KOREA SELATAN

Tak Mau Tambah Utang, Negara Ini Optimalkan Pajak untuk Beri Stimulus

Redaksi DDTCNews
Jumat, 13 Maret 2026 | 11.30 WIB
Tak Mau Tambah Utang, Negara Ini Optimalkan Pajak untuk Beri Stimulus
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

SEOUL, DDTCNews - Pemerintah Korea Selatan merancang paket stimulus ekonomi untuk merespons dampak perang yang terjadi di Timur Tengah.

Wakil Menteri Perencanaan dan Anggaran Lim Ki-keun menegaskan paket stimulus akan dibiayai oleh kelebihan penerimaan pajak. Dengan strategi ini, pemerintah tidak perlu menambah penarikan utang.

"Anggaran tambahan ini disusun dengan memanfaatkan kelebihan penerimaan pajak yang diharapkan tanpa menerbitkan surat utang tambahan, sehingga meminimalkan dampak pada pasar obligasi pemerintah dan pasar valuta asing," katanya, Jumat (13/3/2026).

Lim mengatakan pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi yang bertujuan menurunkan biaya logistik dan bahan bakar. Selain itu, pemerintah juga merancang insentif untuk melindungi kelompok rentan dan eksportir.

Dia menjelaskan penyusunan paket stimulus ekonomi sedang dikebut agar bisa segera diserahkan kepada parlemen. Menurutnya, jajaran kementerian tidak akan libur di akhir pekan untuk menyiapkan RUU Anggaran Tambahan demi meringankan beban ekonomi masyarakat.

Di Korea Selatan, setiap tambahan anggaran dalam APBN, termasuk untuk pemberian stimulus ekonomi, harus disampaikan dan disetujui oleh parlemen.

"Seiring dengan meluasnya ketidakpastian ekonomi global, respons yang cepat dan preventif sangat penting untuk meminimalkan kerusakan pada perekonomian kita," ujarnya dilansir chosun.com.

Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan juga berencana memperluas cakupan diskon pajak BBM serta menetapkan harga tertinggi BBM yang diperbarui setiap 2 pekan.

Fasilitas pemotongan tarif pajak BBM telah diperpanjang selama 2 bulan atau hingga April 2026. Diskon pajak BBM diberikan sebesar 7% untuk bensin serta pemotongan 10% untuk solar dan elpiji. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.