Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Cara Lapor SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi PP 23/2018

A+
A-
65
A+
A-
65
Cara Lapor SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi PP 23/2018

BERDASARKAN Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2018 (PP 23/2018), UMKM dengan omzet tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak dapat memanfaatkan tarif pajak penghasilan (PPh) final sebesar 0,5% selama jangka waktu tertentu.

UMKM orang pribadi yang memanfaatkan PP 23/2018 dengan tarif PPh final sebesar 0,5% wajib melakukan penyetoran PPh terutang setiap bulan. Selain itu, UMKM tersebut juga harus melaporkan PPh final PP 23/2018 dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Orang Pribadi.

Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan cara melaporkan SPT Tahunan dengan e-Form PDF untuk wajib pajak orang pribadi PP 23/2018. Perlu diperhatikan, batas akhir pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi adalah tiga bulan setelah akhir tahun pajak.

Baca Juga: Aturan Turunan UU HPP, Dirjen Pajak Sebut 4 PP Baru Segera Dirilis

Pelaporan SPT Tahunan PPh orang pribadi terutama bagi UMKM yang memanfaatkan PP 23/2018 dapat dilakukan melalui DJP Online. Wajib pajak dapat membuka laman DJP Online melalui tautan https://djponline.pajak.go.id.

Bila laman sudah terbuka, seperti biasa UMKM akan diminta untuk mengisi nomor NPWP, kata sandi, dan kode keamanana untuk melakukan login. Berikutnya pilih menu Buat SPT dan pilih Ya atas pertanyaan wajib pajak yang menjalankan usaha bebas.

Setelah itu, UMKM dapat memilih e-Form PDF. Pastikan perangkat yang digunakan telah terinstalasi dengan Adobe PDF Reader. Jika belum, unduh Adobe PDF Reader terlebih dahulu menu Unduh Adobe PDF Reader. Setelah aplikasi sudah terinstalasi, klik menu Buat SPT.

Baca Juga: Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Berikutnya, sistem akan mengajukan pertanyaan “Apakah Anda Menjalankan Usaha atau Pekerjaan Bebas?”, silakan pilih Ya. Kemudian, klik pilihan E-Form SPT Tahunan Orang Pribadi Formulis 1770.

Wajib pajak akan diarahkan untuk mengisi data formulir 1770. Silakan masukkan tahun pajak yang ingin dilaporkan dan pilih status SPT Normal. Lalu, wajib pajak dapat memilih media pengiriman token melalui email atau nomor handphone.

Kemudian, klik Kirim Permintaan. Jika sukses, sistem akan memberikan notifikasi secara langsung dan e-Form dengan format pdf. akan secara otomatis terunduh. Silakan buka file SPT 1770 yang telah diunduh.

Baca Juga: APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Pada pilihan Pembukuan atau Pencatatan, silakan pilih Pencatatan. Kemudian, isi jumlah harta yang dimiliki pada tahun pajak tersebut dalam lampiran IV bagian A. Pada lampiran IV bagian B, UMKM dapat melakukan perekaman kewajiban/utang pada akhir tahun. Sementara itu, pada bagian C, UMKM dapat menuliskan daftar susunan anggota keluarga.

Pada lampiran III bagian A nomor 16, berikan tanda centang pada kotak bertuliskan PP 46/23. Dengan memberikan tanda centang, UMKM telah mengaktifkan data pembayaran PPh final 0,5% berdasarkan PP 23/2018.

Kemudian, UMKM dapat meng-klik kotak yang bertuliskan PP 46/23 yang terdapat pada bagian atas halaman lampiran III. UMKM akan diarahkan untuk ke halaman Daftar Jumlah Penghasilan Bruto dan Pembayaran PPh 46 Tahun 2013 atau PP 23 Tahun 2018 Per Masa Pajak serta dari Masing-Masing Tempat Usaha.

Baca Juga: Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Dalam laman tersebut, wajib pajak akan diminta untuk mengisi peredaran bruto per masa pajak dalam jangka waktu satu tahun pajak sesuai dengan dokumen yang dimiliki. Usai memasukkan seluruh data, pada bagian akhir halaman terdapat pertanyaan “Pindahkan nilai ke lampiran III?”, silakan pilih “Ya”.

UMKM akan diarahkan ke lampiran II untuk mengisi bukti potong. Apabila tidak ada, silakan lewati lampiran tersebut dengan cara klik Halaman Berikutnya yang merupakan lampiran I. Lampiran I berkaitan dengan penghasilan dari pekerjaan bebas, sehubungan pekerjaan, dan penghasilan lainnya. Apabila tidak ada, UMKM dapat melewati halaman tersebut.

Selanjutnya, UMKM akan diarahkan ke halaman induk SPT 1770. UMKM diharapkan mengisi nomor HP, status kewajiban perpajakan, PTKP, dan tanggal pelaporan sesuai dengan kondisi. Apabila data yang dimasukkan sudah lengkap, silakan klik Submit.

Baca Juga: Update PPh Final Jasa Konstruksi PP 9/2022, Akses di e-Bupot Unifikasi

Berikutnya, klik Unggah Lampiran dan pilih file .pdf hasil scan rekap pembayaran PPh final. Kemudian, masukkan kode verifikasi yang diterima oleh UMKM melalui email atau nomor handphone lalu klik submit.

Jika berhasil, wajib pajak akan memperoleh notifikasi secara langsung bahwa submit SPT berhasil. UMKM akan menerima Bukti Penerimaan Elektronik pada email dan menu Arsip SPT dalam laman resmi DJP Online layanan e-Form PDF . Selesai.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat
Topik : tips pajak, tips, pajak, spt tahunan, djp online, PP 23/2018, wajib pajak orang pribadi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 23 Mei 2022 | 09:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Anti Pusing! Akses Kanal Rekap Aturan Perpajakan ID di Sini

Senin, 23 Mei 2022 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Integrasi NPWP dan NIK, DJP: Perkuat Penegakan Kepatuhan Perpajakan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir