DKI JAKARTA

Klinik hingga Cagar Budaya, Objek Ini Dapat Pengurangan PBB di Jakarta

Nora Galuh Candra Asmarani
Senin, 18 Mei 2026 | 11.30 WIB
Klinik hingga Cagar Budaya, Objek Ini Dapat Pengurangan PBB di Jakarta
<p>Ilustrasi.&nbsp;</p>

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan keringanan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) untuk sejumlah objek pajak. Keringanan tersebut diberikan melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta 857/2025.

Merujuk Kepgub DKI Jakarta 857/2025, keringanan yang diberikan salah satunya berupa pengurangan pokok PBB-P2. Melalui Kepgub tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun telah memerinci kriteria objek yang diberikan pengurangan pokok PBB-P2.

“Perlu diatur kriteria pemberian pengurangan dan pembebasan pokok yang ditetapkan dengan keputusan gubernur,” bunyi pertimbangan Kepgub DKI Jakarta 857/2025, dikutip pada Senin (18/5/2026).

Merujuk Kepgub DKI Jakarta 857/2025, pengurangan PBB-P2 ada yang diberikan secara jabatan dan ada yang berdasarkan permohonan wajib pajak. Pengurangan pokok PBB-P2 diberikan secara jabatan terhadap:

  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk rumah sakit atau klinik yang diselenggarakan oleh badan hukum yang bersifat nirlaba. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang terutang;
  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk perguruan tinggi swasta. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang terutang;
  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan/atau pendidikan khusus oleh swasta. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang terutang;
  • objek PBB-P2 yang dikelola oleh badan layanan umum (BLU) yang menyelenggarakan pelayanan atau kegiatan selain pelayanan dasar dan kegiatan olahraga, dan tidak dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 75% dari PBB-P2 yang terutang.

Selanjutnya, pengurangan pokok PBB-P2 berdasarkan permohonan wajib pajak diberikan terhadap:

  • objek PBB-P2 yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh wajib pajak orang pribadi yang berpenghasilan rendah sehingga kewajiban PBB-P2 sulit dipenuhi. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar maksimal 100% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh wajib pajak badan yang mengalami kerugian atau penurunan nilai aktiva bersih pada tahun pajak sebelumnya. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar maksimal 100% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh wajib pajak yang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar maksimal 100% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang terdampak bencana alam, kebakaran, huru-hara, dan/atau kerusuhan. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar maksimal 100% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan/atau pendidikan khusus oleh swasta, yang berbentuk yayasan. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar maksimal 100% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang mengalami kenaikan pokok pajak lebih dari 25% dari PBB-P2 yang harus dibayar tahun pajak sebelumnya. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar maksimal 50% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang menyediakan dan memanfaatkan fungsi ruang terbuka hijau sesuai rencana tata ruang wilayah. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar maksimal 50% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT ;
  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk kantor partai politik. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk kantor lembaga keagamaan atau organisasi kemasyarakatan keagamaan. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk kantor organisasi bantuan hukum yang terakreditasi paling kurang B oleh badan pembinaan hukum nasional. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk kantor organisasi profesi yang telah disahkan oleh pemerintah. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 yang digunakan untuk kantor lembaga amil zakat yang memiliki izin operasional dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 berupa bangunan cagar budaya yang ditetapkan oleh pemerintah atau bangunan yang berada di dalam kawasan atau situs cagar budaya yang ditetapkan oleh pemerintah yang digunakan untuk hunian dan telah dilakukan pemeliharaan, perawatan, atau pemugaran sesuai dengan bentuk aslinya. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 50% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT;
  • objek PBB-P2 berupa bangunan cagar budaya yang ditetapkan oleh pemerintah atau bangunan yang berada di dalam kawasan atau situs cagar budaya yang ditetapkan oleh pemerintah yang digunakan untuk kegiatan usaha atau sejenisnya, yang dimaksudkan untuk memperoleh pemeliharaan, perawatan, atau keuntungan dan telah dilakukan pemugaran sesuai dengan bentuk aslinya. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 25% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT; atau
  • objek PBB-P2 berupa kawasan suaka alam dan/atau kawasan pelestarian alam yang ditetapkan oleh pemerintah yang dimiliki, dikuasai, atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan untuk kegiatan usaha atau sejenisnya yang dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Pengurangan pokok PBB-P2 untuk objek ini diberikan sebesar 25% dari PBB-P2 yang harus dibayar yang tercantum dalam SPPT.

Permohonan pengurangan pokok PBB-P2 tersebut harus dilampiri dengan sejumlah dokumen persyaratan khusus. Setiap jenis objek memiliki ketentuan dokumen persyaratannya masing-masing. Perincian dokumen yang dipersyaratkan tersebut dapat disimak dalam Kepgub DKI Jakarta 857/2025. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.