Fokus
Literasi
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

FTA Bakal Gali Data Perpajakan di Pandora Papers

A+
A-
1
A+
A-
1
FTA Bakal Gali Data Perpajakan di Pandora Papers

Ilustrasi.

PARIS, DDTCNews - Forum on Tax Administration (FTA) melalui Joint International Task Force on Shared Intelligence and Co-operation (JITSIC) akan berkolaborasi memeriksa data perpajakan yang dimuat dalam Pandora Papers.

Melalui pendekatan yang kolaboratif, 42 anggota JITSIC akan mengidentifikasi dan menindaklanjuti indikasi penghindaran pajak secara agresif dan pengelakan pajak yang terdapat pada Pandora Papers.

"Anggota JITSIC akan terus bekerja sama untuk mengumpulkan sumber daya, berbagi informasi, dan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai pelanggaran yang terjadi untuk memfasilitasi penyelidikan lebih lanjut," tulis Ketua FTA Bob Hamilton dan Ketua JITSIC Chris Jordan dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Restitusi Pajak Turis Asing Terus Meningkat, Pariwisata Makin Pulih

JITSIC memandang data yang terdapat pada Pandora Papers bisa mengambil peran dalam membantu investigasi. Meski demikian, tercantumnya nama seseorang atau badan dalam Pandora Papers tak serta merta berarti wajib pajak tersebut tak mematuhi ketentuan perpajakan.

Sebagaimana otoritas pajak pada umumnya, JITSIC akan bekerja dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi wajib pajak. Dengan demikian, kerja JITSIC dalam mengidentifikasi praktik penghindaran dan pengelakan pajak belum tentu akan diketahui oleh publik.

Investigasi atas data dari Pandora Papers diharapkan dapat memberikan manfaat yang sama besarnya dengan data yang diperiksa oleh JITSIC dari bocoran sebelumnya, yakni Panama Papers dan Paradise Papers.

Baca Juga: Kepatuhan Pajak Rendah, Otoritas Perketat Pengawasan Lewat Teknologi

Untuk diketahui, JITSIC adalah task force di bawah naungan FTA yang terdiri dari 42 otoritas pajak. 42 otoritas pajak yang tergabung pada JITSIC berkolaborasi untuk menciptakan kerja sama bilateral dan multilateral yang efektif dalam melawan penghindaran dan pengelakan pajak.

Melalui JITSIC, 42 otoritas pajak yang terkumpul akan bekerja sama secara langsung untuk mengatasi masalah penghindaran dan pengelakan pajak tertentu serta saling berbagi pengalaman dan sumber daya dalam mencegah pengelakan pajak. (sap)

Baca Juga: AS Mau Subsidi Mobil Listrik, Meksiko Ancam Retaliasi Dagang
Topik : pajak internasional, pandora papers, FTA, penghindaran pajak, tax haven

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 05 Desember 2021 | 10:30 WIB
JEPANG

Gaji Karyawan Ditambah, Pemberi Kerja Dapat Keringanan Pajak

Minggu, 05 Desember 2021 | 10:00 WIB
FILIPINA

DPR Minta Otoritas Mudahkan Pekerja di Luar Negeri Buat NPWP

berita pilihan

Selasa, 07 Desember 2021 | 18:34 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Prepopulated Dokumen CK-1 dan PEB Diimplementasikan Secara Nasional

Selasa, 07 Desember 2021 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Debitur KUR Terdampak Erupsi Semeru Dapat Keringanan

Selasa, 07 Desember 2021 | 17:45 WIB
LEGISLASI

Tok! DPR Resmi Setujui RUU HKPD Jadi Undang-Undang

Selasa, 07 Desember 2021 | 17:00 WIB
RUU HKPD

Masa Transisi RUU HKPD 5 Tahun, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Selasa, 07 Desember 2021 | 16:30 WIB
METERAI ELEKTRONIK

Simak Perbedaan Cara Pembubuhan Meterai Tempel dan Elektronik

Selasa, 07 Desember 2021 | 16:00 WIB
MEKSIKO

AS Mau Subsidi Mobil Listrik, Meksiko Ancam Retaliasi Dagang

Selasa, 07 Desember 2021 | 15:42 WIB
RUU HKPD

RUU HKPD Disahkan, Tarif Maksimal Pajak Kendaraan dan BBNKB Dipangkas

Selasa, 07 Desember 2021 | 15:30 WIB
KPP PRATAMA SURABAYA GUBENG

Tunggakan Pajak Capai Ratusan Juta, Mobil Perusahaan Disita DJP