Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Genjot Penerimaan, Otoritas Ini Naikkan Royalti Pertambangan Tembaga

A+
A-
0
A+
A-
0
Genjot Penerimaan, Otoritas Ini Naikkan Royalti Pertambangan Tembaga

Pekerja fasilitas peleburan tembaga milik perusahaan negara Chile, Codelco, mengikuti aksi mogok nasional memprotes keputusan pemerintah dan perusahaan untuk menutup peleburan tersebut di Ventanas, Chile, pada Rabu (22/06/2022). (ANTARA FOTO/REUTERS/Rodrigo Garrido/aww/UYU)

SANTIAGO, DDTCNews – Pemerintah Chili berencana menaikkan royalti pertambangan tembaga dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya mendanai program dan reformasi sosial yang diusulkan pemerintah.

Menteri Keuangan Chili Mario Marcel mengatakan RUU perihal kenaikan royalti pertambangan tembaga tersebut akan segera diperkenalkan. Menurutnya, kebijakan ini dapat menaikkan kinerja penerimaan negara, khususnya di sektor pertambangan.

“Artinya ada peningkatan setoran dari royalti dan peningkatan partisipasi negara dalam penerimaan pertambangan,” tuturnya seperti dilansir kitco.com, dikutip pada Minggu (10/7/2022).

Baca Juga: Ekonomi Pulih, Sri Mulyani Sebut Skala Insentif Pajak Sudah Diturunkan

Sejauh ini, Chili merupakan produsen tembaga terbesar di dunia berdasarkan kapasitas produksinya. Chili menjadi rumah bagi raksasa tembaga global seperti Codelco, BHP, Anglo American Glencore, dan Antofagasta.

Melihat potensi tersebut, pemerintah akan menaikkan royalti pertambangan tembaga sehingga setoran dapat bertambah. Dengan adanya RUU tersebut, pemerintah berharap penerimaan bisa meningkat 4,1% dari PDB dalam kurun waktu empat tahun.

Namun, tak semua perusahaan tembaga akan mengalami kenaikan royalti. Rencananya, kenaikan tarif tersebut hanya akan diberlakukan untuk perusahaan pertambangan yang memproduksi tembaga paling sedikit 50.000 ton per tahun.

Baca Juga: Batas Restitusi Dipercepat Jadi Rp5 Miliar, Sri Mulyani Bilang Begini

Menurut Marcel, batasan ini diperlukan untuk memastikan sektor pertambangan memiliki pendapatan yang cukup dalam memacu iklim investasi. Selain itu, terdapat dua komponen rencana penetapan tarif royalti yang akan diberlakukan.

Pertama, pungutan pajak (ad valorem) antara 1% hingga 2% bagi perusahaan yang memproduksi tembaga halus paling sedikit 50.000 ton hingga 200.000 ton per tahun. Kedua, pungutan pajak antara 1% hingga 4% bagi perusahaan yang memproduksi lebih dari 200.000 ton per tahun. (rig)

Baca Juga: Kepala Desa Dikumpulkan Gara-Gara Validasi NIK dan NPWP, Ada Apa?

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : chili, royalti, pajak, pajak internasional, pertambangan, tembaga

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 27 Januari 2023 | 13:00 WIB
PMK 167/2018

PMK 167/2018 Turut Mengatur tentang Pemajakan Natura, Masih Berlaku?

Jum'at, 27 Januari 2023 | 12:30 WIB
KOTA BLITAR

Warga Diimbau Validasi NIK, Wali Kota: Caranya Mudah dan Bisa Online

Jum'at, 27 Januari 2023 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Hapus NSFP yang Tidak Terpakai di e-Faktur Dekstop

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ekonomi Pulih, Sri Mulyani Sebut Skala Insentif Pajak Sudah Diturunkan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Batas Restitusi Dipercepat Jadi Rp5 Miliar, Sri Mulyani Bilang Begini

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:30 WIB
PP 50/2022

Ini Maksud 'Dimulainya Penyidikan' dalam Pengungkapan Ketidakbenaran

Sabtu, 28 Januari 2023 | 13:00 WIB
KABUPATEN REMBANG

Kepala Desa Dikumpulkan Gara-Gara Validasi NIK dan NPWP, Ada Apa?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Penawaran Perdana SUN Khusus PPS Tahun Ini, Begini Hasilnya

Sabtu, 28 Januari 2023 | 12:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Ngeri! Bea Cukai dan Polri Sita Sabu 149 Kg Jaringan Malaysia-Aceh 

Sabtu, 28 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

5 Alasan Wajib Pajak Bisa Ajukan Permintaan Sertifikat Elektronik Baru

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
PMK 203/2017

Pembebasan Bea Masuk US$500 Diberikan Per Penumpang, Bukan Per Barang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T