Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

DJBC Beri Izin 37 Perusahaan Produksi Masker & APD di Kawasan Berikat

A+
A-
3
A+
A-
3
DJBC Beri Izin 37 Perusahaan Produksi Masker & APD di Kawasan Berikat

Ilustrasi kawasan berikat.

JAKARTA, DDTCNews—Ditjen Bea Cukai (DJBC) telah memberikan izin kepada sebanyak 37 perusahaan kawasan berikat di wilayah Jawa Tengah-DI Yogyakarta untuk memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD).

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng-DIY, Padmoyo Tri Wikanto mengatakan perusahaan di kawasan berikat sebenarnya hanya dibolehkan untuk memproduksi barang sesuai bisnis inti. Namun, kini ketentuan itu dilonggarkan.

“Hal ini demi menjamin ketersediaan peralatan yang dibutuhkan dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” kata Padmoyo dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).

Baca Juga: Pabrik Asing Bakal Relokasi ke Kabupaten Batang, Ini Langkah DJBC

Padmoyo menambahkan kebijakan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah dalam merelaksasi perizinan produksi pada perusahaan kawasan berikat di tengah pandemi Corona.

Selain kelonggaran memproduksi barang, 37 perusahaan kawasan berikat itu juga mendapat fasilitas fiskal berupa penangguhan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor atas bahan baku yang diimpor.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jateng-DIY Amin Tri Sobri mengatakan perusahaan tidak perlu membayar utangnya apabila barang yang diproduksi akan diekspor.

Baca Juga: DJBC Usul Lanjutkan Fasilitas Pelonggaran Pelunasan Cukai ke 2021

Apabila produknya dijual di dalam negeri, perusahaan tetap harus membayar bea masuk dan pajaknya yang masih terhutang. Meski begitu, kewajiban tersebut dikecualikan apabila APD dan masker yang dijual.

“Penjualan masker dan APD di dalam negeri untuk tujuan sosial dan penanganan Corona dapat pembebasan bea masuk dan pajak terutang, serta dikecualikan dari perizinan atau pengenaan tata niaga impor,” tutur Amin.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 31/PMK.04/2020 untuk yang berisi berbagai tambahan fasilitas untuk perusahaan kawasan berikat dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).

Baca Juga: Operasi Laut, DJBC Sita Ratusan Kilogram Sabu-Sabu Hingga Rokok Ilegal

Saat ini, ketentuan perihal kuota penjualan hasil produksi ke dalam negeri maksimal 50% dari nilai ekspor sudah dihapuskan. Pemeriksaan fisik terhadap pemasukan/pengeluaran barang saat ini juga dilakukan secara selektif, dan memanfaatkan teknologi informasi. (rig)

Topik : pandemi corona, relaksasi perpajakan, fasilitas pajak, kawasan berikat, djbc, masker, apd, nasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 09 Juli 2020 | 11:17 WIB
KEGIATAN EKSPOR IMPOR
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:27 WIB
PMK 83/2020
berita pilihan
Minggu, 12 Juli 2020 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Minggu, 12 Juli 2020 | 12:01 WIB
CHINA
Minggu, 12 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 12 Juli 2020 | 10:01 WIB
PERIZINAN
Minggu, 12 Juli 2020 | 09:01 WIB
DAMPAK KENAIKAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 08:01 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Minggu, 12 Juli 2020 | 07:01 WIB
MALAYSIA
Minggu, 12 Juli 2020 | 06:01 WIB
SE-38/PJ/2020
Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:01 WIB
ITALIA