JAKARTA, DDTCNews - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan cadangan devisa pada Januari 2026.
Cadangan devisa per Januari 2026 tercatat senilai US$154,6 miliar, lebih rendah bila dibandingkan dengan cadangan devisa pada penutupan tahun lalu yang senilai US$156,5 miliar.
"Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," sebut BI, dikutip pada Minggu (8/2/2026).
Perlu diketahui, nilai tukar rupiah hampir menyentuh Rp17.000 per dolar AS pada pertengahan Januari 2026. Meski menurun, cadangan devisa yang senilai US$154,6 miliar tersebut masih setara dengan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Selain itu, jumlah tersebut sudah melebihi standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," tulis BI.
Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal masih akan terjaga berkat cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang didukung oleh prospek ekonomi nasional yang menarik.
BI juga berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (rig)
