JOMBANG, DDTCNews – Sebanyak 100.000 data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jombang, Jawa Timur, diduga bocor dan beredar di dark web. Hal ini memicu kekhawatiran terkait dengan keamanan data pribadi masyarakat dan sistem layanan publik daerah.
Informasi kebocoran data Bapenda Jombang mencuat setelah akun media sosial X @DailyDarkWeb mengunggah temuan dataset yang diduga berasal dari sistem layanan pemerintah daerah. Kepala Bapenda Jombang Solahudin Hadi Sucipto pun membenarkan kabar adanya kebocoran data tersebut.
"Informasi itu sudah kami dapat, dan kami juga sudah lihat unggahannya," ucap Solahudin, dikutip pada Rabu (29/4/2026).
Solahudin menyebut Bapenda Jombang kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang perihal penanganan dan langkah yang akan dilakukan.
Dia menjelaskan laman resmi Bapenda Jombang memang sempat bermasalah sebelum muncul unggahan mengenai kebocoran data. Disinggung perihal ancaman keamanan data yang diduga bocor, Bapenda akan berupaya untuk mengamankan data yang ada.
"Sebelumnya memang ada trouble, dan kami lakukan maintenance juga secepatnya waktu itu. Yang jelas kami punya tim IT juga, ke depan akan diperkuat lagi. Kalau data yang disebut bocor, bukan milik kita," jelas Solahudin.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten Jombang diduga menjadi korban peretasan. Akibat peretasan tersebut, sebanyak 100.000 data dari Bapenda Jombang diduga bocor dan dijual bebas di dark web. Sebagai informasi, dark web adalah bagian tersembunyi pada internet yang tidak terindeks oleh mesin pencari biasa sehingga mesti diakses melalui browser khusus.
Kabar soal kebocoran data Bapenda Jombang diungkap salah satu akun media sosial X @DailyDarkWeb. Dalam sebuah unggahan pada Senin (27/4/2026), akun tersebut mengungkapkan temuan data yang diduga berasal dari sistem layanan pemerintah daerah.
"Seorang pelaku ancaman mengklaim telah membocorkan data dari Dinas Pendapatan Daerah Jombang (bapenda.jombangkab.go.id) di Jawa Timur, Indonesia)," tulis akun @DailyDarkWeb, dilansir radarjombang.jawapos.com.
Dalam unggahan yang sama, akun @DailyDakrWeb juga melaporkan data yang bocor berisi sekitar 100.000 catatan (2025-2026) dalam format CSV. Akun tersebut menyebut data yang bocor mencakup berbagai informasi sensitif, seperti nama warga, nomor telepon, serta detail permintaan layanan pajak dan administrasi. (dik)
