Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Diduga Korupsi, Petugas di Provinsi Ini Diperiksa

0
0

PEKANBARU, DDTCNews -  Subdit III Reserse Kriminal Khusus Polda Riau terus melakukan penyidikan atas dugaan korupsi pajak kendaraan bermotor (PKB) di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Riau. Pasalnya, setelah menjerat beberapa tersangka yang hingga kini masih dirahasiakan penyidik, pengusutan kembali dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK dalam konfirmasinya menyebutkan kalau saksi yang diperiksa kali ini bertugas mengawasi penerimaan PKB.

"Pemeriksaan saksi-saksi ini dilakukan guna melengkapi berkas. Keterangan saksi dibutuhkan penyidik terkait peran pengawasan dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor di Dispenda," kata Guntur.

Baca Juga: Manfaatkan Momentum Ramadan, Samsat Ngabuburit Diluncurkan

Guntur menyebut, kasus ini akan terus diselidiki hingga akhirnya nanti dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti di Kejaksaan Tinggi Riau. Selanjutnya, tersangka akan diserahkan ke jaksa penuntut untuk disidangkan.

"Secepatnya akan dilengkapi berkas-berkasnya atau P-21, karena sudah banyak yang dirugikan" dikutip dari riauheadline.com.

Dugaan korupsi PKB di Dispenda ini diduga dilakukan terhadap ratusan kendaraan roda empat dan jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Modus yang digunakan adalah dengan memanfaatkan biro jasa untuk mengurus pajak ke Dispenda Riau. Diduga biro jasa mampu melakukan 'loby' terhadap petugas pajak untuk mengurangi denda PKB yang seharusnya dibayarkan.

Baca Juga: KPK: Belum Ada Data Potensi PAD yang Akurat di Indonesia

Secara kasat mata, mudah saja menandakan jumlah PKB yang disetor ke kas negara dan yang tidak disetorkan. Dalam pengurusan PKB terdapat tiga institusi yang terlibat. Selain Dispenda Riau, juga ada Ditlantas Polda Riau, dan Jasa Raharja. (Gfa)

"Pemeriksaan saksi-saksi ini dilakukan guna melengkapi berkas. Keterangan saksi dibutuhkan penyidik terkait peran pengawasan dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor di Dispenda," kata Guntur.

Baca Juga: Manfaatkan Momentum Ramadan, Samsat Ngabuburit Diluncurkan

Guntur menyebut, kasus ini akan terus diselidiki hingga akhirnya nanti dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti di Kejaksaan Tinggi Riau. Selanjutnya, tersangka akan diserahkan ke jaksa penuntut untuk disidangkan.

"Secepatnya akan dilengkapi berkas-berkasnya atau P-21, karena sudah banyak yang dirugikan" dikutip dari riauheadline.com.

Dugaan korupsi PKB di Dispenda ini diduga dilakukan terhadap ratusan kendaraan roda empat dan jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Modus yang digunakan adalah dengan memanfaatkan biro jasa untuk mengurus pajak ke Dispenda Riau. Diduga biro jasa mampu melakukan 'loby' terhadap petugas pajak untuk mengurangi denda PKB yang seharusnya dibayarkan.

Baca Juga: KPK: Belum Ada Data Potensi PAD yang Akurat di Indonesia

Secara kasat mata, mudah saja menandakan jumlah PKB yang disetor ke kas negara dan yang tidak disetorkan. Dalam pengurusan PKB terdapat tiga institusi yang terlibat. Selain Dispenda Riau, juga ada Ditlantas Polda Riau, dan Jasa Raharja. (Gfa)

Topik : berita daerah, pajak kendaraan, riau
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 18:35 WIB
DI YOGYAKARTA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:07 WIB
KOTA SAMARINDA
Kamis, 14 Juli 2016 | 12:02 WIB
KOTA MAKASSAR
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:02 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
berita pilihan
Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:20 WIB
KOTA SOLO
Senin, 22 Oktober 2018 | 12:01 WIB
PROVINSI BANGKA BELITUNG
Senin, 30 Juli 2018 | 16:22 WIB
KABUPATEN CILACAP
Senin, 25 September 2017 | 11:15 WIB
KABUPATEN BERAU
Jum'at, 14 September 2018 | 12:58 WIB
KABUPATEN CILACAP
Rabu, 09 Agustus 2017 | 13:33 WIB
KABUPATEN BEKASI
Jum'at, 15 Desember 2017 | 10:17 WIB
KABUPATEN BENGKALIS
Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:50 WIB
PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Senin, 04 September 2017 | 10:45 WIB
KABUPATEN KUTAI TIMUR
Rabu, 06 September 2017 | 11:01 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR