Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Rabu, 22 September 2021 | 18:12 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 22 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Rabu, 22 September 2021 | 17:27 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Rabu, 22 September 2021 | 12:28 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 22 September 2021 | 12:02 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Cari Investor Pariwisata, Tim Khusus Perizinan Dibentuk

A+
A-
1
A+
A-
1
Cari Investor Pariwisata, Tim Khusus Perizinan Dibentuk

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno (kanan) berbincang dengan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Tgk H Azman Ismail (kiri) saat kunjungan di Banda Aceh, Aceh, Minggu (2/5/2021). Sandiaga bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus yang bertugas mencari investor baru di sektor pariwisata. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc)

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus yang bertugas mencari investor baru di sektor pariwisata.

Sandiaga mengatakan potensi investasi di sektor pariwisata Indonesia masih sangat besar. Dia pun mengharapkan kontribusi pariwisata dalam investasi di Indonesia terus meningkat setiap tahun.

"Kami ingin memastikan peningkatan kontribusi pariwisata dalam total angka investasi di Indonesia, di antara 5% sampai 7,5% untuk pembukaan lapangan kerja," katanya melalui akun Instagram, dikutip Selasa (18/5/2021).

Baca Juga: Bahlil: Hambat Izin Usaha Itu Sama Saja Menahan Penerimaan Pajak

Sandiaga mengatakan kehadiran investasi itu juga untuk mendorong pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif naik kelas dengan pemanfaatan peluang digital. Menurutnya, pandemi Covid-19 menjadi momentum baik untuk membuat sektor pariwisata lebih berkeadilan bagi masyarakat.

Ia menyebut upaya tersebut juga sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar setiap investor yang datang harus bekerja sama dengan pelaku UMKM. Jika investor berdatangan, dia meyakini akan semakin banyak UMKM yang berpeluang untuk naik kelas.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah juga akan memastikan semua program penciptaan peluang kerja, investasi, serta program ekonomi kreatif di daerah bisa berjalan secara tepat sasaran dan tepat manfaat.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Salurkan Bantuan Pariwisata, Ini Daerah yang Disasar

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menambahkan pertemuannya dengan Sandiaga sangat penting karena menyangkut berkolaborasi untuk memulihkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kedua menteri tersebut bersepakat untuk membentuk tim kecil yang bertugas menarik investor pariwisata dan ekonomi kreatif agar 30 juta pekerja di sektor itu semakin sejahtera.

"Kami sudah bersepakat untuk menyangkut perizinan, menyangkut konsep, menyangkut insentif, kami akan membentuk tim kecil. Negara kita ini besar, tidak bisa sendiri, harus berkolaborasi," ujarnya. (Bsi)

Baca Juga: PPKM Bakal Hambat Kinerja Investasi Kuartal III, Ini Penjelasan Bahlil

Topik : investasi pariwisata, sandiaga uno, bahlil lahadalia, insentif pariwisata

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Daffa Abyan

Kamis, 20 Mei 2021 | 00:14 WIB
Pembentukan tim khusus perizinan ini dapat memberikan efek positif dikarenakan membantu investor asing agar lebih mudah mengurus perizinan dan meningkatkan iklim bisnis sehingga sektor pariwisata khususnya dapat dioptimalkan kembali
1

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 24 Maret 2020 | 09:48 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI

Bahlil Sebut Investasi Jadi Penopang Utama Ekonomi Tetap Tumbuh

Senin, 16 Maret 2020 | 17:30 WIB
PELAYANAN INVESTASI

BKPM Setop Layanan Offline OSS Mulai Besok

Senin, 17 Februari 2020 | 16:10 WIB
KINERJA INVESTASI

Bahlil: Demi Investasi, Komunikasi Antar K/L Masih Harus Dibenahi

Jum'at, 07 Oktober 2016 | 08:36 WIB
KASUS PAJAK GOOGLE

Pengusaha: Ini Nggak Adil, Negara Harus Kejar Terus

berita pilihan

Rabu, 22 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Kawasan Daur Ulang Berikat?

Rabu, 22 September 2021 | 18:30 WIB
MAURITIUS

Kapok Jadi Tax Haven, Negara Ini Reformasi Aturan Pajaknya

Rabu, 22 September 2021 | 18:12 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Pengenaan PPN Jasa Keagenan Kapal Asing

Rabu, 22 September 2021 | 18:09 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Likuiditas Positif, Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp7.198 Triliun

Rabu, 22 September 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sistem Pajak Progresif Makin Tak Relevan, Begini Penjelasan DPD RI

Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK

Penurunan Tarif Pajak Bunga Obligasi, Apakah Hanya untuk WPLN?

Rabu, 22 September 2021 | 17:30 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT I

Sandera Wajib Pajak, Kanwil DJP Jajaki Kerja Sama dengan Kemenkumham

Rabu, 22 September 2021 | 17:27 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Perlunya Antisipasi Risiko Kenaikan Tarif PPN

Rabu, 22 September 2021 | 17:00 WIB
UNI EROPA

Tekan Penyimpangan, Sistem PPN dan Kepabeanan Perlu Diperkuat

Rabu, 22 September 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DPR Sampaikan Beberapa Usulan Perihal Alternative Minimum Tax