Review
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 20 September 2020 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL BEA CUKAI SULBAGSEL PARJIYA:
Rabu, 16 September 2020 | 14:21 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:31 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 17:02 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 21 September 2020 | 16:18 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 16 September 2020 | 15:58 WIB
STATISTIK STIMULUS FISKAL
Rabu, 16 September 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 16 SEPTEMBER-22 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 11 September 2020 | 16:37 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Komunitas
Sabtu, 19 September 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 17 September 2020 | 09:53 WIB
Universitas Kristen Krida Wacana
Rabu, 16 September 2020 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
Rabu, 16 September 2020 | 13:35 WIB
DDTC PODTAX
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Ekonomi Terkontraksi 5,32%, KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Baik

A+
A-
1
A+
A-
1
Ekonomi Terkontraksi 5,32%, KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Baik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Rabu (5/8/2020). (tangkapan layar Youtube Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan pada kuartal II/2020 dalam kondisi normal meskupun pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 5,32% akibat pandemi virus Corona.

Ketua KSSK yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan stabilitas sistem keuangan tersebut dilihat dari berbagai indikator yang dibahas dalam rapat bersama anggota KSSK lainnya. Namin, KSSK tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang ditimbulkan oleh pandemi virus Corona.

"Beberapa indikator menunjukkan stabilitas sistem keuangan tetap baik meski kita menyadari penyebaran Covid-19 masih tinggi. Tentu menimbulkan kewaspadaan dan kehati-hatian," katanya melalui konferensi video, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Terbaru, Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Indonesia Masuk Zona Resesi

Sri Mulyani mengatakan pandemi virus Corona telah menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi baik baik di tingkat global maupun nasional. Kontraksi dan koreksi pertumbuhan ekonomi tersebut sangat terlihat pada kuartal II/2020.

Menurutnya, kondisi sistem keuangan dan perekonomian dunia saat ini juga masih serba tidak pasti karena ada kemungkinan terjadi second wave virus Corona di berbagai negara. Sri Mulyani menyebut kepastian pada sistem keuangan dan ekonomi baru akan terjadi setelah vaksin virus Corona ditemukan dan diedarkan.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan dampak pandemi telah terasa pada perekonomian Indonesia sejak kuartal I/2020, dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat ke level 2,97%. Pada kuartal II/2020, perekonomian tercatat mengalami kontraksi 5,32%, jauh lebih rendah dibanding periode kuartal/2019 yang tumbuh positif 5,05%.

Baca Juga: Duh, OECD Prediksi Tahun Ini Indonesia Tumbuh Minus 3,3%

Sri Mulyani menyebut kegiatan ekonomi mengalami penurunan cukup dalam pada periode April dan Mei 2020, tetapi mulai membaik pada bulan Juni seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah.

"Kita melihat Juni sudah terjadi adanya pembalikan dari tren [pelemahan ekonomi] dan ini diharapkan akan bisa dijaga di kuartal III," ujarnya.

Memasuki kuartal III/2020, Sri Mulyani menyebut KSSK yang terdiri atas Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan akan terus memperhatikan berbagai dinamika dalam perekonomian nasional dan global.

Baca Juga: 1.809 Orang Positif Corona, Selandia Baru Alami Resesi

Menurutnya, KSSK akan terus bersama-sama memformulasikan kebijakan demi meminimalkan dampak negatif pandemi virus Corona terhadap kegiatan ekonomi dan sektor keuangan.

"Kami akan terus bersama-sama memformulasikan kebijakan apabila diperlukan perubahan-perubahan seiring perkembangan di ekonomi maupun sektor keuangan," imbuh Sri Mulyani. (kaw)

Baca Juga: Tak Berubah, ADB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini Minus 1%
Topik : pertumbuhan ekonomi, PDB, BPS, KSSK, stabilitas sistem keuangan
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:22 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Senin, 24 Agustus 2020 | 12:27 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 20 Agustus 2020 | 09:01 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 19 Agustus 2020 | 07:00 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 22 September 2020 | 17:15 WIB
PP 50/2020
Selasa, 22 September 2020 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 16:22 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 15:39 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 22 September 2020 | 15:11 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 22 September 2020 | 15:08 WIB
RENSTRA DJP 2020-2024