,5 Bulan PPS Berjalan, Harta WP yang Diungkap Tembus Rp86,7 Triliun

Senin, 16 Mei 2022 | 12:30 WIB
KAMUS CUKAI

Apa Itu Pagu Penundaan dalam Pembayaran Cukai?

Senin, 16 Mei 2022 | 12:00 WIB
CALL FOR PAPER DJP 2022

DJP Adakan Lomba Penulisan Makalah dengan Total Hadiah Rp52,5 Juta

Senin, 16 Mei 2022 | 11:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Menginput Nomor Seri Faktur Pajak di e-Faktur Versi 3.2