Berita
Jum'at, 26 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:49 WIB
PENDIDIKAN PROFESI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:17 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Fokus
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

DJP Serahkan Berkas Pengemplang Pajak Rp2,5 Miliar kepada Kejaksaan

A+
A-
2
A+
A-
2
DJP Serahkan Berkas Pengemplang Pajak Rp2,5 Miliar kepada Kejaksaan

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAMBI, DDTCNews – Kanwil Ditjen Pajak (DJP) Sumatera Barat-Jambi telah melimpahkan berkas tersangka pengemplang pajak senilai Rp2,5 miliar kepada Kejaksaan Tinggi Jambi.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jambi Lexy Fatharany mengatakan kasus pengemplangan pajak itu diduga dilakukan oleh PT Putra Indragiri Sukses. Awalnya, kasus tersebut ditangani oleh penyidik pegawai negeri sipil di Kanwil DJP Sumbar–Jambi.

"Tersangka AV langsung ditahan untuk 20 hari ke depan di sel tahanan Mapolresta Jambi guna proses hukum selanjutnya," katanya, dikutip Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Pacu Ekspor Mobil, Kemendag Bakal Pakai Jalur Diplomasi

Kemudian, lanjut Lexym, penyidik pegawai negeri sipil Kanwil DJP Sumbar-Jambi menyerahkan tersangka pengemplang pajak beserta barang bukti sesuai dengan tahap II kepada Kejaksaan Tinggi Jambi.

Dia menjelaskan jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jambi nantinya akan menindaklanjuti kasus pengemplangan pajak tersebut. Setelah itu, kasus tersebut akan kembali dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi.

Kasus pengemplangan pajak oleh PT Putra Indragiri Sukses bermula ketika tersangka menyampaikan SPT Tahunan secara tidak benar dan tidak lengkap pada Mei-Desember 2020. Perbuatan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp2,5 miliar.

Baca Juga: Selaraskan Pembangunan Pusat dan Daerah, Bappenas Bikin Panduan Teknis

Dugaan kasus pengemplangan pajak tersebut ditangani gabungan jaksa di Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi Jambi. Tersangka AV kini dijerat Pasal 39 Ayat (1) huruf d serta Pasal 39A huruf a UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

"Tim jaksa penuntut umum akan memformulasikan surat dakwaan guna melimpahkan ke pengadilan," ujarnya seperti dilansir jambiotoritas.com. (rig)

Baca Juga: Bebas Pajak, Impor Vaksin Covid-19 Harus Lewat Jalur Khusus
Topik : penegakan hukum, pengemplang pajak, PPN, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:19 WIB
STIMULUS FISKAL
Rabu, 24 Februari 2021 | 08:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 17:15 WIB
PENERIMAAN CUKAI
Selasa, 23 Februari 2021 | 16:00 WIB
INSENTIF PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 26 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:49 WIB
PENDIDIKAN PROFESI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:17 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 08:20 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 26 Februari 2021 | 07:30 WIB
VAKSIN COVID-19
Kamis, 25 Februari 2021 | 21:46 WIB
WEBINAR PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK