SKOTLANDIA

Selamatkan Bangunan Bersejarah, Negara Ini Didesak Reformasi PPN

Redaksi DDTCNews
Rabu, 04 Februari 2026 | 09.30 WIB
Selamatkan Bangunan Bersejarah, Negara Ini Didesak Reformasi PPN
<p>Ilustrasi Kota Edinburgh, Skotlandia. (<em>foto:&nbsp;travelandtourworld)</em></p>

EDINBURGH, DDTCNews - National Trust for Scotland (NTS), organisasi amal konservasi independen yang berbasis di Skotlandia, menyerukan reformasi PPN untuk menyelamatkan bangunan bersejarah.

NTS menilai rezim PPN yang berlaku saat ini sangat merugikan pelestarian arsitektur bersejarah di Skotlandia. Jelang pemilu anggota parlemen pada Mei mendatang, NTS mendesak para kandidat untuk ikut menyuarakan reformasi PPN demi melindungi bangunan bersejarah.

"Rezim PPN saat ini mendorong pengabaian dan penghancuran bangunan-bangunan yang memiliki karakter," kata CEO NTS Philip Long, dikutip pada Rabu (4/2/2026).

NTS menyatakan pemerintah Inggris Raya saat ini mengatur sebagian besar proyek restorasi dan renovasi dikenakan PPN 20%. Sementara itu, atas bangunan baru dan penghancuran struktur bangunan yang sudah ada justru dikenakan tarif 0%.

Kebijakan ini menggambarkan tekanan dari rezim PPN terhadap upaya pelestarian bangunan bersejarah. Padahal, gedung paling ramah lingkungan adalah bangunan-bangunan yang sudah ada.

Organisasi amal yang beranggotakan lebih dari 340.000 anggota ini menyebut manfaat lingkungan dan ekonomi dari reformasi PPN akan tampak secara substansial. Sebagai ilustrasi, penggunaan kembali bangunan yang sudah ada mampu mencegah pelepasan sekitar 240.000 ton karbon sehingga berkontribusi dalam mencapai target net-zero emission.

Selain itu, penelitian independen menunjukkan penghapusan PPN pada bangunan bersejarah dapat menyuntikkan dana GBP15 miliar atau sekitar Rp344,63 triliun ke dalam perekonomian Inggris dan menciptakan 95.000 lapangan kerja baru.

"Kami menyerukan kepada semua partai politik dan kandidat untuk mengakui masalah-masalah ini dan berkomitmen untuk mengubah kebijakan-kebijakan yang kontradiktif," ujar Long.

Sentimen publik juga sejalan dengan seruan reformasi PPN. Dalam survei yang dilaksanakan pada Desember 2025, diketahui 58% responden mendukung keringanan PPN untuk konservasi bangunan bersejarah.

Di luar dampak fiskal secara langsung, situs-situs warisan budaya yang terawat dengan baik juga bisa menjadi landasan industri pariwisata Skotlandia senilai GBP9,7 miliar atau Rp222,86 triliun.

Direktur Konservasi dan Kebijakan NTS Diarmid Hearns menyoroti tantangan besar dalam menjaga bangunan bersejarah di Skotlandia. Dia menyebut rumah di Skotlandia yang dibangun sebelum 1919 mencapai hampir 20%, tetapi pekerja yang terlatih untuk merestorasinya sangat terbatas.

Menurutnya, karakter kota-kota di Skotlandia salah satunya terbentuk dari banyaknya bangunan berusia 100 hingga 300 tahun. Sayangnya, kebijakan pemerintah belum berpihak pada pelestarian bangunan-bangunan tua tersebut.

"Kita harus bisa mengatasi hal ini," ucapnya dilansir scottishfinancialnews.com. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.