KEBIJAKAN PEMERINTAH

Didanai Pajak, BGN Akan Integrasikan Data Penerima MBG

Muhamad Wildan
Sabtu, 25 April 2026 | 12.00 WIB
Didanai Pajak, BGN Akan Integrasikan Data Penerima MBG
<p>Ilustrasi. Seorang guru membagikan makanan kepada siswa saat pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di SMP Negeri 2 Tabanan, Desa Delod Peken, Tabanan, Bali, Kamis (21/8/2025). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/YU</p>

JAKARTA, DDTCNews - Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya untuk memperkuat akurasi data penerima makan bergizi gratis (MBG).

Penguatan akurasi data penerima MBG ditempuh melalui percepatan validasi data dan integrasi lintas kementerian dan lembaga (K/L). Validasi data dipandang sebagai langkah awal untuk memastikan program terlaksana secara tepat sasaran.

"Langkah pertama adalah melakukan validasi data sehingga kami memiliki data yang lebih pasti dibandingkan sebelumnya," ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dikutip pada Sabtu (25/4/2026).

BGN berperan sebagai pengguna data yang mengintegrasikan data dari seluruh walidata. Adapun walidata dimaksud antara lain K/L pada sektor pendidikan, keagamaan, serta kependudukan dan kesehatan.

Sony mengatakan BGN selaku pengguna data tidak mengintervensi data yang berasal dari walidata. BGN hanya berperan sebagai pihak yang mengintegrasikan data ke dalam 1 sistem.

Melalui integrasi yang dilakukan BGN tersebut, seluruh K/L bakal memiliki referensi yang sama terkait penerima MBG. "Dengan data yang terintegrasi, kita bisa melihat siapa yang sudah menerima manfaat dan siapa yang belum," ujar Sony.

Dalam rangka melaksanakan pengintegrasian data di atas, BGN telah membuka akses pengecekan data serta akan mengembangkan sistem integrasi berbasis application programming interface (API).

Sebagai informasi, realisasi anggaran MBG hingga pertengahan April 2026 tercatat sudah mencapai Rp60 triliun. Anggaran MBG tersebut berasal dari APBN. Perlu diketahui, pajak merupakan sumber penerimaan yang paling dominan di Indonesia, di mana sekitar 70% dari APBN bersumber dari penerimaan pajak.

"Alhamdulillah sekarang sudah menyebar di seluruh Indonesia, dan hari ini sudah menyerap anggaran Rp60 triliun di mana anggaran itu seluruhnya sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Endang Kuswana
baru saja
Saya hanya mengasumsikan nila sampah atau nilai berbentuk uang dari sampah (bahan yg direject), serta nilai dlm bentuk uang sisa dapur dan makanan yg tdk dimakan atau dibuang oleh PM karena alasan sesuatu (tdk enak, tdk senang, basi). Dari sekian puluh ribu dapur SPPG setiap hari efektif. Berapa ribu ton sampah dari dapur SPPG dan berapa puluh ribu ton sampah dari PM x Rupiah. Sayang sekali..