Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Ayo, Bagikan Cerita Kocak Anda Seputar Dunia Pajak!

A+
A-
5
A+
A-
5
Ayo, Bagikan Cerita Kocak Anda Seputar Dunia Pajak!

JAKARTA, DDTCNews - Wajib pajak, dalam hal ini diwakili karyawan atau konsultan pajak, pasti pernah merasakan jengkel, lelah, bahkan stres dalam menjalani rutinitas. Maklum, selain melibatkan angka, profesi pada bidang ini juga mempunyai banyak tantangan.

Para wajib pajak ini kadang kala menghadapi permintaan klarifikasi data yang dimiliki Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan data yang telah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT).

Jika tidak dilakukan klarifikasi, atau diklarifikasi tetapi masih terdapat perbedaan, proses bisa berlanjut ke tahapan pemeriksaan pajak. Ketika pemeriksaan pajak berjalan, tekanan yang dihadapi wajib pajak makin besar karena dapat berakhir menjadi sengketa pajak.

Baca Juga: Himapa FE UMMI Sukabumi Gelar Webinar Gratis tentang PPS, Tertarik?

Jika saat pemeriksaan pajak wajib pajak dan petugas pajak “sepakat untuk tidak sepakat”, tahapannya berlanjut ke tingkat keberatan, Pengadilan Pajak, bahkan sampai Mahkamah Agung.

Pada masa pandemi ini, selain peraturan pajak banyak mengalami perubahan akibat menyesuaikan dengan kondisi pandemi, wajib pajak pajak juga harus mengalami pembatasan pergerakan dengan bekerja di rumah.

Di lain pihak, jangan dikira petugas pajak mengalami kompleksitas kerja yang lebih ringan daripada wajib pajak. Petugas pajak juga mengalami kompleksitas kerja layaknya wajib pajak tetapi hanya berbeda situasi.

Baca Juga: DJP Adakan Lomba Penulisan Makalah dengan Total Hadiah Rp52,5 Juta

Petugas pajak juga mendapat tekanan, salah satunya target untuk mencapai penerimaan negara agar roda pemerintahan bisa berjalan. Ditambah lagi, petugas pajak yang bekerja di luar kota, tidak bisa menemui keluarga karena adanya pembatasan pergerakan saat libur panjang pada masa pandemi.

Alhasil, tak salah kalau para stakeholder di bidang pajak cenderung lebih fokus untuk mengurus kepentingannya masing-masing, alih-alih bekerja sama dan saling memahami atau mendengar satu sama lain.

Sudah tingkat sengketa terus meningkat, prasangka satu sama lain juga terpupuk subur. Jelas, hal ini bukanlah kondisi yang ideal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Bedah Implementasi UU HPP Secara Mendalam, STPI Gelar Webinar Gratis

Untuk itu, dibutuhkan suatu pendekatan untuk meningkatkan kepercayaan dan keterbukaan antar-stakeholder pajak ini. Yang menggembirakan, ternyata tidak butuh inovasi setara misi perjalanan ke luar angkasa untuk memulainya! Mari kita mulai dengan menggunakan strategi bercerita dan berbagi humor!

Cerita dan humor telah terbukti bermanfaat untuk memicu keterbukaan dan menumbuhkan kepercayaan antarindividu. Ketika tertawa, manusia merilis hormon oxytocin. Hormon ini punya nama lain sebagai “love hormone”, “bonding hormone”, dan “trust hormone”, karena berperan dalam memunculkan rasa kasih sayang, memperbaiki emosi, dan meningkatkan keterikatan.

Kemudian, pandangan psikologis pun senada. Saat tertawa, tubuh manusia menebar bibit-bibit kepercayaan. Sebab, manusia tidak bisa tertawa dengan orang yang mengancam hidupnya. Makin tulus kita tertawa maka semakin erat rantai kepercayaan di antara kita (Aaker & Bagdonas, 2021).

Baca Juga: NSAFE 2022: Webinar dan Call for Paper Soal Perpajakan, Daftar di Sini

Lebih lanjut, di dunia medis, strategi berbagi cerita dan humor juga sudah teruji. Oliffe, et al (2009), misalnya, mengobservasi penggunaan humor dalam sesi dan interaksi support group di suatu komunitas di Kanada bisa meruntuhkan tembok keseganan atau kecanggungan di antara pasien.

Tertawa bahkan dapat dijadikan sebagai terapi, baik oleh pasien maupun perawat, karena punya manfaat fisiologis dan psikologis (Tremane & Sharma, 2019).

Untuk itu, DDTCNews bekerja sama dengan Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3), sebuah pusat kajian humor di Indonesia, mengajak para petugas pajak, praktisi, akademisi, hingga wajib pajak untuk berkenan membagikan cerita atau pengalaman kocaknya seputar dunia pajak.

Baca Juga: Ingin Punya Sertifikat Pajak Internasional? Ikuti Kelas Persiapannya

Kami ingin mencari para humor transmitter dari bidang pajak, yaitu orang-orang yang mampu mencairkan suasana formal maupun nonformal, entah itu diminta atau tidak, lewat cerita-cerita yang menghibur orang lain atau kreativitas saat bekerja.

Pasalnya, bidang pajak ini sudah terlanjur distereotipekan selalu serius dan minim kegembiraan. Apalagi, bagi otoritas pajak, ada kekhawatiran akan menurunkan wibawa dan independensi kalau berinteraksi dengan wajib pajak menggunakan humor.

Padahal, kami yakin di luar sana pasti ada humor transmitter yang selama ini “bersembunyi” dalam profesinya sebagai wajib pajak dan petugas pajak.

Baca Juga: Simak! Ini Peran Transfer Pricing Control Framework dalam Sengketa TP

Nah, barangkali, ada di antara Anda petugas pajak yang pernah mengalami momen lucu saat berinteraksi dengan wajib pajak atau rekan kerja. Atau, sebaliknya Anda adalah seorang wajib pajak yang punya memori jenaka saat berinteraksi dengan petugas pajak atau rekan kerja, cerita Andalah yang kami cari!

Silakan hadir dan bergabung dalam suatu sesi daring terbatas untuk membagikan cerita dan pengalaman lucu Anda, yang tidak akan dirilis atau disediakan rekamannya kepada publik. Dengan demikian, Anda bisa merasa nyaman dan aman selama berinteraksi. Sesi ini juga terbuka bagi Anda yang sekadar ingin menyimak cerita rekan-rekan Anda.

  • Khusus untuk wajib pajak, silakan bergabung dan bercerita atau mendengarkan langsung via Zoom pada Sabtu, 15 Januari 2022, pukul 13.00-14.30 WIB.
  • Khusus untuk petugas pajak, silakan bergabung dan bercerita atau mendengarkan via Zoom pada Sabtu, 12 Februari 2022, pukul 13.00-14.30 WIB.

Untuk mengikuti sesi tersebut, silakan mendaftarkan diri Anda melalui tautan berikut ini bit.ly/pajakkocak.

Baca Juga: Perhatikan Hal Ini! Penting untuk Dipahami dalam Penyusunan TP Doc

Kendati demikian, jika Anda tidak berkesempatan untuk bergabung di sesi daring via Zoom tetapi masih ingin ikut membagikan cerita, silakan kirimkan cerita atau pengalaman lucu Anda ke surel: [email protected] dan [email protected].

Cerita yang terpilih untuk dipublikasikan di DDTCNews akan disesuaikan agar tidak sampai merugikan pihak tertentu dan mendapatkan imbalan honorarium yang memadai.

Jadi, mari bergabung dan tertawa bersama!

Baca Juga: Indonesia Taxation Student Association Gelar Kompetisi Esai Pajak

Topik : agenda pajak, agenda, humor, humor pajak, Institut Humor Indonesia Kini, IHIK3

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 30 Maret 2022 | 10:43 WIB
WEBINAR PAJAK DAERAH

Soal Implementasi Opsen, Pemerintah Minta Pemda Lakukan Intensifikasi

Senin, 28 Maret 2022 | 11:00 WIB
AGENDA DDTC FRA - DDTC ACADEMY

Pemda Perlu Tahu! Apa yang Perlu Disiapkan Setelah UU HKPD Berlaku?

Rabu, 23 Maret 2022 | 11:00 WIB
AGENDA DDTC FRA - DDTC ACADEMY

Ikuti Webinar Gratis DDTC! Membedah Outlook Pajak Daerah Pasca UU HKPD

berita pilihan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 10:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! 10 Kanwil DJP Catatkan Penerimaan Pajak di Atas Capaian Nasional

Sabtu, 28 Mei 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Demi Hal Ini, Pemerintah Perlu Lanjutkan Insentif Pajak Tahun Depan

Sabtu, 28 Mei 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

DJP Incar WP Pakai Data Rekening dan Poin Ketentuan Baru Faktur Pajak

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:30 WIB
PORTUGAL

IMF Komentari Sistem Pajak di Portugal, Ada Apa?

Sabtu, 28 Mei 2022 | 07:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Cerita Gisel Dapat Surat Cinta dari Ditjen Pajak dan Rencana Ikut PPS

Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN BEA CUKAI

Ekspor Sempat Dilarang, Penerimaan Bea Keluar CPO Tetap Bisa Tumbuh 3%

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian