Berita
Minggu, 25 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KABUPATEN TABANAN
Minggu, 25 Oktober 2020 | 15:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 25 Oktober 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK DAERAH
Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:01 WIB
RUMANIA
Review
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Komunitas
Minggu, 25 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 25 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:01 WIB
ALPHONZUS WIDJAJA:
Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:47 WIB
TASYA KAMILA:
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

IHSG dan Rupiah Terdampak PSBB Jakarta, Akademisi: Hanya Sementara

A+
A-
0
A+
A-
0
IHSG dan Rupiah Terdampak PSBB Jakarta, Akademisi: Hanya Sementara

Ilustrasi. Petugas Satpol PP melakukan pendataan terhadap pengendara sepeda motor dan sopir yang tidak menggunakan masker saat berkendara dalam Operasi Tertib Masker di kawasan Kampung Melayu, Jakarta, Senin (7/9/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

JAKARTA, DDTCNews—Rencana Pemprov DKI Jakarta memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total mulai pekan depan dinilai menjadi sentimen negatif bagi pasar modal dan nilai tukar rupiah dolar AS.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Telisa Falianty menilai respons negatif pasar keuangan atas pengetatan PSBB di Jakarta merupakan hal yang wajar. Namun, ia menilai pelemahan IHSG dan rupiah tidak akan berlangsung lama.

"Ini temporary saja. Kuncinya ada di penanganan kesehatan. Tergantung bagaimana policy pemerintah mengatasi Covid. Kalau baik, paling seminggu sudah bisa rebound," katanya kepada DDTCNews, Kamis (10/9/2020).

Baca Juga: Saluran Pelaporan SPT Masa PPN dan Insentif Pajak Kendaraan Terpopuler

Telisa menjelaskan pemerintah harus memaksimalkan masa PSBB total ini untuk menekan kasus penularan Corona di Jakarta. Menurutnya keberhasilan penanganan Corona justru bisa membawa sentimen positif terhadap pasar keuangan.

Dia meyakini pelemahan IHSG dan rupiah tidak akan seburuk posisi Maret lalu. Hal ini dikarenakan pemberlakuan PSBB total ini bukan yang pertama kali sehingga dampaknya tidak akan begitu kuat.

Meski begitu, ia menyarankan pemerintah tetap berupaya menjaga ekonomi. Misal, dengan mempercepat realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional senilai Rp659,2 triliun untuk membantu kelompok yang paling terdampak pandemi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Otoritas Pajak Rombak Waktu Operasional

Sementara itu, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menilai anjloknya IHSG dan nilai tukar rupiah dikarenakan pasar terlalu kaget dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"PSBB menyebabkan pasar berpikir ekonomi langsung berhenti total dan investasi yang direncanakan pemerintah pada kuartal IV tidak akan berjalan. Ini yang menyebabkan IHSG dan rupiah bakal terpuruk," ujarnya.

Jika PSBB total berjalan selama dua pekan, Ibrahim memprediksi IHSG akan memburuk ke level 3.800-3.900 seperti saat PSBB pertama kali berlaku, dan nilai tukar rupiah mencapai Rp17.000 per dolar AS.

Baca Juga: Biayai Penanganan Covid-19, Rasio Utang Tembus 103,5% dari PDB

Hari ini, IHSG ditutup melemah di level 4.891,46, turun 257,91 poin atau 5,01% dibanding penutupan sebelumnya di level 5.084,21. Perdagangan juga sempat dihentikan sementara oleh BEI pada pukul 10.36 WIB.

Sementara itu. nilai tukar rupiah terhadap AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini melemah 18 poin atau 0,12% ke posisi Rp14.871 per dolar AS, dari hari sebelumnya Rp14.853. (rig)

Baca Juga: Jorjoran Insentif, Penerimaan Perpajakan Hingga September Anjlok 8%
Topik : IHSG, rupiah, pemulihan ekonomi, pandemi corona, psbb, dki jakarta, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Estu Kresnha

Kamis, 10 September 2020 | 17:26 WIB
Pembatasan aktivitas fisik akan mempersulit keadaan ekonomi Indonesia. Sayangnya PSBB yang seharusnya dilaksanakan untuk menekan jumlah persebaran virus Covid-19 tidak dibarengi dengan kebijakan-kebijakan ekstrem di bidang penanggulangan kesehatan. Saya khawatir dampak buruk pada sektor ekonomi bisa ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:50 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:01 WIB
KERJA SAMA INTERNASIONAL
berita pilihan
Minggu, 25 Oktober 2020 | 16:01 WIB
KABUPATEN TABANAN
Minggu, 25 Oktober 2020 | 15:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 25 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 25 Oktober 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK DAERAH
Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:01 WIB
RUMANIA
Minggu, 25 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 25 Oktober 2020 | 10:01 WIB
PENERIMAAN PPN
Minggu, 25 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:01 WIB
ALPHONZUS WIDJAJA:
Minggu, 25 Oktober 2020 | 07:01 WIB
MAROKO