DDTC EXCLUSIVE GATHERING 2025

Bangun Ekosistem Perpajakan yang Komplet, DDTC Ambil Peran Strategis

Redaksi DDTCNews
Rabu, 26 Februari 2025 | 21.00 WIB
Bangun Ekosistem Perpajakan yang Komplet, DDTC Ambil Peran Strategis

Head of DDTC Tax Knowledge & Training Center Kurniawan Agung Wicaksono (tengah), bersama Perpajakan DDTC Lead Made Astrin Dwi Kartini (kiri) dan DDTC Academy Lead Nehemia Daniel Sohilait (kanan) dalam DDTC Exclusive Gathering: Addressing Tax Challenges, Optimizing Business in 2025, Rabu (26/2/2025).

JAKARTA, DDTCNews – DDTC telah membangun ekosistem perpajakan yang komplet untuk hadir mengambil peran strategis, yakni menjembatani kepentingan antara otoritas dan wajib pajak.

Hal tersebut disampaikan oleh Head of DDTC Tax Knowledge & Training Center Kurniawan Agung Wicaksono dalam DDTC Exclusive Gathering: Addressing Tax Challenges, Optimizing Business in 2025, Rabu (26/2/2025). Kurniawan mengatakan kompleksitas peraturan perpajakan tak terhindarkan.

“Dinamisnya perekonomian, yang turut dipengaruhi globalisasi dan digitalisasi, pada gilirannya membuat kompleksitas tersebut makin tidak terhindarkan. Mengapa? Karena akan selalu ada pembaruan peraturan sebagai upaya untuk menangkap potensi perpajakan dari setiap aktivitas perekonomian,” katanya.

Pada saat yang sama, mayoritas masyarakat di Indonesia masih belum melek pajak. Artinya, masyarakat perpajakan (tax society) belum terbentuk secara matang. Situasi ini memunculkan tantangan munculnya informasi asimetris.

Di era digital, sejatinya publik lebih mudah mengakses berbagai informasi. Namun, tantangan selanjutnya adalah benar atau tidaknya informasi tersebut. Dengan demikian, risiko munculnya informasi asimetris justru masih ada, bahkan makin besar.

Padahal, informasi yang simetris dibutuhkan untuk menjaga keadilan dalam pemungutan perpajakan. Terlebih, perpajakan, yang berasal dari rakyat, menjadi penyumbang terbesar dalam pembiayaan pembangunan lewat APBN.

“Di tengah kondisi dan tantangan itulah, DDTC berupaya hadir mengambil peran strategis, yakni menjembatani antara otoritas dan wajib pajak. Menerjemahkan kompleksitas peraturan perpajakan ke dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti oleh wajib pajak, bahkan otoritas,” jelasnya.

Hal tersebut sekaligus memperkuat prinsip yang dipegang selama ini, yakni sebagai konsultan pajak, DDTC tidak hanya berorientasi pada pada keuntungan, tetapi juga berkontribusi pada upaya penciptaan masyarakat perpajakan yang matang.

“Hal inilah yang selalu ditekankan oleh Founder DDTC, Bapak Darussalam, yakni konsep konsultan pajak sebagai profesi yang mulia atau terhormat (officium nobile),” imbuhnya.

Dengan visi sebagai institusi pajak berbasis riset, teknologi, dan ilmu pengetahuan, DDTC telah memiliki sejumlah jasa dan solusi perpajakan. Masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi perpajakan yang tepercaya dan komprehensif melalui DDTCNews.

Informasi perpajakan itu juga terhubung dengan database referensi perpajakan yang komprehensif. Mulai dari peraturan, putusan pengadilan pajak, panduan pajak profesi dan transaksi, e-books DDTC, glosarium, hingga Indonesian Tax Manual tersedia di Perpajakan DDTC.

Tidak berhenti sampai di situ. Untuk memenuhi kebutuhan belajar secara langsung, DDTC juga menyediakan berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan yang update dengan dinamika perpajakan terkini lewat DDTC Academy.

Edukasi dan pelatihan selalu didukung dengan lebih dari 4.000 literatur perpajakan yang menjadi koleksi DDTC Library. Selain untuk pembuatan materi pelatihan, buku dan jurnal koleksi DDTC Library juga telah menjadi referensi dalam penyusunan 34 buku yang telah diterbitkan DDTC.

Kurniawan mengatakan penyusunan buku turut didukung dari sisi kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, investasi pada SDM juga dilakukan dalam bentuk pemberian beasiswa pendidikan domestik dan mancanegara serta sertifikasi nasional dan internasional.

Dengan demikian, publik juga dapat memanfaatkan jasa dan solusi perpajakan end-to-end untuk pengelolaan pajak berkepastian dengan kualitas terbaik. Hal ini disediakan melalui DDTC Fiscal Research & Advisory serta DDTC Consulting.

“Komplet! Kolaborasi antarunit pada akhirnya membentuk ekosistem jasa dan solusi perpajakan yang lengkap. DDTC selalu berupaya menetapkan standar dan terus mengembangkan diri secara berkelanjutan. Untuk Anda dan perpajakan Indonesia,” ungkap Kurniawan.

Database Referensi Perpajakan yang Komprehensif

Sebagai informasi, saat ini, DDTC Tax Knowledge & Training Center mencakup Perpajakan DDTC, DDTC Academy, serta DDTC Library. Pada kesempatan tersebut, Perpajakan DDTC Lead Made Astrin Dwi Kartini turut memberikan gambaran singkat mengenai database perpajakan.

Astrin mengatakan selain informasi atau berita terkini, dibutuhkan database referensi perpajakan yang komprehensif, tepercaya, dan selalu diperbarui. Database yang dimaksud terutama mengenai sumber hukum. Hal ini dikarenakan tidak ada pengenaan perpajakan tanpa landasan hukum.

“Untuk itulah, Perpajakan DDTC hadir agar Anda dapat memahami peraturan dengan lebih baik, memitigasi risiko, serta meningkatkan literasi perpajakan secara keseluruhan,” ujarnya.

Menu dan konten yang tersedia di Perpajakan DDTC sangat beragam dan akan selalu dikembangkan agar terus beriringan dengan kebutuhan sekaligus memberikan kemudahan bagi publik. Salah satu fitur unggulan kami adalah advanced search. Fitur pencarian ini dapat digunakan untuk mencari segala kata kunci, baik pada peraturan ataupun putusan.

Astrin mengatakan putusan yang telah berkekuatan hukum dapat menjadi dasar penerapan pajak ke depan. Sebagai contoh, jika mencari dengan kata kunci ‘intragroup service’ akan muncul beberapa rekomendasi putusan yang mencantumkan sengketa dengan lingkup intragroup service.

Selain itu, masyarakat dapat lebih mudah memantau perubahan regulasi dengan fitur persandingan dan konsolidasi peraturan yang tersedia di Perpajakan DDTC. Selain itu, tersedia pula peraturan dan panduan pajak dalam bahasa Inggris sebagai bekal ketika berkiprah secara lintas negara sejalan dengan era globalisasi dan digitalisasi ekonomi.

“Tentu, adanya peraturan dan putusan bahasa inggris akan memudahkan warga negara asing, untuk memahami ketentuan administrasi perpajakan di Tanah Air. Diharapkan terdapat pemahaman yang selaras antara istilah yang digunakan di Indonesia dan international best practice,” katanya.  

Hingga saat ini, lebih dari 1,8 juta orang telah mengakses Perpajakan DDTC dengan fitur-fitur pintar yang memudahkan. Astrin mengatakan Perpajakan DDTC merupakan referensi perpajakan dalam 1 platform. Lebih mudah dan personal.

Akses Belajar Pajak yang Berkualitas untuk Seluruh Pihak

Pada kesempatan yang sama, DDTC Academy Lead Nehemia Daniel Sohilait mengatakan pusat database peraturan dan putusan pengadilan tersebut juga digunakan dalam memformulasikan seluruh kurikulum dan materi program pelatihan DDTC Academy.

Selain itu, ekosistem yang ada di DDTC difokuskan pada pengembangan keahlian profesional DDTC. Investasi pada SDM terus dilakukan agar DDTC dapat terus berbagi ilmu dan pengetahuan terbaik untuk publik. Hal inilah yang membentuk adanya tim pengajar profesional berpengalaman dan multitalenta.

Daniel mengatakan DDTC Academy menghadirkan program pelatihan dengan pendekatan yang menggabungkan konsep, informasi terkini pemahaman mendalam tentang dinamika terkini pajak domestik dan global, serta praktik.

“Beragam program dirancang berdasarkan pada kebutuhan publik, berbagai industri, pemerintah, perguruan tinggi, serta lembaga/institusi lainnya. Misi kami mengeliminiasi informasi asimetris dan menyediakan akses belajar pajak yang berkualitas untuk seluruh pihak,” katanya.

DDTC Academy menyediakan Personalised Training Program yang fleksibel dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan publik. Selain itu, DDTC Academy juga menyediakan Regular Training Program, yakni pelatihan rutin digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian perpajakan.

Adapun salah satu contoh Regular Training Program adalah ADIT Exam Preparation Course. Pelatihan ini merupakan persiapan ujian sertifikasi profesional pajak Advanced Diploma in International Taxation (ADIT) yang dikeluarkan oleh Chartered Institute of Taxation (CIOT) Inggris.

Sejak 2019, DDTC Academy menjadi satu-satunya institusi di Indonesia yang diakui CIOT untuk menyelenggarakan kelas persiapan ujian ADIT. Sebanyak 34 profesional DDTC telah memegang sertifikat internasional yang diselenggarakan CIOT. Sebanyak 17 orang di antaranya telah meraih gelar ADIT.

Daniel mengatakan lebih dari 15.000 orang telah menjadi bagian dari alumni ratusan kelas yang diselenggarakan DDTC Academy. Peserta berasal dari 35 provinsi di Indonesia serta 7 negara lain, yakni Inggris, Belanda, Polandia, India, Australia, Malaysia, dan Singapura.

Peserta tidak hanya wajib pajak, tetapi juga pemangku kebijakan. Para konsultan pun kerap belajar dan mengikuti kelas yang digelar DDTC Academy. Ada pula dosen, mahasiswa, perwakilan LSM, awak media, dan perwakilan institusi lainnya.

“Peserta dari berbagai latar belakang profesi dan posisi, mulai dari pemula hingga ahli. Belajar pajak dimulai dari DDTC Academy,” ungkap Daniel.

Adapun dalam momentum tersebut, DDTC Academy juga telah meluncurkan pembaruan situs web. Pembaruan situs web mengusung semangat Tempat Belajar bagi Talenta Pajak Masa Depan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.