Berita
Jum'at, 17 September 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 17 September 2021 | 07:30 WIB
BANTUAN SOSIAL
Jum'at, 17 September 2021 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Review
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 12:00 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 16 September 2021 | 17:10 WIB
SUPERTAX DEDUCTION (3)
Kamis, 16 September 2021 | 16:49 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 15 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 15 September 2021 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan Rokok dan Minol Ilegal Rp11,3 Miliar

A+
A-
0
A+
A-
0
Bea Cukai Sumbagbar Musnahkan Rokok dan Minol Ilegal Rp11,3 Miliar

Ilustrasi. Petugas Bea Cukai membakar rokok saat pemusnahan barang sitaan Bea Cukai hasil pengawasan terhadap barang kena cukai ilegal. ANTARA FOTO/Ardiansyah/nz.

JAKARTA, DDTCNews—Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar), memusnahkan rokok dan minuman keras ilegal hasil sitaan periode Juni 2019 sampai dengan Juli 2020 dengan total nilai Rp11,3 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Sumbagbar Yusmariza mengatakan barang tersebut telah berstatus barang milik negara yang berasal dari barang dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh pejabat Bea dan Cukai.

"Modus pelanggaran yang digunakan adalah barang tersebut tanpa dilekati pita cukai atau polos, dan salah peruntukan," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: India Berharap Konsensus Hadirkan Solusi Pemajakan Ekonomi Digital

Barang yang dimusnahkan terdiri atas 10,8 juta batang rokok, 2,55 liter cairan vape, dan 6.246 liter minuman mengandung etil alkohol. Potensi kerugian negara akibat barang-barang ilegal tersebut mencapai Rp10 miliar.

Yusmariza menjelaskan peredaran barang kena cukai ilegal tidak hanya merugikan secara material, melainkan juga nonmaterial. Kerugian nonmaterial itu di antaranya terganggunya pertumbuhan industri rokok atau minuman keras legal di dalam negeri.

Di tengah pandemi Corona, lanjutnya, DJBC tidak mengendurkan pengawasan. Salah satunya adalah tetap mengadakan Operasi Gempur yang diadakan secara periodik, terakhir kali pada 6 Juli hingga 1 Agustus 2020 lalu.

Baca Juga: Dana Pemda Mengendap di Bank Tembus Rp140 Triliun, Ini Kata Kemendagri

Menurutnya, penindakan terhadap rokok dan minuman keras ilegal harus terus dilakukan sehingga dapat menciptakan perlakuan yang adil bagi industri rokok dan minuman keras legal di dalam negeri.

"Pemusnahan ini adalah bukti nyata tidak ada kompromi dari Bea dan Cukai terhadap barang ilegal, sekaligus memberikan efek jera bagi para pelaku yang memproduksi dan mengedarkan rokok dan miras ilegal," ujar Yusmariza. (rig)

Baca Juga: Pemerintah Jamin UMKM Bisa Akses Insentif Pajak dan Retribusi
Topik : bea cukai, DJBC, penegahan, rokok ilegal, minol, barang kena cukai, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Rizki Zakariya

Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:45 WIB
#MariBicara alih-alih membuat efek jera, upaya pemusnahan rokok dengan dibakar justru berdampak buruk pada pencemaran lingkungan dan orang yang membakar, bahkan tidak mengembalikan kerugian negara. Oleh karena itu, seharusnya barang sitaan tersebut sebaiknya di lelang untuk kepentingan tertentu yang ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 15 September 2021 | 18:30 WIB
RAPBN 2022

Hadapi Pandemi Tahun Depan, Airlangga Harap Anggaran PEN Rp321 T Cukup

Rabu, 15 September 2021 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Temui Kesulitan Pakai e-Bupot Unifikasi? DJP Siapkan Pendampingan

Rabu, 15 September 2021 | 15:53 WIB
PROVINSI BANTEN

Buntut Faktur Pajak Fiktif, Apartemen Eks Bos Perusahaan Disita

Rabu, 15 September 2021 | 15:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Samsung Bakal Bangun Pabrik US$17 Miliar, Diskon Pajak Disiapkan

berita pilihan

Jum'at, 17 September 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Amankan Penerimaan Pajak, DJP Awasi Sektor Usaha Ini

Jum'at, 17 September 2021 | 07:30 WIB
BANTUAN SOSIAL

Coba Cek Rekening! 4,6 Juta Pekerja Sudah Terima Subsidi Gaji

Jum'at, 17 September 2021 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Periode Stimulus Diperpanjang, OJK Terbitkan 2 Aturan Baru

Kamis, 16 September 2021 | 18:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH

Dana Pemda Mengendap di Bank Tembus Rp140 Triliun, Ini Kata Kemendagri

Kamis, 16 September 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Jamin UMKM Bisa Akses Insentif Pajak dan Retribusi

Kamis, 16 September 2021 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Sebagian Usulan Kenaikan Pajak Joe Biden Didukung Parlemen

Kamis, 16 September 2021 | 17:10 WIB
SUPERTAX DEDUCTION (3)

Ini 5 Kelompok Biaya yang Dapat Insentif Supertax Deduction Vokasi

Kamis, 16 September 2021 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Lacak Penghasilan Wajib Pajak Kaya, Menkeu Minta Dukungan Kongres

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB
INGGRIS

Berantas Penghindaran Pajak, Otoritas Tak Cuma Buru Pelaku