Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Rabu, 12 Januari 2022 | 15:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

BP Tapera Terima Dana Taperum PNS , Pencairan Uang Pensiun Makin Dekat

A+
A-
138
A+
A-
138
BP Tapera Terima Dana Taperum PNS , Pencairan Uang Pensiun Makin Dekat

Acara penandatanganan berita acara serah terima (BAST) pengalihan dana Taperum PNS, Senin (15/12/2020). (foto: Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah resmi mengalihkan dana tabungan perumahan (Taperum) PNS kepada Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sesuai yang diamanatkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 122/2020.

Nanti, dana Taperum PNS milik PNS aktif akan tercatat sebagai saldo awal simpanan Tapera, sedangkan dana Taperum PNS milik PNS yang sudah pensiun atau sudah meninggal akan dikembalikan kepada pensiunan atau ahli waris oleh BP Tapera.

Dirjen Perbendaharaan Andin Hadiyanto mengatakan BP Tapera sudah melakukan berbagai persiapan, baik dari aspek teknologi maupun data. Dia berharap monitoring pengembalian dana Taperum kepada PNS, terutama yang sudah tidak bekerja dapat dilaksanakan dengan baik.

Baca Juga: Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

"Termasuk juga ketika mengumumkan [pengembalian dana] kepada masyarakat karena akan sangat baik jika hak-hak mereka bisa kita penuhi," katanya dalam penandatanganan berita acara serah terima (BAST) pengalihan dana Taperum PNS, Senin (14/12/2020).

Dengan ditandatanganinya BAST pengalihan dana Taperum PNS, lanjut Andin, seluruh aset Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) PNS resmi dialihkan ke rekening giro BP Tapera dalam bentuk deposito.

Setelah itu, dana Taperum PNS tersebut akan masuk ke rekening giro BP Tapera melalui beberapa bank BUMN yaitu BTN, BRI, BNI, dan Bank Mandiri melalui pemindahbukuan atau overbooking tanpa biaya.

Baca Juga: Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Deputi Komisioner Bidang Pengerahan BP Tapera Eko Ariantoro sebelumnya mengatakan pensiunan dan ahli waris dapat menerima dana Taprum PNS setelah proses verifikasi dokumen dan rekening atas nama peserta atau ahli waris rampung.

"PNS pensiun atau ahli waris tidak perlu datang ke kantor BP Tapera. Dana pengembalian akan langsung di transfer ke rekening, setelah melalui validasi dan verifikasi melalui pemberi kerja selesai dilaksanakan," ujar Eko pada November 2020.

Dokumen yang wajib dilengkapi antara lain KTP, SK Pensiun, dan nomor rekening bank. Untuk ahli waris PNS pensiun, terdapat beberapa persyaratan tambahan seperti surat kuasa bermaterai, KTP ahli waris, dan surat keterangan ahli waris. (rig)

Baca Juga: Tax Center Universitas Gunadarma Luncurkan Aplikasi M-edu Tax

Topik : dana taperum, PNS, pensiunan, BP Tapera, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Jasrul

Sabtu, 19 Desember 2020 | 23:21 WIB
saya belum memiliki rumah dan dana tersebut saya jadikan untuk dp kredit perumahan apakah boleh dan saya masih pegawai amtif

Jasrul

Sabtu, 19 Desember 2020 | 23:18 WIB
saya belum memiliki rumah dan dana sebagai dp perumahan dan saya masih aktif

Sutomo

Rabu, 16 Desember 2020 | 13:54 WIB
kami dipotong mudah begitu mau diambil koq susah.....

Sutomo

Rabu, 16 Desember 2020 | 13:53 WIB
tolong beri penjelasan yg benar....jangan mencla mencle.....,.bilang desember kok sekarang bulan januari......

Sutomo

Rabu, 16 Desember 2020 | 13:51 WIB
mencl mencle....keain desember.....sekarang akhir januari.....yrus soslagi.....??(

Budi prastiati

Rabu, 16 Desember 2020 | 09:47 WIB
semoga berita ini benar dan kami2 yg sudah pensiun dapat segera menerima pengembalian dana tsb...terima kaaih 🙏🙏

Enong Zakiah

Rabu, 16 Desember 2020 | 09:06 WIB
suami sy baru pensiun bulan april kmrin,apa bs di ambil ? bagai mn cara ngambil nya? gmn cara mengecek nya? trimkasih🙏🙏🙏

Uum Sumarna

Selasa, 15 Desember 2020 | 22:42 WIB
terimakasih atas info yang diberikan, saya yang sudah purna tuga tmt 01-09-2020 mengharapkan segera adanya pencairan atau pengembalian tabungan perumahan, terimakasih atas pelayanannya, persyaratan KTP, Sk pensiun dan no rekening harus dikirim kemana? terima kasih..
1

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Beralih ke Core Tax System, Beberapa Aplikasi DJP Bakal Diganti

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Sudah Kirim Email Soal PPS kepada 3,42 Juta Wajib Pajak

Senin, 17 Januari 2022 | 19:00 WIB
SINGAPURA

Dianggap Sukses Tekan Emisi, Singapura Kembali Naikkan Pajak Karbon

Senin, 17 Januari 2022 | 17:00 WIB
INGGRIS

Perusahaan Leasing Peringatkan Pemilik Kendaraan Soal Tarif Cukai

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK

Menelisik Jejak Penghindaran Pajak ‘Para Raksasa’

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:00 WIB
KINERJA FISKAL

Penerimaan Pajak Tembus 103%, Sri Mulyani Bantah Targetnya Diturunkan

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:40 WIB
EDUKASI PAJAK

Tax Center Universitas Gunadarma Luncurkan Aplikasi M-edu Tax

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:23 WIB
AGENDA ATPETSI

Negara Butuh Pajak untuk Capai Target SDGs, Simak Analisisnya

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Barang Kena Pajak Belum Tentu Dikenakan PPN, Ini Penjelasannya