Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Ingin Bangun 11 Pabrik Cip di AS, Samsung Minta Keringanan Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Ingin Bangun 11 Pabrik Cip di AS, Samsung Minta Keringanan Pajak

Ilustrasi. Pekerja berdiri sembari memegang potongan tipis semikonduktor pada Kamis (30/06/2022). (ANTARA FOTO/Samsung Electronics/Handout via REUTERS/wsj/UYU)

TEXAS, DDTCNews – Perusahaan teknologi raksasa asal Korea Selatan, Samsung Electronics Co., Ltd meminta keringanan pajak atas rencana investasi 11 pabrik cip di Texas senilai US$200 miliar atau sekitar Rp3.000 triliun.

Samsung mengatakan perusahaan belum memiliki rencana pasti terkait dengan pembangunan pabrik di Texas. Namun, perusahaan memang tengah mempertimbangkan beberapa negara bagian di AS untuk investasi pabrik cip tersebut.

"Kami belum memiliki rencana khusus soal itu. Namun, aplikasi bab 313 [pengurangan pajak] di Texas menjadi bagian dari proses perencanaan jangka panjang untuk mengevaluasi kelayakan pabrik fabrikasi tambahan di AS,” katanya, dikutip pada Minggu (31/7/2022).

Baca Juga: Harga Masih Tinggi, Kadin Usulkan Pajak BBM Dihapus Sementara

Dikutip dari globalconstructionreview.com, Samsung memang memiliki rencana untuk membangun pabrik cip di AS. Rencananya, sembilan pabrik akan dibangun di kota Taylor, sekitar 50 km dari Austin.

Keputusan investasi kemungkinan akan bergantung pada keputusan UU Cip yang akan dibahas oleh Senat AS dalam minggu ini. UU Cip diketahui akan memberikan subsidi senilai US$52 miliar kepada produsen semikonduktor Amerika Serikat.

Selain itu, UU Cip juga akan menggelontorkan subsidi senilai puluhan miliar dolar untuk National Science Foundation dan perusahaan rintisan teknologi regional. Sekretaris Perdagangan AS Gina Raimondo bahkan telah mendesak kongres untuk meloloskan UU tersebut.

Baca Juga: Cegah Registrasi Kendaraan Dihapus, WP Diimbau Ikut Pemutihan Pajak

Raimondo menilai investasi Samsung akan mengubah industri manufaktur cip domestik Amerika, menciptakan ribuan pekerjaan dengan gaji yang baik dan mengamankan kemampuan AS untuk memimpin dunia di abad ke-21.

Sebagai tambahan, Samsung merupakan pembuat semikonduktor terbesar kedua di dunia. Adapun yang menempati peringkat pertama adalah Intel dan peringkat ketiga ialah Taiwan Semiconductor Manufacturing. (rig)

Baca Juga: Pemerintah Bakal Siapkan Skema Pengamanan Penerimaan Pajak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : amerika serikat, pabrik cip, semikonduktor, insentif pajak, pajak, pajak internasional, samsung

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Naik, Sri Mulyani: Bukan Hanya karena Harga Komoditas

Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK

Pentingnya Masyarakat Melek Pajak, Ulasan Profesional DDTC di ITR

Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah?

berita pilihan

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:00 WIB
VIETNAM

Harga Masih Tinggi, Kadin Usulkan Pajak BBM Dihapus Sementara

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:30 WIB
PROVINSI PAPUA

Cegah Registrasi Kendaraan Dihapus, WP Diimbau Ikut Pemutihan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Siapkan Skema Pengamanan Penerimaan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 07:00 WIB
KPP PRATAMA PAMEKASAN

One on One dengan Wajib Pajak, Fiskus Datangi Pabrik Rokok

Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA

Risiko Gejolak Harga Komoditas Bayangi Prospek Pendapatan Negara 2023

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:35 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Penuh Tantangan, Presidensi G-20 Bisa Percepat Implementasi 2 Pilar

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:25 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Penghitungan PPN Atas Penyediaan Jasa Pembayaran

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 14:30 WIB
SKOTLANDIA

Skotlandia Ogah Ikuti Langkah Inggris Pangkas Tarif PPh OP

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 14:00 WIB
PMK 61/2022

Bangun Rumah dengan Kontraktor Berstatus PKP, Tidak Terutang PPN KMS?